
Rania berusaha memberontak dan memukul-mukul tubuh suryo dengan keras namun Suryo tidak membiarkan Rania lepas darinya. Semakin Rania berusaha melepaskan diri semakin ia menggenggam dan menahan tangan Rania, Rania menangis sejadi-jadinya karena tidak dapat berkutik lagi.
Rania merasa sangat sedih dan marah karena mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari Ayah dirinya tersebut, kini tangisnya semakin memuncak saat kesuciannya akan di rampas dengan paksa oleh Suryo.
" Om tolong, aku mohon jangan lakukan ini sama Rania ampuni aku, Om! Hiks... Hiks... Hiks... " Ucapnya memohon sambil menangis terisak-isak namun Suryo tidak menghiraukan Rania, ia tetap menjalankan aksi jahatnya itu.
Rania mencoba melepaskan diri, ia menggigit tangan Suryo dengan sangat kuatnya hingga membuat tangan Suryo terluka dan mengeluarkan darah. Merasa tidak terima mendapat perlakuan itu dari Rania, Suryo langsung memukul kepala Rania menggunakan vas bunga di atas nakas hingga membuat Rania terluka dan tak sadarkan diri.
Saat Suryo tengah asik menjalankan aksi jahatnya ternyata Intan Ibunya Rania sudah pulang ke rumah, Intan memasuki rumah dan ia melihat kondisi rumah sangat sepi dan gelap bahkan lampu ruangan lain pun tidak dinyalakan.
Kondisi saat itu masih sore hari namun karena cuaca masih hujan maka dari itu seluruh ruangan di rumah itu terlihat gelap kecuali kamar Rania yang sebelumnya sudah di nyalakan. Intan mencari suaminya hampir ke seluruh ruangan namun ia tidak menemukan suaminya itu, dan suara Rania pun tidak terdengar olehnya.
" Gelap banget sih rumah, kemana Mas Suryo dan Rania?" Ucap Intan merasa heran dan masih belum curiga dengan apa yang tengah terjadi saat itu.
" Mas Suryo, Rania. Kalian dimana sih? kok lampu gak dinyalakan" Ucap Intan mencari-cari keberadaan suami dan anaknya itu. Tidak mendapat jawaban Intan pun memutuskan untuk mencari Rania di kamarnya, karena hujan angin disertai petir membuat Suryo tidak menyadari kalau Intan sudah pulang bahkan memanggil-manggil namanya dan Rania.
" Tap... Tap... Tap... " Langkah demi langkah Intan berjalan menuju kamar Rania
Hingga sampailah dia didepan kamar Rania.
Intan mencoba membuka pintu namun pintunya terkunci dari dalam, ia merasa aneh dengan Rania karena tidak biasanya Rania mengunci kamarnya. Karena penasaran ia pun langsung mengintip dari lubang pintu kamar Rania, ia sangat syok dan terkejut saat melihat suaminya kini tengah berbuat jahat pada putrinya.
Tanpa menunggu lama ia langsung mengambil kunci cadangan kamar Rania didalam kamarnya yang ia simpan di laci lemari, dengan langkah tergesa-gesa dan nafas yang tidak beraturan ia berlari kembali ke kamar Rania lalu segera membuka pintu kamar Rania.
" Mas Suryo " Teriak Intan dengan sangat emosinya sehingga membuat Suryo sangat terkejut melihat Intan sudah berada di dalam kamar Rania.
" I-intan " Ucap Suryo sangat panik karena kepergok oleh istrinya
" Dasar laki-laki b******n kamu, Mas. Teganya kamu berani melakukan hal itu pada anakku, keterlaluan kamu." Bentak Intan begitu emosi sambil memukul-mukul tubuh Suryo dengan saat kerasnya hingga membuat Suryo merasakan kesakitan.
" Bag.. Bug .. Bag.. Bug.. " Pukulan demi pukulan Intan berikan pada Suryo
__ADS_1
Bahkan ia juga menampar pipi Suryo dengan kerasnya
" Br*****k kamu, tega banget ngelakuin itu sama anak aku. Hiks... Hiks... Hiks.. " Ucap Intan lalu seraya menangis terisak-isak tidak menyangka kalau suaminya berani melakukan hal jahat pada anaknya.
Merasa kesal karena Intan terus menyerang dan memukulinya, Suryo pun kini tak tinggal diam ia pun mendorong tubuh Intan hingga membuatnya jatuh tersungkur ke lantai.
" Anak kamu yang terlalu menggoda jadi aku tidak bisa menahannya" Ucap Suryo tanpa rasa berdosa dan dia juga menekan rahang Intan dengan sangat kuat hingga membuatnya merasa kesakitan.
" Aaww.. Sakit, Lepaskan aku! " Ucap Intan merintih kesakitan dan berusaha melepaskan diri.
Rania perlahan mulai sadarkan diri dan saat ingin terbangun ia merasakan sakit dibagian kepala dan k******nnya. Dia berusaha untuk menahan rasa sakitnya dan terduduk di tepi kasur, ia merasa panik saat mengetahui Ibunya sedang dalam bahaya karena mendapatkan perlakuan kasar oleh Suryo.
" Aku gak akan tinggal diam, Mas. Aku akan masukin kamu kedalam penjara" Ancam Intan sambil menahan sakitnya
" Haha... Haha... Itu semua gak akan terjadi, karena sebelum kamu laporin aku ke polisi aku akan lebih dulu menghabisi kamu " Ucap Suryo lalu tertawa dengan sangat keras.
Rania memukul tubuh Suryo dari belakang menggunakan lampu belajar yang ada di atas meja belajarnya, ia berjalan dengan langkah yang tertatih menahan sakit pada k******nnya. Rania sangat geram dan ia memukul kepala bagian belakang Suryo hingga terluka, Suryo merintih kesakitan karena pukulan yang diberikan oleh Rania sangat keras sampai membuatnya hampir tidak sadarkan diri.
" Iya kita harus pergi dari sini, Sayang" Sahut Intan berusaha terbangun dan berdiri kembali.
Namun saat Rania dan Ibunya ingin pergi keluar dari kamar itu Rania merasakan sangat begitu kesakitan. Ia tidak bisa berjalan dengan cepat seperti Ibunya, ia terjatuh karena tidak bisa menahan rasa sakitnya sedangkan Suryo mulai mendekat kearah mereka. Intan terus membantu Rania untuk terbangun kembali namun lagi-lagi Rania terjatuh.
" aku udah gak kuat lagi, Bu. Ibu pergi saja dari sini, aku gak mau Om Suryo menyakiti Ibu juga!" Ucap Rania dengan suara yang merintih menahan sakit.
" Tidak Rania, kita harus keluar dari sini sama-sama. Ibu juga tidak ingin kalau dia menyakiti kamu lagi, Sayang" Balas Intan panik karena Suryo semakin mendekat kearahnya dan Rania.
Rania terbangun dibantu oleh Ibunya namun saat mereka akan pergi Suryo lebih dulu menangkap Rania.
" Kalian tidak bisa pergi dari sini. Haha... Haha.. Haha.. " Ucap Suryo lalu tertawa dengan senangnya.
" Lepaskan anakku, Mas! " Ucap Intan berusaha melepaskan Rania dari genggaman Suryo.
__ADS_1
" Ibu, Tolong aku! " Rintih Rania meminta pertolongan Ibunya. Intan terus berusaha menarik tubuh Rania namun ia tidak bisa karena tenaga Suryo lebih kuat dibandingkan dirinya. Suryo mendorong tubuh Intan hingga membentur tembok dan Rania terlepas dari genggaman Intan.
Tidak ingin menyerah Intan kembali melawan Suryo, ia memukul punggung Suryo menggunakan barang-barang di dekatnya hingga membuat Suryo terjatuh dan melepaskan Rania.
" Rania, kamu lari keluar sekarang! " Perintah Intan sambil menahan tubuh Suryo dengan sangat erat.
" Tidak mau, Bu. Rania tidak mau ninggalin Ibu sendirian disini" Tolak Rania tidak setuju dengan ucapan Ibunya.
" Dengerin Ucapan Ibu, Sayang. Kamu pergi dari sini minta pertolongan dengan orang-orang diluar ya! " Ucap Intan masih terus menahan tubuh Suryo.
" Tapi, Bu... " Sahut Rania namun terputus saat Ibunya memotong ucapannya.
" Cepat pergi, Rania! " Teriak Intan
Tidak punya pilihan lain, Rania pun menuruti perintah Ibunya. Ia berlari keluar tanpa memperdulikan rasa sakitnya lagi karena menurutnya keselamatan dia dan Ibunya lebih penting dari pada rasa sakit yang sedang ia rasakan.
Setelah berhasil keluar rumah ia berjalan mencari pertolongan orang lain namun saat itu cuaca masih hujan deras dan petir masih saling bersautan orang lain belum juga ia temukan. Tidak memperdulikan cuaca dan rasa sakitnya ia terus mencari orang-orang disekitar rumahnya.
Setelah kepergian Rania keluar untuk meminta bantuan, Intan tidak mampu lagi menahan tubuh Suryo karena Suryo terus berusaha melepaskan diri. Suryo mendorong kembali tubuh Intan hingga terjatuh kelantai lalu ia menghujani banyak pukulan pada Intan hingga membuatnya lemah tak berdaya, tidak tinggal diam Intan berusaha meraih pecahan beling vas bunga yang berada tidak jauh dari dirinya.
Setelah mendapatkan pecahan beling yang cukup besar tersebut, Intan langsung menusukkannya tepat di bagian jantung Suryo hingga membuat Suryo jatuh seketika menahan sakit yang luar biasa di bagian dadanya itu. Setelah Intan sudah terlepas dari Suryo dia pun langsung menjauhkan tubuhnya yang sudah dipenuhi luka itu, ia menyeret tubuhnya karena tidak mampu berdiri lagi. Karena sudah kehilangan banyak darah Suryo meninggal dengan tubuh yang bersimbah darah.
Disisi lain saat Rania sedang mencari pertolongan ia pun menemukan seseorang yang melintas dibawah guyuran hujan deras sore itu. Seorang driver taksi online menghentikan laju mobilnya sesaat Rania menghadang didepan mobilnya.
" Pak, tolong aku! " Ucap Rania dibalik kaca mobil yang sudah diturunkan driver taksi online tersebut, ia yang saat itu sudah basah kuyup berharap bisa mendapatkan bantuan darinya.
" Ada apa, apa yang terjadi denganmu?" Tanya driver tersebut.
" Tolong Ibuku sedang dalam bahaya " Jawab Rania
Mendengar hal itu driver taksi online tersebut langsung menyuruh Rania untuk masuk kedalam taksi, dan Rania mengiyakannya. Rania menceritakan apa yang sudah terjadi dengan dirinya dan juga Ibunya. Setelah mendengar cerita dari Rania sang supir pun langsung menambah kecepatan laju mobilnya. 5 menit kemudian mereka pun sampai di rumah Rania dan tanpa menunggu lama mereka langsung masuk kedalam rumah dan menuju kamar Rania.
__ADS_1
Saat memasuki kamar Rania dan supir taksi online itu terkejut ketika melihat didalam kamar itu benar-benar sudah bersimbah banyak darah, mereka melihat Suryo tergeletak tidak sadarkan diri sedangkan Intan sudah lemah tak berdaya.