
happy reading guys ππ»π€
hari-hari berlalu, pembangunan jalan di desa Kayla sedikit demi sedikit sudah terselesaikan. giliran di depan rumah Kayla, masih memakai batas besi yang baru akan di kerja kan. selama jalan di perbaiki Kayla berangkat kuliah tidak lagi menggunakan motor, jadi Kayla memakai angkutan umum. ya meskipun memakan waktu lebih lama.
satu ketika sore menjelang malam Kayla keluar rumah, dan baru kali ini Kayla mau keluar karena biasa nya Ia lebih memilih diam di kamar kalau tidak terlalu penting untuk keluar rumah.
Kayla berniat pergi ke minimarket di gang depan, dimana depan rumah Kayla sedang ada pengukuran jalan. tidak sengaja Kayla menendang besi dan hampir terjatuh
"haduh maaf-maaf lagian gelap ga kelitan, jadi ke tendang" sikap dingin Kayla tetap melekat.
"gimana sih teh, makanya jalan jangan a..." Rizki baru menyadari ternyata yang menendang nya itu Kayla, gadis yang beberapa hari kebelakang membuat nya ingin tau sampai bertanya pada orang tuanya. Rizki langsung terdiam tidak melanjutkan bicara.
"ya lagian Abang ini kenapa ga pakai lampu kalau mau ngukur, jadi ketendang kan bukan salah aku dong. yaudah maaf" kata Kayla kesal sambil berlalu pergi.
Rizki tidak bisa berkata apa-apa, yang ada di pikiran Rizki hanya "cantik, cuek, galak juga. menarik"
"woy pot yang bener dong lu ngukur nya, gimana sih lu, bisa-bisa ga simetris ini ukuran nya" ucap Alif
"lu ngomong sama si Rizki lif? mana mau dia denger orang pikiran nya lagi ke si neng geulis(cantik) terus hahahaha" balas anwar sambil tertawa.
"gini nih kelamaan jomblo, sekali nya suka jadi aneh, fokus Ki fokus ke jalan jangan ke si neng" kata Alif
__ADS_1
"udah sih kalian tuh seneng banget nge godain si Rizki" ucap Gunawan teman Rizki.
"apa sih lu ribet banget" Rizki pun pergi
Meraka ber-4 satu letting seorang perwira, tetapi disini yang masih sendiri tinggal Rizki, dan Gunawan sikap mereka sebelas dua belas sama-sama kaku dingin dan cuek, tapi yang lebih parah Rizki daripada Gunawan. berbeda dengan Alif dan Anwar, Alif suka sekali bercanda, heboh terkenal playboy, gara-gara pernah di kecewakan oleh perempuan. sedangkan Anwar kalem, dan suka bercanda seperti Alif. Anwar sudah punya kekasih yang rumah nya tidak jauh dari bataliyon Anwar bertugas.
pembangunan jalan depan rumah Kayla, dilaksanakan pada malam hari dimana yang bekerja tugas mengawasi nya Rizki dan Anwar.
"Rizki ngopi sini, ibu buat cemilan nih banyak, Anwar juga sini" pak Gilang menawarkan makanan dan minuman, karena Sudah kenal sering ngobrol dan sudah dekat dengan mereka.
"pak jangan repot-repot sudah malam pak kasian ibu harus buat cemilan juga"ujar Rizki dengan halus.
"jangan di tolak Ki, sikatt calon papa mertua mu baik" ledekan Anwar yang agak keras, sehingga pak Gilang mendengar dan ikut tertawa
"apa sih lu, malu malu tapi mau. gpp ya pak kan rezeki masa di tolak" kata Anwar sambil cengengesan
"haha iya betul Ki, udah jangan sungkan sama bapak, ayo di makan" ujar pak Gilang.
"ibu kemana pak, sudah istirahat ya pak ?"Rizki bertanya karena tidak melihat ibu Susi
"lu nanyain ibu nya apa anak nya Ki, suka pura-pura dia pak " balas anwar
__ADS_1
pak Gilang hanya menertawakan 2 orang yang sedang bersitegang, gara-gara yang satu meledek dan yang satu tidak Terima di ledek
"ibu udah tidur Ki, paling si Adek yang belum tidur lagi nugas kayanya"pak Gilang
"oiya pak" hanya itu yang Rizki ucapkan kelewat malu gara-gara Anwar
beres berbincang di rumah pak Gilang, mereka pun kembali bertugas malam. sebenarnya hanya mengkontrol saja pekerjaan anak buah. nya.
"pulang sana lu, malu-maluin banget punya temen modelan elu pot" geram Rizki karna di ledek oleh Anwar
dengan Santai nya Anwar menjawab "bener nih gue Balik ke pos, lu mau ngawas sendiri emang? gue sih mau aja pot malah terimakasih hahaha"
"ya Tuhan kenapa harus punya letting sableng kaya dia" kelewat emosi tapi diam.
.
.
.
.
__ADS_1
.
jangan lupa Vote, like dan komenπ€ππ»