
"Surprise...."!!!!
Begitu serempak suara teman-teman Devan sesaat setelah pintu kelas di buka...
Siti memulai maju ke depan seraya berkata, "Devan.. Hari ini genap usia mu 15 tahun, doa kami bersama semoga sisa usia mu penuh keberkahan..
Kemudian Leni, maju mendampingi Siti membawa sesuatu..
Langsung menjulurkan kado kecil ditangannya,
Kemudian dilanjutkan kan oleh Siti dengan bingkisan kecilnya....
Tak lupa amoy si bendahara kelas juga menyerahkan sesuatu...
Ini dari sum sum teman ya Devan, mudah mudahan senang dengan hadiah kecil kami...
Hari itu ada 3 bingkisan yang di peroleh Devan dari teman teman kelas nya...
Dengan tertunduk Devan berucap..
"terimakasih saya ucapkan kepada teman teman semua nya atas perhatiannya ini..
Sungguh saya kaget campur hari, karena memang ini yang pertama kalinya saya alami, mohon maaf juga saya gak bisa mengajak kawan kawan semua buat makan makan... Doa saya bagi teman teman semua nya semoga teman teman bertambah rejeki nya dan penuh berkah..."
terimakasih atas doa Devan buat kami , kata mereka hampir serempak...
Bel tanda pelajaran di mulai berbunyi seiring masuk nya guru ke dalam. Kelas dan kerumunan kembali ke bangku masing masing.
setiba di rumah kado kado tersebut di buka Devan ..
Yang pertama dibuka adalah bungkusan yang di berikan oleh amoy, isi nya berupa buku diary dan ada kartu ucapan dari semua teman teman kelas 9.1
Tiba giliran kado yang di serahkan Leni, isinya berupa jam weker, dan secarik kertas yang isinya, "MET ultah ya devan, ini ada kado kecil untuk mu, semoga dapat membantu mu. angin lebih awal, jangan marah ya jika di pagi subuh dia berdering dan membangunkan mu dari mimpi indah. Jangan sering telat lagi ke sekolah ya...
Tersenyum sendiri Devan membaca tulisan Leni tersebut, ternyata diam diam Leni dan teman teman nya perhatian juga..
Tiba giliran buat membuka kado dari Siti, ternyata isinya jam tangan...dan juga ada secarik kertas di dalam nya..
" Devan, ini hanya hadiah kecil dari saya, semoga kamu selalu ingat akan waktu, akhir akhir ini kamu sering telat kesekolah apapun alasan nya, kamu jangan menyerah ya... Waktu yang telah berlalu tidak dapat di putar ulang ya karena demikian konsekuensi dari waktu, jadi manfaatkan dengan baik masa sekarang ini, saya senang telah menjadi teman mu,
Kamu baik, kadang banyol juga, namun yang pasti di kelas kita adalah saingan dalam mengejar prestasi,
Ebtanas sudah dekat dan kita akan melanjutkan ke sekolah pilihan masing masing setelah lulus nanti...
Jangan lupakan saya ya Devan...
The best your partner""...
Siti...
Setelah membaca untaian kata kata Siti, pikiran Devan kembali menerawang...
"Ebtanas...
setelah lulus nanti saya tidak akan kemana mana, karena ijazah nya akan saya bawa tidur sebagai kenangan..." gumam Devan dalam hati...
Dibalik gorden pintu ibu nya Devan mengintip kelakuan anak sulung nya..
Sambil tersenyum beliau melangkah masuk ke kamar...
__ADS_1
seraya berkata, " anak ibu sekarang sudah besar ya, dah ada surat suratan, dari siapa itu, tanya nya menyelidik....
Akhir nya Devan menceritakan bahwa hari ini teman teman nya memberikan kado.
Sambil melihat lihat isi kado tersebut ibu menyela
"siapa diantara mereka yang dekat dengan Devan kejar ibunya lagi pengen tau ...
"Ah.. Ibu .. Semua teman Devan itu dekat semua Bu, namun hanya sebagai teman biasa saja... Ujar Devan kemudian...
Kenapa begitu ? bukan kah anak ibu juga ganteng masa iya gk ada yang suka ..."
"Devan belum kepikiran Bu," sahut Devan...
sebenarnya banyak yang pedekate Bu, namun Devan menutup diri,
Karena kalau mereka tahu kehidupan kita pasti nantinya mereka akan menjauh
Apakah ada diantara mereka yang Devan suka, tanya sang ibu...
Bu, siapa yang nggak akan tertarik melihat mereka Bu,
selain cantik Siti itu juga pintar...
Ada lagi yang lebih cantik dari lokal lain Bu nanya savitri...
itu arti nya anak ibu normal,sudah menyukai lawan jenis nya, kata ibu Devan...
Oh iya Devan, ibu mau nanya pendapat devan,"
" silahkan ibu nanya apa saja sama Devan, kenapa ibu sungkan sungkan, sela Devan..
Ibu mau minta ijin ke Devan, boleh nggak ibu menikah lagi, bagaimana pendapat devan..?
Jawaban tersebut sudah cukup bagi ibu Devan untuk menerima lamaran om Aryo
karena belakangan memang terlihat om Aryo sering menjumpai ibu dan nenek...
singkat cerita akhir nya Devan punya ayah sambung ...
Ternyata om Aryo orang nya baik dan sangat pengertian..
suatu hari setelah selesai makan malam om aryo bertanya pada Devan,
"Devan kelak kalau sudah besar nanti mau menjadi apa, kata om aryo
"semua teman teman pada nanyain cita cita om, bingung Devan..mana sebentar lagi ebtanas om..." timpal devan
Tersenyum om Aryo mendengar jawaban polos Devan, kemudian om Aryo menyela,
"Devan, sekarang om sudah resmi menjadi papa sambung untuk Devan dan adik adik Devan, jadi jangan panggil om lagi, panggil om dengan sebutan ayah atau papa ya..." demikian bijaksana nya om Aryo dalam memulai percakapan...
Nah sekarang kita fokus kembali akan apa yang menjadi cita cita Devan , biar ayah dan ibu tahu apa yang Devan ingin kan setelah besar nanti...kata ibu sambil memeluk devan
Nasib kita berada di garis kemiskinan membuat Devan tidak bisa menatap masa devan Bu, ujar Devan...
pak Aryo menimpali, "Devan siapa bilang kita berada di bawah garis kemiskinan, ayah akan membantu Devan untuk meraih cita cita Devan,
Tugas Devan sekarang fokus belajar dan persiapkan diri dengan baik untuk mengikuti ebtanas nanti, lanjut pak Aryo..
__ADS_1
"Baik ayah"....ujar devan
"devan ingin berbagi ilmu dengan yang lain dengan cara mengajarkan nya ayah," sambung nya kemudian...
Sungguh suatu cita-cita yang mulia Devan, semoga tercapai ya,... Tambah pak Aryo menimpali...
Tumbuh kembali kepercayaan Devan untuk kembali lanjut bersekolah,
Pagi pagi sekali Devan sudah bangun, malah sebelum jam weker nya berdering dana setelah sholat subuh Devan membaca baca lagi buku pelajarannya...
Melihat aura positif yang dipancarkan Devan membuat teman teman sekelasnya juga antusias dalam belajar...
Masa ujian pun berjalan sesuai dengan baik..
Hampir Semua teman teman devan sibuk mencoret coret baju seragamnya karena pertanda masa putih biru sudah akan berakhir....
Siti datang mendekati Devan yang sedang duduk di depan ruang labor.
Devan boleh aku titip tanda tangan di seragam sekolah mu, ujar Siti setelah duduk dekat Devan...
"Seragam kita ini mungkin sangat di idam idamkan oleh saudara saudara kita yang saat ini mungkin masih memakai seragam yang lusuh atau malah ada yang tidak memiliki seragam ke sekolah, seru Devan...
Siti tersenyum... kemudian berujar, " Devan setelah lulus nanti saya akan melanjutkan SMA nya di jakarta, karena papa pindah dinas ke Jakarta,
Oh ya... Dengan mengernyitkan dahi Devan merasa ada kegamangan dalam hati nya, bukan Karena Siti seorang tapi bakalan banyak teman teman yang akan mengatakan hal yang sama nantinya..
Saya akan sangat merindukan teman sepertimu nanti di Jakarta Devan, sering sering berkirim Khabar ya, pinta Siti...
habis berkata demikian siti berlalu, terlihat dengan jelas raut kesedihan di wajah Siti, hal serupa juga di alami Devan...
Namun tidak ada satupun diantara mereka yang bertindak menahan atau berkata
Kehilangan teman sebaik siti adalah sesuatu.
Ternyata itu adalah pertemuan terakhir Devan bersama Siti, Karena pada saat pengumuman kelulusan dia tidak datang demikian juga ketika penerimaan ijazah serta acara perpisahan...
Permintaan untuk membubuhi tanda tangan di seragam Devan adalah permintaan terakhir nya
jangan kan satu tanda tangan Siti, seluruh bagian baju ku ini boleh kamu buat tanda tangan.... kamu oret oret atau bahkan seragam ini boleh kamu bawa sekalian
Lirih dalam hati devan bergumam,
"aku sudah mengalami suatu perpisahan sebelum sekolah mengadakan acara perpisahan...
Riuh rendah dan gegap gempita perpisahan tidak mampu menghapuskan mendung di hati Devan ..
Siti ternyata
aku kehilangan mu
Senyum dan tawamu sering menari nari dalam ingatan ku...
Aku rindu... Rindu saat saat bersama mu..
kemana harus kucari bayang mu...
Ohhh... Siti
Kenapa Baru setelah engkau pergi baru aku menyadari arti sebuah kehilangan...
__ADS_1
Betapa bodoh ya aku... Ujar Devan dalam hati
______&&&____