
Rania segera membantu Ibunya dan berpelukan dengan sangat erat sedangkan driver taksi online memeriksa keadaan Suryo yang sudah bersimbah banyak darah. Rania menangis histeris merasa bersyukur karena dia dan Ibunya telah berhasil lepas dari manusia berperilaku seperti binatang itu, bahkan sepertinya kalau di samakan dengan binatang pun tidak pantas karena binatang masih jauh lebih punya perasaan dari pada dirinya.
" Hallo pak polisi saya ingin melaporkan bahwa ada yang meninggal di sini, cepat kemari pak" Ucap driver taksi online itu melapor kepada pihak yang berwajib dan tak lupa ia juga memberitahu alamat tempat kejadian peristiwa.
Tidak lama kemudian Aparat kepolisian datang begitu juga dengan mobil ambulance. Polisi segera mengolah TKP( tempat kejadian peristiwa) dan membawa jenazah Suryo untuk di otopsi.
Polisi juga membawa driver taksi online, Maura sebagai saksi sedangkan Intan telah mengaku kalau dia yang sudah membunuh Suryo sehingga Polisi menangkapnya sebagai tersangka kasus pembunuhan.
Awalnya Maura tidak terima dan berusaha ingin menjelaskan kejadian yang sebenarnya kepada Polisi, namun Polisi memintanya memberikan kesaksian dan juga menjelaskannya di kantor Polisi saja. Maura menurutinya dan ikut bersama mereka ke kantor Polisi, dengan keadaan yang sangat kacau dan juga kesakitan ia berusaha terlihat baik-baik saja agar Ibunya merasa tidak terlalu mengkhawatirkannya.
Nada dering Blue Meteor Showers di Aplikasi Whatsapp Reyhan berbunyi menandakan ada seseorang yang menelponnya, panggilan itu membuat Rania menghentikan cerita masa lalunya saat itu.
" Maaf, Ibuku menelpon" Ucap Reyhan merasa tidak enak karena telah menggangu Rania bercerita
" Iya tidak apa-apa " Ucap Maura mengerti. Mendengar hal itu Reyhan segera menjawab telepon dari Ibunya.
" Hallo Assalamualaikum, Bu " Ucap Reyhan memberi salam
" Baiklah aku pulang sekarang juga " Jawabnya setelah selesai mendengarkan perkataan Ibunya dalam telepon.
" Wa'alaikumussalam " Jawabnya kemudian menutup teleponnya
" Maaf Rania, aku harus pulang sekarang. Ibuku tadi bilang kalau dia ingin memberitahu sesuatu kepadaku, tapi dia tidak menjelaskannya di telepon dia cuma minta aku untuk cepat pulang ke rumah" Ucap Reyhan merasa tidak enak hati
" Hemm.. tidak masalah kok, kalau begitu turunkan saja aku di depan cafe itu " Ucap Rania memahami situasinya
" Tidak, aku ingin mengajak kamu ke rumahku. Apa kamu tidak keberatan? " Sahut Reyhan
" Aduh gimana ya " Ucap Rania bingung akankah dia mengikuti keinginan Reyhan untuk berkunjung ke rumah Reyhan.
" Yaudah deh aku ikut " Ucapnya ragu karena dia sendiri tidak percaya diri jika harus bertemu orang tua Reyhan sekarang.
Reyhan mempercepat laju mobilnya dari sebelumnya, karena Reyhan terlihat handal dalam mengemudi Rania merasa aman-aman saja tanpa mengeluh sedikit pun.
__ADS_1
10 menit kemudian mereka pun sampai di rumah Reyhan yang terlihat mewah di kawasan elit, Beberapa tanaman hias yang mahal mengisi halaman dan taman di rumah itu. Begitu juga dengan dua mobil pribadi milik Ayah dan Ibu Reyhan yang berada di bagasi yang cukup luas itu. Terlihat seorang satpam penunggu rumah tengah membuka pintu gerbang agar mobil Reyhan bisa segera terparkir di bagasi.
Mereka segera turun dari mobil ketika mobil sudah terparkir pada tempatnya, kemudian mereka memasuki rumah Reyhan. Rania terlihat tidak percaya kalau rumah mewah ini milik keluarga reyhan, bagaimana tidak Reyhan terlihat mengenakan pakaian yang begitu sederhana. Bahkan ia mengira kalau mobil yang di bawa Reyhan tadi bukan miliknya melainkan mobil majikannya.
Rania merasa malu pada dirinya sendiri mengapa ia bisa mengira kalau Reyhan adalah seorang supir pribadi, yang hanya menggunakan mobil mewah majikannya untuk terlihat keren dan sekedar bergaya.
" Ini beneran rumah kamu? " Tanya Maura tidak menyangka dan Reyhan hanya tersenyum melihat gelagat Rania yang menurutnya menggemaskan itu.
" Iya ini rumahku, Ayo masuk " Ucapnya lalu mengajak Rania tanpa ragu
" Assalamualaikum " Reyhan memberi salam ketika membuka pintu rumahnya, lalu memasukinya dan di ikuti Rania.
" Wa'alaikumussalam" Terdengar sahutan dari dalam, dan kemudian terlihat Ibunya Reyhan menyambut kedatangan mereka.
" Dia siapa, Rey? " Tanya Nurul Ibunya Reyhan
" Kenalin ini namanya Rania, teman lama rey waktu kecil dulu" Jawab Reyhan memperkenalkan Rania kepada Ibunya
" Hallo tante, Aku Rania " Sahut Rania seraya mencium tangan Nurul dengan sopan, dan Nurul pun tersenyum dengan ramahnya
Rania terkejut saat melihat sudah ada seorang gadis berserta kedua orang tuanya tengah terduduk di sofa, gadis yang terlihat kalem, lemah lembut dan juga terhormat. Bukan cuma itu saja ia pun terlihat cantik dengan balutan gamis anggunnya.
Reyhan dan Rania ikut bergabung bersama mereka, dan mereka saling memperkenalkan diri masing-masing. Melihat Reyhan dan Rania terlihat akrab gadis itu terlihat tidak suka dengan Rania.
" Rey, ini Clarissa anaknya tante Mila dan juga Om Roni, Ibu dan Ayah ingin kamu dan Clarissa menikah " Ucap Ibunya Reyhan menjelaskan maksud dan tujuannya meminta Reyhan segera pulang ke rumah di telepon tadi.
" Aku sudah kenal dengan Clarissa, Bu. Dia teman kuliahku dulu" Ucap Reyhan
" Benarkah?, kalau begitu bagus jika kalian sudah saling kenal" Sahut Ayahnya Reyhan dan Clarissa juga mengiyakannya.
" Tapi aku tidak ingin di jodohkan dengannya " Ucap Reyhan menolak keinginan Ayah dan Ibunya
" Kenapa, apa karena wanita itu? " Tanya Clarissa tidak terima dengan penolakan Reyhan
__ADS_1
" Jangan salah paham aku dan Reyhan tidak ada hubungan apa-apa, kami hanya berteman tidak lebih dari itu " Sambar Rania menjelaskan hubungannya dengan Reyhan
" Benar, bukan karena Rania aku menolak mu. Tapi aku hanya ingin menikah dengan wanita pilihanku sendiri bukan karena di jodohkan oleh orang tuaku " Sahut Reyhan
" Tapi kan Rey, Ibu dan Ayah ingin kamu mendapatkan wanita yang cantik, berakhlak baik, pintar dan juga terhormat. Dan wanita yang tepat itu adalah Clarissa menurut kami, apakah kamu meragukan pilihan kami sebagai orang tuamu. Kami pasti pilihkan wanita yang terbaik untuk kamu Rey " Ucap Beni Ayah Reyhan berusaha menasehati dan menyampaikan keinginannya.
Mendengar hal itu Rania langsung menundukkan kepalanya, ia merasa seperti tersindir oleh perkataan yang keluar dari mulut Ayahnya Reyhan. Jika membandingkan dengan dirinya sepertinya itu sangat jauh berbeda, Rania gadis yang bernasib buruk telah kehilangan kesuciannya sejak remaja, dan juga tidak terpelajar bahkan sekarang ia menjadi wanita malam yang sepertinya tidak ada lagi kehormatan yang dia miliki.
Merasa sudah tidak lagi nyaman berada di sana, Rania memutuskan untuk berpamitan kepada mereka dan ia pun segera pergi dari rumah Reyhan. Merasa tidak enak hati dengan Rania karena perkataan Ayahnya yang telah menyinggung Rania, ia pun pergi menyusul Rania yang sudah berada di luar rumahnya.
" Rey, kamu mau kemana kita belum selesai bicara " Panggil Ayahnya saat Reyhan meninggalkan obrolan penting itu.
" Biarkan saja Reyhan pergi, Om " Ucap Clarissa pura-pura bersikap baik-baik saja dan tidak keberatan jika Reyhan meninggalkan mereka
" Maaf ya, seharusnya Rey tidak bersikap tidak sopan seperti itu kepada kalian " Ucap Nurul merasa tidak enak hati karena kelakuan Reyhan yang tiba-tiba saja pergi tanpa berpamitan terlebih dahulu.
POV Rania
Rania melangkahkan kakinya tanpa tujuan, ia mengikuti tiap langkah kakinya dengan perasaan yang tidak karuan, ingin marah tapi marah kepada siapa dan akhirnya ia memilih memendamnya.
" Rania tunggu! " Teriak Reyhan dari belakang yang sedang mengikuti Rania, merasa ada yang memanggil namanya ia pun segera menoleh kebelakang dan mendapati Reyhan tengah berlari mengejarnya.
" Kenapa mengikuti aku? " Tanya Rania heran
" Maaf soal perkataan Ayahku tadi, yang sudah menyinggung perasaanmu" Ucap Reyhan secara terang-terangan.
" Iya tidak apa-apa, Ayahmu tidak salah aku saja yang terlalu baper(bawa perasaan)" Ucap Rania tenang
" Oh iya, tadi cerita kamu sempat terputus apa kamu mau melanjutkannya? " Tanya Reyhan berusaha mencairkan suasana
" Tidak sekarang, aku harus pulang" Jawab Rania sudah tidak bersemangat untuk melanjutkan ceritanya.
" Hemm.. memangnya rumahmu dimana, mau aku antar? " Reyhan menawarkan
__ADS_1
" Tidak, terima kasih aku bisa sendiri, aku duluan ya" Ucap Rania kemudian berpamitan dan menaiki taksi yang saat itu sudah berada di sana.