
Taksi melaju sesuai tujuan Rania sedangkan Reyhan mengikutinya dari belakang menggunakan taksi yang lain.Jarak kedua taksi itu tidak terlalu jauh juga tidak terlalu dekat, Reyhan meminta supir taksi untuk terus mengikuti taksi yang di tumpangi Rania.
Laju taksi itu terhenti saat tiba di depan gang kecil yang hanya muat untuk kendaraan bermotor sedangkan mobil tidak bisa masuk.Setelah turun dan membayar taksi tersebut Rania berjalan masuk ke gang itu dan Reyhan mengikutinya.
Rania terus berjalan tanpa mengetahui kalau Reyhan sedang membuntutinya, Hingga tiba di sebuah kontrakan yang ukurannya tidak begitu besar. Terlihat seorang wanita yang sedang duduk di kursi roda menyambut Rania, wanita itu adalah Ibunya Rania. Dengan perasaan penuh kasih sayang Rania menghampiri Ibunya kemudian memeluk dan menciumnya.
Reyhan memperhatikan keduanya dari jarak yang cukup dekat sehingga Ibunya Rania melihat dirinya.
" Kamu datang bersama siapa, Rania? " Tanya Ibu Rania sambil melihat ke arah Reyhan, mendengar hal itu Rania pun menoleh ke belakang
" Reyhan " Ucap Rania heran mengapa Reyhan ada di sini. Merasa sudah di ketahui Reyhan pun menghampiri mereka
" Siapa dia? " Tanya Ibunya Rania, Rania ingin menjawabnya namun Reyhan lebih dulu memperkenalkan dirinya
" Assalamualaikum tante, perkenalkan aku Reyhan temannya Rania " Ucap Reyhan dan mereka berdua menjawab salam Reyhan secara bersamaan
Rania masih merasa bingung mengapa Reyhan bisa ada di sini, apa maksud dan tujuannya datang kemari, mengapa dia bisa tahu kalau Rania tinggal di kontrakan itu, apakah Reyhan mengikutinya, begitu banyak pertanyaan yang membuatnya penasaran.
" Silahkan masuk nak Reyhan " Ucap Ibunya Rania
" Maaf sebelumnya sudah membuat kalian bingung atas kedatanganku, aku kemari hanya ingin memastikan kalau Rania baik-baik saja. Sekarang dia sudah sampai di rumahnya kalau begitu saya pamit untuk pulang, karena tidak baik jika aku bertamu malam-malam seperti ini " Ucap Reyhan menjelaskan kedatangannya
" Apa tidak sebaiknya kamu masuk dulu, kita minum dan mengobrol di dalam " Sahut Rania
" Makasih untuk tawarannya tapi lain kali saja, aku janji kapan-kapan aku akan datang kemari lagi " Ucap Reyhan menolak dengan sopan
__ADS_1
" Baiklah kalau begitu " Ucap Rania mengerti
" Rania sekali lagi maaf untuk kejadian tadinya, semoga kamu bisa memaafkan keluargaku. Kalau begitu aku pamit ya, Rania, Tante, Assalamualaikum " Ucap Reyhan kemudian izin undur diri dari sana, dan mereka berdua menjawab salam Reyhan kemudian masuk ke dalam setelah Reyhan sudah tidak terlihat lagi.
Saat tiba di dalam Ibu Rania membuka obrolan lebih dulu, Rania membantu membaringkan tubuh Ibunya di atas kasur dengan hati-hati.
" Apa maksud nak Reyhan tadi, dia minta maaf soal apa? " Tanya Ibunya Rania
" Emm..Bukan apa-apa kok, Ibu tidur ya sekarang sudah waktunya Ibu istirahat " Ucap Rania menghindar dari pertanyaan Ibunya
" Jawab dulu pertanyaan Ibu " Sambar Ibunya Rania penasaran
" Ibu, dokter bilang Ibu harus banyak istirahat, sekarang tidur ya! " Ucap Rania tidak ingin pertanyaan Ibunya.Tidak ingin memaksa, Ibunya Rania mengalah dan menuruti perkataan anaknya itu, ia mulai memejamkan matanya setelah membaca doa sebelum tidur.
Rania selama ini selalu menutupi apa yang sudah terjadi pada dirinya, dari hal pahit bahkan sangat pahit sekali pun ia menutup diri dari Ibunya. Ia memendam semuanya sendirian hingga membuatnya berat menjalani kehidupan, akibat dari masa lalunya membuatnya begitu sangat kesulitan untuk bisa bangkit dan melupakan masa lalu tersebut.
Saat tiba di rumah Reyhan langsung menuju kamarnya yang terletak di lantai tiga, ia menuju kamarnya menggunakan lift untuk memudahkannya untuk sampai di atas sana.
Setelah tiba di dalam kamar ia pun segera membersihkan tubuhnya terlebih dahulu dan mengganti pakaiannya, dengan balutan pakaian tidur ia membaringkan tubuhnya di atas kasur yang terlihat sangat nyaman dan elegan miliknya.
Ia berusaha memejamkan matanya untuk tidur namun usaha itu tidak berhasil karena bayangan Rania terus saja terlintas dalam pikirannya, Ia terus memikirkan Rania karena kondisi Rania terlihat begitu sangat memprihatinkan. Terlebih saat membayangkan cerita Rania yang pernah di perkosa oleh Ayah tirinya.
" Aku penasaran dengan cerita Rania selanjutnya, bagaimana kehidupan dia di masa lalu?" Gumam Reyhan terus memikirkan Rania
" Lalu apa yang dia lakukan malam-malam di tepi jalan tadi dengan pakaian terbuka seperti itu? " Gumam Reyhan terus bertanya apa yang sudah terjadi pada gadis malang itu
__ADS_1
" Ah sudahlah besok aku akan menemuinya lagi, aku akan bertanya padanya besok. Lebih baik aku tidur, badanku rasanya sangat lelah sekali karena tadi harus mengurus masalah di Restoran" Reyhan memilih untuk tidur dan tidak ingin terus-terusan memikirkan soal Rania
Reyhan adalah Ustad muda yang juga seorang pengusaha kuliner yang sukses, bisnisnya di bidang kuliner membuatnya mapan secara finansial. Ketampanannya juga menjadi salah satu bonus untuk menjadi seorang suami yang idaman bagi para wanita.
Dia dilahirkan dari keluarga yang tidak kaya, bahkan Ayahnya dan Ibunya hanya seorang penjual bakso. Namun dengan kegigihan dan support dari kedua orang tuanya Reyhan bisa bersekolah bahkan kuliah, namun saat kuliah dia sudah membantu meringankan beban kedua orang tuanya, ia kuliah mendapatkan beasiswa penuh di universitas di Arab Saudi dan ia juga bekerja paruh waktu di sebuah Restoran di sana.
Ia menyelesaikan pendidikannya selama 4 tahun di sana kemudian kembali ke Indonesia. Ia menjadi seorang ustad dan memulai bisnis kuliner dengan hasil gajinya selama bekerja paruh waktu di sana. Awal bisnisnya tidak sebesar sekarang namun karena kerja keras dan berinovasi dalam menciptakan menu-menu yang tidak biasa membuat usaha miliknya menjadi lebih besar, yang dari menggunakan gerobak keliling kini sudah menjadi Restoran yang juga sudah memiliki banyak cabang di luar kota.
Bakso menjadi salah satu daftar dari beberapa menu di Restoran, ia melanjutkan usaha Ayahnya dan mengembangkannya dengan membuat Bakso yang sangat bervariasi sehingga menarik banyak pelanggan untuk mencoba dan menikmatinya.
Dengan segala pencapaiannya itu tidak membuat dirinya menjadi sombong atau tinggi hati, bahkan semakin dia sukses maka semakin membuat pribadinya menjadi selalu rendah hati dan juga sering berbagi. Ia tidak lupa bahwa semua yang sudah dia peroleh selama ini hanya titipan dari sang maha pencipta dan pemilik alam semesta ini.
Keesokan Harinya...
Pagi hari Reyhan kembali berkunjung ke kontrakan Rania dan Ibunya, dengan penuh semangat ia melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Namun saat di perjalanan ia melihat sekumpulan warga sedang mengerubungi sesuatu, Reyhan menghentikan mobilnya untuk mengetahui apa yang sedang terjadi.
" Ada apa ini pak, kenapa ramai-ramai begini? " Tanya Reyhan penasaran
" Itu loh ada wanita yang pingsan di jalan " Jawab warga tersebut, mendengar hal itu Reyhan pun segera melihat siapa wanita itu dan ternyata wanita itu adalah Rania.
" Rania " Ucap Reyhan terkejut saat melihat Rania sudah terbaring dengan tubuh yang terluka dan beberapa di bagian wajahnya lebam.
" Apa yang terjadi pada wanita ini pak, kenapa dia bisa sampai seperti ini " Tanya Reyhan khawatir
" Tadi ada yang sengaja melemparnya dari dalam mobil secara tiba-tiba sehingga membuat wanita ini pingsan, orang itu langsung pergi dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi " Ucap saksi mata menjelaskan kronologisnya
__ADS_1
" Ya Allah, Rania kenapa kamu bisa sampai seperti ini.Pak, cepat bantu saja masukan dia ke dalam mobil saya. Saya akan membawanya ke rumah sakit" Ucap Reyhan meminta bantuan kepada para warga
Reyhan membawa Rania ke rumah sakit yang tidak jauh dari lokasi tersebut, dengan rasa khawatir dia melajukan mobilnya dengan cepat dan setelah tiba rumah sakit suster dan petugas rumah sakit segera membantu dan membawanya ke ruang IGD.