Cinta Sedekat Urat Nadi

Cinta Sedekat Urat Nadi
Gamis Pertama Rania


__ADS_3

Setelah beberapa jam kepergian Reyhan meninggalkan rumah sakit, Rania sudah dipindahkan di ruang rawat dan kemudian ia mengabari teman-temannya yaitu Meisa dan Mitha bahwa dirinya tengah berada di rumah sakit sekarang.


Setelah setengah jam lamanya menunggu akhirnya Meisa dan Mitha datang ke rumah sakit.


" Rania, lo gak apa-apa kan? " Tanya Meisa khawatir


" Iya lo gak apa-apa kan, Rania. Kok bisa sih lo sampe masuk rumah sakit kaya gini? " Sambar Mitha juga khawatir dan juga penasaran.


" Gue gak apa-apa kok, cuma sakit sedikit di bagian kepala. Semua ini tuh gara-gara Alex cowok br****k itu, dia yang udah buat gue terluka kaya gini" Jawab Rania


" Alex, emang apa yang udah dia lakuin ke lo? " Tanya Mitha masih penasaran dan kemudian Rania menceritakan kejadian semalam. Mendengar hal itu membuat Meisa dan Mitha sangat emosi atas perlakuan Alex kepada Rania.


Malam hari pun telah tiba namun Reyhan belum juga kembali ke rumah sakit, Rania meminta Meisa dan Mitha untuk segera membawanya pulang karena ia sudah tidak tahan untuk berlama-lama di rumah sakit.


Setelah kepulangan Rania dari rumah sakit ternyata tidak lama kemudian Reyhan pun kembali ke rumah sakit untuk memastikan keadaan Rania. Namun saat ia tiba Rania sudah tidak ada dan seorang Suster memberitahunya kalau Rania sudah pulang bersama teman-temannya.


3 Hari Kemudian...


Rania terlihat sudah sembuh dan kini ia kembali beraktivitas seperti biasanya menjadi wanita malam. Pekerjaan ini terpaksa ia lakukan karena kejadian masa lalu dan tuntutan hidup memaksa dirinya untuk melakukannya. Kali ini ia berada di tempat mangkal para wanita malam yang berada di pinggir jalan, aktivitas itu dilakukan di atas jam 12 malam.


Seperti pada malam-malam biasanya Rania dan teman-temannya mencari pria hidung belang yang bersedia membayar mereka. Saat itu Reyhan yang kebetulan melewati tempat itu melihat Rania tengah berdiri di pinggir jalan, dengan menggunakan pakaian yang minim yang memperlihatkan auratnya.


Reyhan menghentikan mobilnya dan menyapa Rania namun karena merasa terkejut saat melihat Reyhan yang ada didalam mobil tersebut.


" Rania, apa yang sedang kau lakukan disini?" Tanya Reyhan dari dalam mobil


" Aa-aku sedang, anu aku.. " Jawab Rania terbata-bata namun ia tidak bisa melanjutkan ucapannya,ia bingung harus menjawab apa.


" Ah sudahlah, masuklah kedalam mobil aku akan mengantarmu pulang! " Ucap Reyhan


" Ta-ta-tapi aku... " Ucap Rania terbata-bata lagi karna bingung harus berbuat apa.


" Cepat masuklah! " Pinta Reyhan dan Rania mengiyakannya karena tidak mampu memberi alasan.


Rania memasuki mobil Reyhan karena melihat pakaian Rania yang minim Reyhan pun memberikan gamis dan kerudung hadiah ulang tahun Ibunya pada Rania.

__ADS_1


" Ambilah ini dan pakailah sekarang! " Ucap Reyhan seraya memberikan gamis dan kerudung yang ada didalam box kado yang tadinya rencana akan ia hadiahkan untuk ulang tahun Ibunya nanti.


" Apa ini? " Tanya Rania penasaran


" Buka saja lalu pakai sekarang! " Pinta Reyhan


" Tapi... " Sahut Rania ingin menolak tapi terlihat ragu.


" Cepat pakai! aku tidak bisa melihat kamu terus-terusan memakai pakaian minim seperti ini. Kamu wanita, kamu berharga Rania bagaimana bisa kamu membiarkan tubuhmu diperlihatkan dengan mudahnya pada orang lain seperti ini " Sambar Reyhan


Tidak bisa menolak akhirnya Rania menuruti perintah Reyhan untuk mengenakan gamis dan kerudung tersebut. Tidak butuh waktu lama Rania pun selesai menutupi auratnya dengan gamis dan kerudung yang berikan oleh Reyhan tadi.


" Oh ya, kamu belum sempat jawab pertanyaanku tadi. Apa yang sedang kamu lakukan tadi dipinggir jalan larut malam seperti ini? " Tanya Reyhan mengulang pertanyaannya tadi


" Ehm se-sebenarnya aku..." Jawab Rania ragu


" Kamu apa? bilang aja gak apa-apa kok! " Sahut Reyhan dengan tatapan melihat ke depan karena ia mencoba mengalihkan pandangannya untuk tidak melihat kearah Rania.


" Sebenarnya aku... Wanita malam " Jawab Rania gugup mendengar perkataan Rania Reyhan menghentikan mobilnya secar mendadak karena merasa terkejut.


" Aku tidak bercanda, aku serius" Jawab Rania dengan yakinnya


" Bagaimana bisa kamu menjadi seperti ini Rania, bukankah kamu dulu adalah gadis yang baik-baik? " Ucap Reyhan tidak menyangka


" Ceritanya panjang, Rey. Banyak kejadian pahit dalam hidupku hingga membuat aku menjadi sekarang ini " Ucap Rania dengan mata yang berkaca-kaca saat mengingat masa lalunya.


" Kejadian pahit? bisa kamu ceritakan padaku kejadian pahit apa saja yang sudah kamu alami dalam hidupmu, Rania!" Ucap Reyhan penasaran


" Kejadian itu berawal saat kita masih tinggal dibandung, keesokan harinya setelah pertemuan kita waktu itu aku kembali ke taman untuk mengembalikan gantungan tas milikmu yang terjatuh di taman. Tapi saat hari itu aku tidak melihatmu lagi padahal aku sudah menunggumu beberapa jam lamanya di taman itu tapi aku tidak menemukanmu. Aku memutuskan untuk pulang ke rumah dan ternyata...." Ucap Rania menjelaskan


Flashback...


Dirumah Rania...


Saat Rania sudah berada dirumahnya ia pun masuk ke dalam kamarnya, tak lama kemudian Ibunya Rania yang bernama Intan memasuki kamar anaknya. Intan memberitahukan pada Rania bahwa mereka akan pindah ke Jakarta besok mendengar hal itu membuat Rania sangat kesal dan sedih, pikirnya apakah Ibunya tidak memperdulikan perasaannya.

__ADS_1


Baru kemarin Ayahnya dimakamkan dan dia masih berduka cita namun Ibunya terlalu egois untuk memutuskan sesuatu yang belum tentu bisa Rania terima, bahkan meminta persetujuannya pun Ibunya tidak bisa melakukan hal itu.


" Ibu kok egois banget sih, apa Ibu tidak bisa merasakan kesedihan karena Ayah telah meninggal? Kuburan Ayah masih basah tapi Ibu malah ingin kita pindah ke Jakarta besok. Aku benci sama Ibu, Ibu gak bisa ngertiin perasaan aku" Ucap Rania begitu kesal terhadap Ibunya


" Ibu ngelakuin ini demi kita Rania, Ibu gak mau mengenang tentang Ayah kamu lagi. Sedangkan kalo kita tetap berada di rumah ini, Ibu selamanya akan mengenang Ayah kamu, Ibu gak mau sayang" Ucap Ibunya Rania yang bernama Intan


" Tapi, Bu.. " Balas Rania namun belum selesai ia berbicara Ibunya malah memotong pembicaraan


" Tidak ada tapi-tapi, kalo Ibu bilang kita akan pindah berarti kita harus pindah!" Sambar Intan tidak terima dengan penolakan putrinya itu.


" Ibu egois, Aku benci Ibu" Teriak Rania kesal namun Intan tidak memperdulikan Rania dan memilih untuk pergi keluar dari kamar Rania. Setelah kepergian Ibunya, Rania menangis sesenggukan karena begitu sedih dengan nasib hidupnya yang menurutnya sudah tidak ada lagi kebahagiaan.


Keesokan Harinya...


Semua barang-barang yang akan dibawa sudah disiapkan kedalam koper, meskipun merasa enggan untuk meninggalkan rumah penuh kenangannya Ayah dan Ibunya namun Rania harus menuruti keinginan Ibunya Itu. Hanya Ibunya lah satu-satunya yang ia miliki sekarang jadi mau tidak mau ia harus patuh pada Ibu meskipun ia harus mengorbankan perasaannya sendiri.


****


Setelah tiba di Jakarta Rania dan Ibunya tinggal di rumah baru yang sudah dibeli dengan Ibunya sedangkan rumah mereka yang ada dibandung sudah dijual. Meskipun rumah di Jakarta tidak sebesar di bandung tapi setidaknya ada tempat berteduh dari panas dan hujan saat mereka berada di kota ini.


Setelah habis melakukan perjalan jauh mereka pun memutuskan untuk beristirahat dan akan membereskan rumah dan barang-barangnya besok.


Jakarta, 10 Juli 2011


Sudah 6 bulan mereka tinggal di jakarta, Rania bersekolah di SMA Negeri lumayan populer di jakarta. Ia bisa bersekolah di sana karena ia mendapat beasiswa berkat kepintarannya, Rania mulai bangkit dari keterpurukannya saat sudah berada di Jakarta karena ia berpikir kalau dia harus bisa bangkit dan meninggalkan kesedihannya.


Sedangkan Ibunya membuka usaha catering dan sekarang usahanya itu sudah cukup berkembang, hidup mereka berdua kini sudah membaik dan bahagia lagi.


Namun Ibunya Rania merasa ada yang kurang dalam keluarga mereka, yaitu ia menginginkan suami baru untuk mengisi kesepiannya selama ini. Hingga pada Akhirnya ia bertemu dengan pria yang menurutnya bisa menggantikan mantan suaminya itu.


Ibunya Rania menikah lagi dengan pria lain yang dia kenal 2 bulan lalu. Keputusan Ibunya untuk menikah lagi membuat Rania sedih dan terpuruk lagi, ia tidak terima dengan keegoisan Ibunya itu.


bahkan setelah Ibunya menikah lagi dengan Suryo membuat dirinya semakin menderita, bagaimana tidak Ayah tirinya berani melecehkan dirinya dan berbuat tidak senonoh padanya.


Belum lama ia merasakan kebahagiaan lagi namun semuanya hilang begitu saja, tidak ada lagi rasa bahagia yang bisa ia rasakan saat ini, yang dia rasakan saat ini adalah menuju pintu kehancuran dalam hidupnya.

__ADS_1


__ADS_2