Cinta segi delapan

Cinta segi delapan
13.Bertemu mama


__ADS_3

malamnya mei menghadiri acara ulang tahun Cindy mei dan lala dijemput oleh Daffa menggunakan mobil ,mei menggunakan drees selutut berwarna navy cocok dengan kulitnya yang putih menggunakan high heels berwarna hitam dan tas berwarna hitam ,mei sangat pandai memilih fashion yang cocok untuk dirinya karena mei juga sering fashion show waktu sekolah sehingga sedikit banyaknya bisa menggunakan make up,tapi mei sangat jarang menggunakan make up dia lebih sering Natural hanya menggunakan lipstik dan bedak seadanya saja, meskipun dia menggunakan make up dia tetap terlihat natural tidak terkesan menor memancarkan aura yang cantik padanya ,berbeda dengan Lala yang terkesan menor dan glamor tapi masih tetap terlihat cantik.sesampainya disana tidak terlalu ramai hanya ada 3 orang duduk dimeja yang sangat panjang dan dipenuhi berbagai macam masakan dan kue ultah yaitu Rey,Cindy dan satu orang laki laki yang belum kuketahui namanya ," mengapa kalian bisa barengan ?tanya Cindy" ," mereka tidak ada yang menjemput dan tidak ada kendaraan " jawab Daffa ," baguslah nanti pulang antar mereka pulang ucap Cindy" ,Daffa hanya tersenyum acara ulang tahun Cindy sangat meriah meskipun tidak terlalu banyak orang.


mei permisi ke toilet karena kebelet buang air kecil karena sudah dari diperjalanan tadi mei menahannya ,Rey sudah menunggu mei dari luar,rey menarik tangan mei dan mendorong nya didinding membuat mei tidak bisa bergerak karena dihadang dan sangat dekat oleh rey,"kau tidak usah sok cantik didepan Daffa,kau ingin menarik perhatiannya ya Daffa itu hanya milik adikku ,dia sudah lama menyukainya jangan sampai kau merebutnya akan kepastikan kau tidak akan bahagia" ," aku tidak niat sama sekali ingin merebut Daffa, aku hanya menganggapnya teman" ," oh bagus kalau begitu kalau kau sampai merebutnya aku akan memberikan perhitungan untukmu " Rey pergi meninggalkan Daffa.

__ADS_1


pulangnya mei dan Lala diantar Daffa dan Rey aku tidak tahu kenapa Rey ikut Daffa mengantar kami mungkin takut aku mencari kesempatan dengan Daffa sedangkan Cindy diantar Rangga pria yang tak kukenal tadi dia ternyata satu universitas dengan Eva,Daffa seringkali mengajakku ngobrol namun aku hanyak mengiyakan perkataan Daffa karena takut oleh Rey yang tiba tiba menyerang ,mereka mengantarku sampai kedepan gerbang hp ku berdering pesan dari Rey ternyata " jangan dekati Daffa jika kau ingin aman",aku masuk kamar membersihkan make upku mengambil wudhu dan sholat isya.


Ditempat lain didalam mobil Daffa dan Rey berbincang," sepertinya aku menyukai mei"ucap Daffa dalam kesepian,

__ADS_1


tidak kali ini berbeda dia baik ,cantik ,manis,polos dan sering memberikanku nasehat didirinya aku menemukan sesuatu yang tidak pernah kutemukan diwanita lain aku seperti menemukan sosok ibuku" ," jangan terburu buru semua wanita matre fa contoh wanita yang pernah menemanimu dia sama saja seperti itu", " tidak dia berbeda aku pernah mengajaknya kemall dia tidak pernah meminta apa apa dariku, bahkan aku yang memaksa untuk membelikanya baju dia bahkan ingin menggantinya" ," kau belum mengenalnya Rey jika kau telah kenal maka tak mungkin kau tidak akan jatuh cinta dengannya", "jadi bagaimana dengan adiku? dia sangat mencintaimu fa dia menunggumu". "maaf Rey untuk ini aku bukan tidak menghargai persahabatan kita namun cinta tidak bisa dipaksa".Rey hanya diam saja sambil menyusun strategi yang cocok agar memisahkan Rey dan mei.


Berbeda dengan Daffa yang berbunga bunga kini mei sedang memikirkan mengapa Rey berfikir kalau aku ingin mengambil Daffa dari Cindy padahal mei tidak punya perasaan apa apa untuk Daffa murni hanya sekedar teman, meipun akhirnya tertidur sendiri karena dia sudah sangat mengantuk.

__ADS_1


__ADS_2