
Karena itu aku memilih untuk menjadi apoteker sebenarnya dulu cita citaku ingin menjadi dokter namun aku melihat kedua orang tua takut mereka tidak mampu membiayai ku meskipun aku mendapatkan beasiswa, sehingga aku memilih untuk menjadi bidan saja paling tidak aku bisa membantu persalinan ibu dikampungku sehingga mereka tidak kedesa sebrang.
__ADS_1
yasudah aku pamit pulang sudah sore soalnya ucap Eva aku mau mengajar mengaji takut anak anak sudah menungguku,iya Eva adalah guru bantu mengajar mengaji meskipun Eva seorang yang tomboy, ceplas-ceplos,dan pemarah Eva mempunyai kesabaran yang extra dan juga jiwa keibuan sehingga mampu mengajar anak anak ,Eva mempunyai keluarga yang realistis mengenai agama tidak sholat subuh saja Eva diguyur air oleh bapaknya,bukan berarti saya tidak bisa mengaji saya pernah ditunjuk oleh pak ustadz untuk menjadi guru bantu namun karena sering pulang malam ayah tidak mengizinkanku karena takut aku diganggu oleh laki laki dikampung,padahal laki laki kampung sini sopan dan mempunyai batasan terhadap wanita.
__ADS_1
sampainya dirumah aku mengucap salam ,dan tidak ada yang menyahut aku mencari keberadaan ibuku, namun tidak ada mungkin ibu sedang pergi kerumah ibu RT karena disana ibu ditunjuk buk RT untuk menyiapkan hidangan syukuran untuk anaknya yang telah lulus kuliah, disana ibuku terkenal karena masakannya yang enak pool,dan ibuku bisa disebut sering membuat catering dikampungku, maupun kampung sebrang kadang para tetangga meminta bantuan ibuku untuk memasak di acara pesta, syukuran,hajatan dll kadang mereka hanya meminta tolong masak saja bukan untuk catering ibuku tetap membantunya meskipun uang yang dibayar tidak sebesar catering,ibuku berkata kapan lagi mau membantu tetangga meskipun tidak lewat jalur uang bisa lewat jalur tenaga.
__ADS_1
Aku keluar kamar ternyata ibuku sudah pulang dan membawa makanan ,perutku sudah keroncongan sebab siang tadi aku tidak makan karena sibuk bercerita dengan Eva ,"bawa apa Bu? tanyaku sambil membawa piring,"diberi oleh oleh sama Buk RT, Alhamdulillah sudah diberi uang diberi oleh oleh juga dari anaknya buk RT " ucap ibu kegirangan,"ayo makan buk sambil mengambil nasi ke piring","kau makan saja sama ayahmu ibu mau sholat Maghrib tadi ibu belum sempat " terang ibu ,ibu juga sudah makan tadi disana",aku makan bersama ayahku dengan hikmat , bagaimana aku membicarakan ini dengan ayahku aku takut ayahku marah,yah ucapku(ayahku menoleh) ,"yah aku pengen kuliah kekota? ayahku diam saja sambil mengunyah makanannya ,"aku mau mengambil jurusan bidan yah kalau ayah tidak sanggup untuk biayanya aku akan cari pekerjaan dikota",ayahku marah sambil berkata "bukan masalah biayanya ayah bisa cari ayah takut kamu salah pergaulan takut terjadi apa apa sama kamu,kota itu keras mei tidak semudah yang kamu bayangkan",(aku menangis)" ayah tidak adil tidak seperti orang tua Eva yang mengizinkan ini itu,hanya karena kakak ayah harus membatasi mimpiku ,aku bukan kakak yah aku mampu menjaga diriku aku hanya ingin menimba ilmu berguna bagi masyarakat disini ,ayah egois ayah tidak sayang mei (aku berlari kekamar disusul ibu yang keluar dikamar nampak bingung karena pertengkaran kami).
__ADS_1