Cinta Sedekat Urat Nadi

Cinta Sedekat Urat Nadi
Ketakutan Rania


__ADS_3

Sebulan dari pernikahan Ibu dan Ayah tirinya itulah awal dimana Ayah tirinya berani mencoba mengganggu bahkan mencabuli dirinya. Rania yang saat itu baru saja selesai mandi lalu menggunakan handuk menutupi area dada sampai atas pahanya, Rania berjalan kearah lemari pakaian untuk mengambil seragam sekolah yang akan ia kenakan.


Namun hal mengejutkannya saat Suryo tertangkap tengah mengintip dan memperhatikan bagian tubuhnya yang terbuka, Ayah tirinya mengintip dari balik pintu yang sengaja ia buka membuat cela untuk mengintip Rania.


Rania yang mengetahui dari kaca lemari bahwa Suryo sedang mengintip ia langsung menutupi tubuhnya dengan selimut.


" Om ngapain disitu, ngintipin aku ya? " Selidik Rania dengan sinisnya karena sampai sekarang ia belum bisa terima bahwa pria yang sedang ada dihadapannya kini sudah menjadi Ayah sambungnya.


" Hehm... Ng-nggak, gak kok Om gak lagi ngintipin kamu. Om cuma mau nanyain kamu udah siap belum buat berangkat ke sekolah" Ucap Ayah tiri Rania dengan terbata-bata


" Ini Rania lagi siap-siap Om, sebentar lagi Rania selesai " Ucap Rania sedikit ketakutan


" Oh, oke. Om tunggu diluar ya " Ucap Suryo kemudian langsung menutup pintu kamar Rania.


Setelah selesai bersiap diri Rania pun segera keluar dari kamarnya dan ikut sarapan bersama Ibu dan Ayah tirinya. 5 menit lamanya akhirnya ia telah menyelesaikan sarapannya, ia sengaja makan secara terburu-buru karena ia takut telah mendapat perlakuan aneh dari Ayah tirinya tersebut.


Bagaimana bisa ia berlama-lama menatap wajah pria menjijikan seperti Suryo, Suryo dengan sengaja memegang dan mengelus lutut Rania. Mendapat perlakuan itu rasanya Rania ingin sekali berteriak namun Rania tidak kuasa untuk melakukannya karena dia adalah gadis remaja yang polos.


Ia hanya memendam keluh kesahnya karena dia juga tau kalau saja dia cerita dengan Ibunya tentang Ayah tirinya yang berbuat tidak senonoh dengan dirinya. Ibunya tidak akan mempercayainya, entah kenapa Ibunya begitu sangat percaya dengan semua ucapan Ayah tirinya itu.

__ADS_1


Sebelumnya ia pernah mengadu pada Ibunya namun Ibunya lebih memilih percaya pada suaminya itu ketimbang dirinya, Ibunya menganggap bahwa Suryo hanya berusaha mendekatkan diri pada Rania sebagai agar lebih akrab.


" Bu, aku berangkat sekarang " Pamit Rania pda Ibunya


" Buru-buru banget sih, ini susunya aja belum diminum " Ucap Ibunya Rania, dengan cepat Rania menghabiskan susunya lalu mencium tangan Ibunya kemudian segera pergi


" Eh, Kamu gak salaman sama Ayah kamu? " Ucap Ibunya Rania menghentikan langkah Rania


" Dia bukan Ayahku, Bu " Rania setengah berteriak


" Rania, kalo kamu tidak mau dan tetap pergi Ibu akan kasih kamu uang jajan selama sebulan " Ancam Ibunya Rania


" Dasar Om Suryo menjijikan, kenapa sih Ibu harus menikah lagi dengannya" Umpat Rania kesal.


" Rania, tunggu! " Suryo menghentikan langkah Rania


" Ada apa lagi? " Jawabnya sinis


" Mau Om anterin gak?" Ucap Suryo menawarkan

__ADS_1


" Gak usah, aku bisa pergi sendiri " Jawab Rania ketus lalu melanjutkan langkahnya untuk pergi ke sekolah.


" Maaf ya Mas, Rania masih belum bisa menerima kamu sebagai Ayah sambungnya" Ucap Ibunya Rania seraya mengelus-elus tangan Suaminya itu.


" Ya gak apa-apa kok, Sayang. Aku ngerti kok, aku juga berusaha biar bisa dekat dengan Rania, walaupun dia anak tiriku tapi aku harus sayang juga sama dia, Iya kan?" Ucap Suryo dengan manisnya


" Iya, makasih ya Sayang udah nerima aku dan juga Rania " Ucap Ibunya Rania merasa senang dengan sikap Suryo yang menurutnya baik, padahal dibalik itu semua dia tidak tahu bahwa suami yang di nikahinya sekarang adalah seorang b***ngan


Hari demi hari dilalui Rania dengan penuh ketakutan karena ia selalu di cabuli oleh Ayah tirinya itu, bahkan pada suatu hari dimana Ibunya sedang keluar rumah, waktu itu cuaca sedang hujan deras disertai petir dan angin cukup kencang. Rania hanya berdua bersama dengan Ayah tirinya di rumah, sore itu ia begitu sangat ketakutan karena ia khawatir akan mendapat perlakuan tidak baik dari Suryo.


Dan ternyata perasaan Rania benar Suryo memiliki niat jahat pada Rania, ia menyelinap masuk ke kamar Rania yang membuat Rania sangat terkejut dibuatnya. Bodohnya saat itu ia lupa mengunci kamarnya hingga sekarang menjadi kesempatan untuk Suryo menjalankan niat jahatnya pada Rania. Suryo menutup dan mengunci pintu kamar Rania rapat-rapat, ia berjalan mendekat kearah Rania.


" Kenapa Om Suryo menutup pintunya? keluar Om dari kamarku sekarang juga! " Ucap Rania dengan panik dan juga takut.


" Tenanglah Rania! Om tidak akan menyakitimu" Ucap Suryo lalu tersenyum dengan liciknya


" Aku bilang pergi! keluar dari kamarku, kalo gak aku akan teriak" Ancam Rania


" Haha... Haha... Haha... Teriak saja Rania! percuma kamu berteriak, tidak akan ada orang yang akan mendengarmu " Suryo tertawa dengan senangnya, ia merasa kali ini Rania tidak akan bisa lolos dari genggamannya.

__ADS_1


Hujan semakin lebat dan petir pun saling bersautan serta angin semakin membuat suasana makin mencekam, Rania tidak bisa berkutik ia terlihat sangat ketakutan, ia menangis tidak tahu harus berbuat apa, ia tidak tau bagaimana caranya agar ia bisa keluar dari kamar itu dan menyelamatkan diri dari Suryo.


__ADS_2