Cinta segi delapan

Cinta segi delapan
3.Apa bisa dibujuk?


__ADS_3

Aku menangis dikamar sesegukan (ayah selalu menyamakanku dengan kakak,aku ini mei bukan kakak)ucapku dalam hati.


flashback

__ADS_1


Aku punya kakak bernama anantasya,kakak sering dipanggil ana Kakak sama sepertiku bercita cita ingin kuliah kekota ayah dan ibuku tidak pernah melarang kakak ingin melakukan apa-apa,sampai ketika Kakak dijebak oleh teman temanya maklum seingat ku kakak adalah orang yang cantik,pandai bergaul,cerdas dan baik maklum pada saat itu aku masih sangat kecil,sehingga banyak laki laki yang sering tertarik oleh kakak tapi kakak tidak ingin pacaran dan ingin fokus kuliah dulu maka barang tidak mungkin tidak ada yang iri dengan kakakku, sehingga ada satu teman yang menaruh sesuatu diminuman kakak seperti obat perangsang agar kakakku dibilang sok polos oleh teman laki laki mereka,kakak meminumnya tanpa curiga sedikitpun ternyata obat tersebut membuat kakak pingsan kejang kejang dan mulut berbusa, mereka takut membawa kakak kerumah sakit sehingga kakak dibiarkan saja sampai meninggal,tapi ada salah satu teman yang berani kekantor polisi dan mengatakan bahwa kakakku meninggal sehingga kasus tersebut cepat ditangani dan menangkap pelakunya ternyata orang tersebut adalah teman akrab kakak sendiri bernama Sintia,Sintia mengakuh dia tidak ada niat untuk membuat kakak meninggal ,tapi Sintia tetap ditahan oleh kantor polisi namun berapa bulan langsung dibebaskan maklum anak orang kaya ,polisi membebaskan karena menyangkut soal dibawah umur ,dan ada ketidak sengajaan,ayahku sangat kecewa dengan keadilan ini tapi percuma saja kita tidak akan mampu melawan orang orang hebat.


flashback off

__ADS_1


Ayam berkokok aku bangun sambil mengusap mataku yang bengkak akibat menangis semalam,tak lupa aku sholat subuh sambil menyelipkan doa agar ayah mengizinkanku,kulihat ibuku sedang memasak sarapan aku menolong ibuku memotong bawang karena ibu ingin memasak nasi goreng,masakan ibuku sudah masak ayahku sarapan tak lupa dengan kopinya aku duduk diruang tengah sambil membaca koran tak ada yang menarik dengan berita ini ,ayahku pun pergi berangkat aku masih tetap mencium telapak tangan ayah, meskipun aku sedang marah ayah,ayah tak tersenyum denganku biasanya ayah akan tersenyum hangat dengan ,ayah pergi dengan berucap assalamualaikum, waalikumsallam ucap aku dan ibu,ibu juga pergi berpamitan denganku ingin kerumah buk Salwa katanya karena ada hajatan disana ,ibu dan ayah pergi akupun beres beres rumah mulai dari mencuci piring , mencuci pakaian, menyapu,mengepel,saat aku mengelap kaca Eva ingin mengangetkanku dasar Eva aku kan dikaca bagaimana mungkin dia tak tahu ,Eva.... dari mana kau ucapku pelan ,Eva mengagarut kepala yang tidak gatal "kok kamu tau aku disini mei?" tanya Eva lucu"ya tahu lah Eva aku sedang mengelap kaca emang kamu transparan gak kelihatan dikaca" ucapku sinis"hehe gimana ayahmu mengizinka?","tidak aku malah kena marah"," nanti aku saja yang bilang sama ayahmu ,tunggu keajaiban mulut Eva" ucapnya sombong,aku pergi dulu aku mau beres beres rumah,"oke jawabku",aku melanjutkan pekerjaanku sudah jam 9 ibu menyuruhku memasak untuk ayah dan mengantarkannya Kesawah,akupun cepat cepat memasak tak lupa setelah itu aku makan tak lupa mengisi rantang ayah semur jengkol kesukaan ayah pasti ayah suka


matahari sudah berada diatas kepala, menandakan hari sudah siang aku mengantarkan rantang keayahku sesampainya disana aku sangat kaget ternyata ada Eva disana bersama ayahku sambil memberi jempol mengapa anak itu kesetanan (ucapku dalam hati) ayahku tersenyum ramah menyambutku "terimakasih yah nak,ayah sudah sangat lapar,"yasudah paman aku pamit dulu kata Eva",cepat sekali kau giliran aku kesini kau ingin cepat cepat pulang," aku ingin mengambilkan ibuku daun belimbing soalnya dia lagi pegal-pegal " itu kepercayaan orang kampungku kalau badan terasa pegal atau sakit merebus daun belimbing adalah solusi airnya diminum mampu memberikan efek tidak pegal pegal aku tidak tahu itu benar atau tidak sebab aku belum membuktikannya,"yasudah aku pergi dulu ucap Eva ,tak lupa berasalaman dengan ayahku","tak ingin makan dulu ucap ayahku","tidak paman terimakasih","jangan beri dia makan ayah dia bisa menghabiskan semuanya",ayahku tertawa Eva tak menggubris perkataanku,Kau sangat ingin kuliah nak? tanya ayahku ,aku berfikir sekian puluh detik iya ayah ucapku.

__ADS_1


__ADS_2