
paginya Daffa mengirim sebuah pesan dengan mei " aku akan menjemputmu berangkat kuliah" belum sempat mei membalas ternya Daffa sudah ada didepan gerbang kost mei mau tak mau mei hanya mengikut saja," kau sudah sarapan? tanya daffa" ," sudah kok " ,namun Daffa memarkirkan motornya didepan warung bubur ayam ," ayok turun temani aku makan " Daffa memesan dua bubur ayam " aku tahu kau belum sarapan ini masih pagi mana mungkin kau sempat sarapan", Daffa sangat tahu posisiku "tidak usah perdulikan perkataan Rey aku tahu dia mengancammu kan kita hanya temanan aku sungguh lelah dengan Cindy yang manja dan tidak mau mengalah kadang aku merasa tertekan karena tidak ada satupun teman wanita karena Cindy ,Rey akan selalu mengancam wanita yang selalu dekatku,kau tak perlu khawatir itu urusanku". seolah tahu isi hatiku " kau tak perlu mengira aku dukun ,aku sudah lama berteman dengan Rey dan akan tahu kebiasaan selama kau ada disampingku dia tidak akan mengusikmu".
__ADS_1
setelah sarapan satu universitas hebo dengan kedatangan aku Daffa ,Meilani jurusan apoteker sedang dekat dengan Daffa omongan itu berseliweran dimana mana banyak orang yang menatap kami dengan itu terutama kau wanita ,seolah kami adalah sepasang kekasih yang punya banyak fans yang mengkhianati fans sehingga mereka kecewa, desas desus ini aku takut sampai ketelinga Cindy itulah hal yang aku takutkan membuat aku jadi tidak fokus menyerap pelajaran.
__ADS_1
Hp mei bergetar tanda ada pesan masuk ,Mei kami menunggumu dikantin ajak Lala ,kami? ucap mei jangan jangan Rey , akhirnya dengan takut aku melangkahkan diri ke kantin Lala ingin pergi ke WC dulu mau buang air kecil katanya dia tidak menyuruhku menunggu katanya ia akan menyusul saja sesampainya dikantin disitu ada Cindy,Rey dan Daffa aku sangat gugup ketika mereka menatapku terutama Rey yang melotot," ayo duduk sini mei mana Lala? tanya Cindy," dia sedang ke toilet dia akan menyusul katanya", " ayo kalian mau pesan apa kata Cindy" Rey hanya memasang minuman dan makanan ringan ,sedangkan mei, Daffa dan Cindy memesan makanan dan minuman Lala pun muncul ," kalian tidak menungguku? ", " nanti kami takut salah pesan ,jadi kamu pesan sendiri aja " ucap Daffa ringan,mei berdiri dan permisi ke toilet," mau aku temani mei ucap Cindy ", " aku cuma mau cuci tangan aja" meipun bangkit berdiri ternyata ada seseorang lelaki yang mendekati mei, "hei cantik kok kamu pacaran sama Daffa sih ,padahal yang suka kamu tuh banyak kamu menyakiti hati lelaki yang mengejarmu" , Daffa ,Rey mendekat Lala dan Cindy tidak diizinkan mendekat," apa urusannya denganmu jika mei dekat denganku ucap Daffa nyeletuk" tiba tiba lelaki itu mengepalkan tangannya dan ingin meninju Daffa ternyata mei menghalangi terkena hidung mei sehingga membuat hidung mei berdarah mei nyaris terjatuh namun Daffa langsung menangkap mei dia langsung berlari ke UKS , gerombolan tadi pun pergi karena takut dimarahi dosen dan ada perasaan bersalah karena telah salah sasaran,Lala dan Cindypun berlari mengejar Daffa ada perasaan teriris dihati Cindy ketika Daffa menggendong Cindy ,Cindy tahu kalau Daffa menyukai mei namun dia sadar ini adalah keadaan darurat dia tidak mungkin menuruti egonya.cindy memberikan minyak angin sementara lala memencet tangan mei agar cepat tersadar, akhirnya mei sadar karena bau minyak angin yang khas mei pun diobati oleh dokter beruntungnya tidak ada yang serius mei hanya mimisan kata dokter, disini memang seringkali tersedia dokter umum karena jurusan kami yang sering mengundang dokter untuk memberi wawasan agar tidak hanya mengenal obat obatan saja.
__ADS_1
__ADS_1
Daffa sangat kesal dengan lelaki tersebut berani sekali dia menganggu mei, masih terlihat rasa kekhawatirannya terhadap mei ," apa mei sering kali diganggu oleh laki laki itu?" tanya daffa terhadap Lala ," hampir setiap hari mei selalu diganggu ,bahkan dilaci kelasnya mei seringkali diberi hadiah oleh orang yang menyukainya namun mei tidak pernah kesal dan selalu baik kepada mereka bahkan barang tersebut tidak ada satupun yang dibuang oleh mei dia memberikan barang keorang orang kelas"timpal Lala ,Daffa hanya dia dan hal tersebut dilihat oleh Rey yang seolah tahu kekesalan Daffa.
__ADS_1