
Pembelajaran pada sementara ganjil dikelas 9 SMP 1 Harapan sudah akan berakhir, itu artinya semua siswa akan bersiap siap mengikuti ujian semester, untuk mempersiapkan menghadapi ujian tersebut beberapa siswa ada yang membuat kelompok belajar, ada yang menikmati Minggu tenang nya dengan kumpul bareng bahkan tidak jarang ada yang pergi tamasya bersama keluarga, selain itu ada juga yang jalan jalan ke mall sekedar cuci mata...
Namun bagi Devan salah satu siswa pada kelas 9.1, SMP 1 Harapan ini tidak demikian hal nya tidak ada satupun dari pilihan tersebut yang di lakoni nya ...
Devan malah menyibukkan diri dengan menggarap sawah nya.. Membantu ibu dan nenek nya hal ini dilakukannya karena sekeliling sawah Devan ini sudah ditanami semua. Devan mengerjakan sawah ini bersama ibu dan nenek nya Karena memang Devan sudah ditinggalkan oleh ayah kandung nya... semakin kelas 2 SD sehingga hal ini membuat dirinya tumbuh mandiri
Disaat sedang asyik berkutat dengan cangkulnya banyak hal yang kadang terlintas di kepala nya... Sampai kapan sawah sawah ini akan digarap terkadang jenuh, Letih dan capek adalah teman setianya dari waktu ke waktu dan suatu ketika disaat istirahat Devan di tanya oleh ibu nya,,
Devan, "jika besar nanti engkau mau menjadi apa nak", tanya ibuk Asti pada anak sulung nya ini .
Tertegun Devan mendengar kan pertanyaan ibunya ini kemudian katanya,
"entahlah Bu, Devan nggak tau nanti mau menjadi apa...kita orang susah Bu.. Mau jadi apa kelak gak tau.
Engkau tidak punya cita-cita nak,? imbuh ibunya lagi...
Devan mengernyitkan dahi nya... Bu.. Apa arti cita-cita bagi kita orang miskin ini Bu, bisa bertahan hidup hari demi hari bulan demi bulan saja sudah bersyukur sekali Bu...
Dengan tersenyum ini nya memeluk Devan seraya berkata, Devan ada pepatah mengatakan, "gantungkan lah cita cita mu setinggi langit"
Apakah Devan pernah mendengar demikian? Tanya ibunya lagi...
Sambil mengangguk Devan menyeka buliran air matanya yang menetes di pipinya...
Namun dia tetap berusaha menyembunyikan kesedihannya itu... iba hatinya melihat ibu dan nenek nya bergelimang lumpur dengan pakaian yang lusuh setiap harinya.. Mencangkul dan menanami padi adalah rutinitas sebagai petani.
Bu, Devan ingin jadi petani saja biar bisa membantu ibu dan nenek setiap saat, sahut Devan tiba-tiba...
Ibunya tetap tersenyum dan dengan bijak ibunya menyampaikan, "Devan banyak orang yang sukses ini memulai nya dari nol..dengan melewati banyak aral dan rintangan... Banyak orang yang lebih miskin dari kita namun bisa berhasil... siapa sangka orang yang punya showroom mobil di simpang by pass sana dulunya adalah penjual rokok kemudian menjadi tukang jahit seragam sekolah..
Dengan masih tersenyum Devan meninggalkan ibunya utk menyusul nenek nya menyelesaikan menanam padi.
Sayup sayup masih di dengarnya nasehat ibu nya yang mengatakan,
"Selama nyawa kita masih di raga tetaplah berikhtiar dan berdoa, Insya Allah kelak kita akan menuai hasil dari usaha yang kita lakukan ..
Masa ujian yang di tunggu tunggu oleh seluruh civitas telah datang, semua siswa antusias untuk mendapatkan nilai maksimal. Beragam kelakuan teman2 devan, tidak jarang ada juga yang membawa catatan sebagai jimat agar hasil ujian nya maksimal..
Disebelah bangku Devan duduk seorang gadis remaja yang cantik, anaknya pintas dan baik sekali...
Siti masih tetap tenang dalam menyelesaikan lembaran demi lembaran soal ujiannya, karena memang Siti merupakan salah satu siswi burek alias pemburu rangking.
Devan juga tetap tekun dengan lembaran ujian nya... Agar bisa mempertahankan rangking nya selama ini..
Huff... Selesai juga satu mapel yang rumit ini... Gumam Devan...
Pada saat istirahat Siti sengaja mengajak Devan ngobrol sambil menawarkan ransum yang di bawa nya kepada Devan..
__ADS_1
"Dev, ini untuk mu ya, seraya menyerahkan bungkusan bontotnya..
Dengan halus Devan menolak nya..
Seraya berkata, "aku masih kenyang Siti, makanlah bekalmu selagi masih hangat...
"Kasihan lho nyokap dah capek capek menyiapkan nya pagi pagi..
Siti berdalih " saya masih kenyang Devan ini untukmu saja ya ujarnya kemudian...
Devan dan Siti memang sudah berteman baik semenjak dari kelas 7, namun mereka adalah musuh bebuyutan dalam masalah prestasi..
akhirnya siti mengajak Devan makan bareng dengan alasan karena porsinya jumbo...
Siti tahu sebenarnya devan itu lapar, Devan jarang sekali bawa bontot dan juga gk punya uang jajan, sesekali kadang dia bawa kue buatan ibu nya berupa jajanan pasar....
kelebihan Devan dari teman teman cowok dikelas nya adalah rajin membuat tugas prakarya, jago sepak bola, pengisi Mading. Hal itu yang membuat banyak dari teman teman cewek nya yang suka mintain tolong..membuat sesuatu tugas seperti memahat ukiran, lukisan dan bahkan membuat prakarya tembikar...
kelebihan lainnya dalam hal pelajaran Devan juga cepat nangkap nya dan sering ngajarin teman teman nya...
Suatu ketika guru matematika nya bilang, "Devan, jika nanti di bolehkan dalam rapor boleh menuliskan angka 10 maka nilai matematika dalam rapormu nanti ibuk tulis 10, setelah ujian ini ibuk ingin mengajakmu bersama Siti untuk ikut lomba cerdas cermat antar SMP ya...
Semangat belajarnya ya Devan, utusan sekolah ini kamu, Siti dan nanti kita cari satu orang lagi siswa berprestasi lainnya
kita harus mempersiapkan diri sebaik mungkin karena cerdas cermat kali ini untuk tingkat propinsi
Buk Arini merupakan seorang guru matematika yang paling cantik dan dekat dengan siswa siswinya meskipun mata pelajaran yang diajarkan nya sulit... Namun karena kedekatan nya membuat para siswa siswinya senang belajar matematika....
Tanpa terasa waktu ujian selesai, seminggu sudah berkutat dengan soal soal yang rumit.
Bagi sebagian siswa siswi momen selesai ujian di isi dengan mengikuti program class meeting, kegiatan ini ada yang bersifat perorangan maupun pertandingan antar kelas.
Ada bidang olahraga, pementasan teater, lomba dakwah dan tilawah, serta beberapa perlombaan lainnya.
Lain hal nya dengan Devan dan Siti, seperti yang sudah di sampaikan guru matematika nya tempo hari bahwa mereka berdua dan satu siswa lainnya akan menjadi peserta pada perlombaan cerdas cermat antar SMP tingkat propinsi...
Mewakili SMP 1 Harapan...adalah sesuatu yang di dambakan oleh Devan.
Dalam hati Devan bertanya tanya siapakah gerangan siswa ketiga sebagai peserta cerdas cermat ini..
Diruang guru ada satu siswi yang sudah hadir duluan daripada mereka berdua...
Dengan Ramah dan bersahabat Siti menyapa siswi tersebut, "Assalamualaikum Vitri, bagaimana Khabar mu hari ini, imbuhnya kemudian.
Seraya berjabatan tangan vitri membalas sapaan tersebut, Wa'alaikumus salam warahmatullah, Alhamdulillah khabar saya baik bagaimana dengan dirimu Siti, " lanjut nya kemudian...
Alhamdulillah saya juga baik, balas Siti
__ADS_1
Devan terpaku melihat kedua wanita di depannya, terlintas di benaknya bahwa yang satu mirip Dessy Ratnasari dan yang satu lagi mirip Sally Marcelina... Dua duanya cantik dan anggun...
Setelah duduk seraya menunggu buk Arini, devan berbisik ke telinga Siti,
"sttt... Itu siapa, bisik nya sambil melirik gadis yang di maksud...
Karena ruangan nya sedang senyap, bisikan itu terdengar oleh Savitri, yang spontan membuat dia melirik ke sumber suara bisikan tersebut...
ini lah permulaan pandangan mereka bertemu, namun Devan langsung tertunduk melihat senyum manis nya savitri...
Melihat hal tersebut Siti yang berada di tengah mereka mendem... "ehhemmm, saya kenalin ya Devan, ini namanya Yossi Savitri, primadona dikelas 9.8, masa iya juara kelas 9.1 yang nota bene mengenal nama nama latin tumbuh tumbuhan, mengenal rumus rumus matematika dengan baik namun tidak kenal sama bidadari SMP 1 harapan..., aneh kan.
katanya sambil ngengir...
Kemudian Siti balek bertanya ke Savitri, "Vitri sudah kenalkan sama devan"
Savitri menjawabnya singkat, "Sudah"
Kemudian buk Arini keluar dari ruangan kepala sekolah bersama guru guru lainnya
Ternyata ada rapat bersama kepala sekolah dan guru-guru tertentu terkait strategi dalam menghadapi cerdas cermat ini...
Jadilah di buat training center agar peserta lomba cerdas cermat ini dapat mempersiapkan dengan baik...
Ketiga peserta ditempa dengan baik dari ilmu ilmiah, eksakta serta bidang pengetahuan umum lainnya mereka kupas tuntas.
Devan merasakan ada debaran halus dalam hatinya saat melihat wajah ataupun senyuman Savitri..
Selama mengikuti TC tersebut, semangat nya menggebu gebu
Dalam hatinya berkata, "Savitri, kamu lebih cantik dari pada Sally Marcelina". Apakah ini pertanda saya menyukaimu...
sejurus kemudian pertanyaan yang tiba-tiba muncul itu ditepis nya
Singkat cerita perhelatan lomba cerdas cermat selesai dilaksanakan dan SMP 1 Harapan meraih juara 2 pada event tersebut.
Review dari guru guru pendamping setelah mereka membawa piala dan piagam.
"Devan, pada final hari ini saya melihat kamu kurang fokus, untung nya dua pendamping mu mampu berkontribusi dengan baik, sehingga sekolah kita bisa membawa pulang piala ini... Semoga kalian terus giat belajar dan bisa meraih prestasi yng lebih tinggi lagi, kata pak Yahya selaku wakil kepala sekolah bidang kurikulum.
"Persiapkan diri kalian dengan baik dari sekarang, karena 6 bulan ke depan, kalian akan menyelesaikan studi disini, masuklah kesekolah yang akan mengantarkan kalian untuk meraih apa yang kalian cita citakan," lanjut pak Yahya...
Nasehat ini membuat Devan teringat akan pertanyaan ibu nya ketika di sawah, kelak dia akan menjadi apa...apa cita cita nya
Kembali air mata nya jatuh..
"Aku mungkin tidak melanjutkan sekolah setelah tamat SMP ini, aku ingin bertani saja,... Membantu ibu dan nenek...
__ADS_1
Agar roda kehidupan tetap berjalan dan adek adek ku bisa bersekolah....
---------+++++++++++--------