
Dalam hidup, selalu tempatkan senyum terbaik di wajahmu. Tak ada yang lebih indah seperti senyum yang berasal dari dalam dirimu.
°°°°°
Mutiara Bening, nama itu terdengar unik dan sedikit aneh bagi orang yang baru mendengarnya. Tapi itu tidak jadi masalah, nama itu murni pemberian dari ayahnya, awalnya dia sedikit bingung dengan namanya sendiri tapi ayahnya menjelaskan karena dirinya yang peras cantik dan putih bersih dan tampak bersinar dengan sangat indah. Itu sih pendapat ayahnya tapi dia hanya merasa biasa-biasa saja.
Usia mutiara sudah menginjak 18 tahun, sekarang ia menduduki bangku sekolah SMA Mekar Sari disalah satu kotanya. Orang bilang sih dia gadis pendiam namun menurutnya tidak, buktinya saja dia banyak bicara pada teman-temannya. Tapi sudahlah, sepertinya itu tidak jadi masalah, toh dia sendiri selalu bersikap biasa-biasa saja.
Baginya hidup ini seperti sebuah permainan game, itu sih pendapatnya. Hidup harus dijalani seperti sebuah pertarungan dan petualangan, siapa yang bisa menyelesaikan misinya maka dialah pemenangnya. Intinya masalah yang datang merupakan sebuah tantangan baru untuknya, dimana dia harus bisa menyelesaikan Maslaah itu hingga finis, barulah dia bisa disebut sebagai juara. Tapi sering kali dia malah berhenti berjuang saat ditengah-tengah pertarungan sehingga membuat levelnya menjadi turun drastis, dan itu membuat hidupnya menjadi kacau balau.
Hidup bagi mutiara tidak sesimpel yang bayangkan. Hidup itu penuh dengan teka-teki, Dimana masalah akan selalu datang, namun tidak jarang perasaan senang dan bahagia juga ikut menghiasi hidup ini.
Itulah dunia, semua penuh warna. Ketika warna gelap, maka dia harus bersiap-siap untuk menyalakan pelita, agar nantinya dia tidak terjatuh dan terluka parah. Namun sebaliknya jika warnanya cerah dan terang, itu artinya kebahagian akan membuat hari-harinya menjadi lebih menyenangkan.
Mutiara dikenal dengan gadis yang baik hati, itu tergambar jelas saat ia begitu ramah pada setiap orang. Tidak jarang tetangganya merasa iri pada mutiara, bukan karena apa-apa, tapi mereka menginginkan sikap anak gadis mereka seperti mutiara yang begitu mudah tersenyum dan sangat ramah.
Sifat ramah mutiara didasari turunan dari ayahnya sendiri yang bernama Andi Jawara. Wajar sih orang-orang sering mengatakan kalau dirinya persis ayahnya. Tapi lain kecantikan Mutiara, kecantikannya bukan berasal dari ayahnya ataupun ibunya. Mata dan hidungnya memang mirip dengan ibunya yang bernama Erna Malini, tapi kecantikannya berasal dari sang nenek. Itu yang dikatakan oleh ibunya. Namun Mutiara selalu membenarkan kalau dia lebih mirip dengan ibunya.
Mutiara terkenal sangat ramah, tapi juga pendiam. Gimana ceritanya coba?. Kata orang sih, dia selalu menyapa orang terlebih dahulu, namun pada saat berkumpul maka dia tidak akan banyak berbicara. Itu adalah pendapat mereka.
°°°°°
Hari ini seperti hari-hari biasanya Mutiara akan keluar dari rumah dengan senyum yang mengembang sepanjang jalan.
"Pagi buk, pagi pak, selamat pagi kakek". Sarapan itu tidak pernah lepas saat Mutiara melewati beberapa perumahan yang ada di kompleksnya.
"Pagi neng, makin cantik aja". Sudah hal bisa tukang sayur yang lewat pagi-pagi di komplek perumahan mereka akan menyapa Mutiara dengan ramah.
Mutiara akan selalu membalas sapaan dari mereka dengan senyum yang manis dan indah.
__ADS_1
"Sayurannya makin segar mang". Balas Mutiara seraya berlalu dengan pelan melewati penjual sayur itu dengan senyumannya yang tak pernah lepas.
Saat melihat udara pagi dan sapaan ramah dari para tetangga dan orang-orang sekitarnya membuat semangat Mutiara kian menggebu, dia seakan sedang mendapat vitamin baru untuk memulai perjalan hidupnya.
Mutiara langsung tersenyum saat melihat satpam penjaga sekolahnya membukakan pagar.
"Pagi pak". Sapa Mutiara seraya membantu pak satpam mendorong pagar besi itu.
Pak satpam seketika mendongak saat mendengar sapaan Mutiara, bukan hal asing lagi ditelinga nya. Mutiara memang siswi teladan yang akan selalu datang lebih awal keseklolah.
"Pagi neng. Udah sarapan?". Tanya pak satpam itu kemudian.
Hanya senyuman yang dia balas mendengar pertanyaan satpam itu. Setelah pagar terbuka dengan sempurna dia kemudian langsung berpamitan dan memasuki sekolahnya yang masih tampak sepi karena yang terlihat hanya petugas kebersihan yang berlalu-lalang di halaman sekolah itu.
Aneh sih, tapi mutiara bukanlah gadis kepo yang akan menyempatkan diri hanya untuk sekedar mencari informasi yang menurutnya tidak penting. Hari ini terlihat beberapa petugas kebersihan sekolah tampak mondar mandir ke sana-sini, Sekolah tampak lebih bersih dan indah dari hari sebelumnya, mungkin akan ada yang datang. Itu hanya pendapat Mutiara.
"Pagi-pagi sudah baca novel". Celetuk seorang gadis sembari duduk di samping Mutiara.
"Seperti bukan hal bisa saja". Balas Mutiara tanpa beralih pandang dari tulisan yang tertera dalam kertas buram itu.
"Berhentilah menduakan aku dengan buku itu". Protes gadis itu sembari menutup buku yang sejak tadi Mutiara baca.
Mutiara kemudian langsung menatap horor temannya. Bukan karena marah, dia hanya sedikit kesal saja.
"Helen...". Kesal mutiara kemudian.
Helen hanya terkekeh pelan saat melihat temannya sudah tampak kesal karena ulahnya. Mutiara sudah berteman dengan Helen sejak SMP, karena itu dia sangat mengenal sifat Helen yang sangat gemar menjahili dirinya dan juga menganggu kesenangannya. Walau begitu tetap saja Helen dan dirinya tidak akan pernah bertengkar.
Mutiara begitu beruntung karena dirinya yang selalu didampingi oleh sahabat yang begitu mengerti dirinya, tidak jarang mereka akan berbagi suka dan duka bersama. Terasa hidup lebih berwarna saat semua bisa diselesaikan secara bersama-sama tentunya dengan bantuan dari orang-orang terdekatnya termasuk teman-temannya.
__ADS_1
"Sudah kuduga, kalian pasti disini". Timpal seorang gadis lain dari arah belakang.
Helen dan Mutiara segera menoleh saat mendengar suara Dini dari arah belakang.
Dini merupakan teman Helen dan Mutiara semenjak mereka memasuki sekolah SMA, tentu saja mereka sudah sangat dekat. Selain sikap Dini yang baik ia juga merupakan sumber informasi bagi Mutiara dan Helen yang selalu tertinggal berita. Wajar sih, secara Dini sangat suka mendengar gosip tapi tidak suka bergosip, jadi jangan heran jika Dini akan mendapatkan informasi terbaru apa saja nantinya.
"Kali ini kau datang membawa berita apa?". Tanya Helen tanpa basa-basi.
"Tau aja, kalau aku mau kasih berita terbaru". Balas Dini seraya tersenyum lebar.
"Ya tau lah, secara kamu kan ratu gosip". Celetuk Mutiara ikut menimpali.
Dini langsung mendengus kesal menatap kedua temannya, walau begitu dia tidak pernah ambil hati perkataan teman-temannya karena dia tau kalau mereka hanya bercanda saja.
"Tau nggak sih?". Tanya Dini kemudian.
"Nggak tau !!!". Jawab keduanya dengan serentak.
"Aku belum selesai ngomong tau???". Protes Dini kemudian.
Dini kemudian langsung melanjutkan ucapannya dan mengatakan kalau pemilik baru sekolah itu akan datang. Tampak respon Helen dan Mutiara hanya bisa-bisa saja.
.
.
.
Kalian suka dengan cerita ummi ?.
__ADS_1