
......................
......................
Di kamar xian ling
"apakah gadis itu sebuah takdirku"ucap xian ling pelan
chen zi terkejut mendengarkan isengan tuannya barusan karena tak biasa tuannya bisa mengatakan hal-hal yang berkaitan dengan gadis atau pun takdir karena sebelum-sebelumnya tuannya lebih fokus kerja dan mengurus istana dulu sekarang tuannya tidak terlalu sering kerja dan mengurus istana karena keadaannya sekarang kecuali kalau pagi hari mengerjakan urusan istana
"hmmmm... kenapa bisa begitu mungkin hmmmm..... entahlah tuan saya juga binggung mungkin saja seperti itu.... tapi tuan apakah.... tuan"ucap chen zi dengan tatapan senyum curiga dengan tuannya
"hei... hei... aku bertanya bukan maksud apa-apa"ucap xian ling menatap chen zi yang dari tadi senyum
"hahaha.... tuan jujur saja juga tidak apa-apa"ucap chen zi mengoda
tak beberapa lama chen lu membawa makanan untuk xian ling yang tadi sedang menunggu
"maaf lama tuan"ucap chen lu masuk membawa makanan dan meletakkan di meja makan
"tidak apa-apa, setelah ini pergi dan temui gadis itu mungkin dia juga lapar"ucap xian ling
"baik tuan"ucap chen lu pamit keluar dan pergi ke rumah kosong itu
Chen zi yang sedang dari tadi bersama tuannya izin keluar karena masih banyak yang dia urusan
"tuan, tuan hamba izin keluar karena ada hal yang saya urus kalau tuan pangeran butuh sesuatu katakan saja"ucap chen
"iya silahkan chen zi"ucap xian ling fokus makan
__ADS_1
lalu chen zi pergi dan meninggal xian ling
......................
Saat chen zi berjalan bertemulah sang raja zao
"hormat hamba yang mulia"ucap chen zi menunduk
raja berhenti
"apakah xian ling ada di kamar"ucap raja zao
"tuan pangeran sedang makan yang mulia"ucap chen zi
"ohh iya iya terimakasih aku ingin menemui xian ling"ucap raja zao pergi berlahan
chen zi begitu penasaran namun dia tak peduli karena masih ada yang dia urusan.
saat xian ling sudah makan segala macam xian ling duduk dekat jendela tiba-tiba ada suara ketok pintu
...........tok...........
.........tok.............
...........tok...........
"Anaknda apakah kau di dalam"ucap raja zao
xian ling langsung menoleh dan beranjak bangun dari duduknya menyuruh dayang membuka pintu kamar
__ADS_1
"iya ayahnda silahkan masuk"ucap xian ling
pintupun terbuka raja zao masuk dan bertanya
"anaknda sedang apa"ucap raja zao basa basi
"hahaha.... hanya duduk dan bersantai saja ayanda"ucap xian ling senyum
"ohhh mmmm... kesini hanya membicarakan sesuatu kepada, karena ayahnda rasa anaknda sudah waktunya melepaskan masa-masa sendiri dan ayah juga sudah tak muda lagi"ucap raja zao jelas
"terus apa yang ayah inginkan"ucap xian ling pura-pura tak begitu menanggapi maksud ayahnya namun ia paham
"ayahnda ingin anaknda nerima lamaran putri-putri menteri dari kerajaan lain agar kekuasaan kita bisa kuat dengan bersatunya kekuasaan ataupun kerajaan"ucap raja zao yakin
"tapi masalahnya dengan keadaan sekarang, anaknda tidak bisa terima ayahnda maafkan anaknda jika gadis itu tidak pilihan anaknda sendiri"ucap xian ling berhenti menulis dan beranjak bangun dari duduknya melihat pintu jenda
pemandangan di luar
"iya ayahnda tahu tapi sampai kapankah sihir itu bisa hilang"ucap raja zao sedih
......................
......................
......................
......................
__ADS_1