Cinta segi delapan

Cinta segi delapan
1.Takut ayah marah


__ADS_3

Cuaca tidak terlalu panas ,tidak juga mendung seorang gadis bernama Meilani azura sedang tergopoh-gopoh membawa rantang berisi makanan untuk ayahnya,seorang gadis lain menyapanya "hei mei kau mau kemana?"ucapnya gadis itulah adalah sahabat sekaligus keluarga bagi meilani bernama Eva,"seperti biasa mau mengantarkan makanan Kesawah untuk ayah"jawab mei sambil berteriak karena posisi mereka agak jauh ,"kufikir kucingmu akan melahirkan atau nenekmu akan kawin lagi sehingga kau berjalan seperti hantu"ucap Eva bercanda,meipun berhenti sambil tertawa"haha kau ada ada saja ,aku sudah terlambat nanti ayahku marah,nanti kita bertemu saja ditempat biasa" yang dibalas anggukan oleh Eva sambil menjawab oke,Meilani melangkah lebih cepat dari sebelumnya,sehingga dia hanya tersenyum setiap kali orang orang menegurnya,orang disini memang ramah baik orang tua maupun yang masih remaja,Meilani bukan orang yang sombong atau tidak ramah hanya saja dia sedang terburu-buru,

__ADS_1


__ADS_1


sampai saja akhirnya semoga ayah tidak marah karena aku terlambat batin Meilani,"ayah ini makananmu maaf aku terlambat tadi ibu lupa bahwa dirumah beras habis sehingga harus membelinya dulu warung pak amad tutup ayah,sehingga aku harus kedesa sebrang untuk membelinya"ucapku sedikit risau,"tak apa ayah belum terlalu lapar(sambil menyuap nasi berlauk kan tempe)"ucap ayahku yang sedikit berbohong,aku tahu dia bohong sebab mana mungkin ayah langsung membuka bekal kalau ayah belum lapar,"Yasudah ayah aku pamit ingin bertemu Eva"(sambil mencium tangan ayahku),hati hati ya nak ,kubalas senyuman ayahku memang begitu baik,berhati lembut,jarang sekali marah ,dan tidak pernah bosan yang butuh bantuannya ayah kerap kali menolong bahkan dirinya sendiri butuh pertolongan begitulah ayahku.

__ADS_1


__ADS_1


ya aku dari kecil sudah mempunyai resolusi ingin mengabdikan diri dikampung lahirku,sebab disini tidak ada dokter atau tenaga kesehatan jika warga disini sakit atau melahirkan harus ke desa sebrang, remaja disini bukan tidak ada yang kuliah perawat, dokter atau bidan setelah mereka lulus mereka lebih memilih pergi kekota untuk bekerja, karena minim dan kecilnya pembayaran dikampung kami karena itulah kampung Kami tidak ada yang membuka praktek,bukan masyarakat tidak mau membayar jumlah besar tapi mereka tidak punya uang,kadang sampai hutang dulu ditempat praktek.

__ADS_1


__ADS_2