
Menapaki trotoar langkah demi langkah seakan perjalanan yang akan di tempuh Devan tak bertepi... Pandangan nya kosong.. Sesekali dia menendang botol ataupun kotak yang di temukan sepanjang trotoar yang di lalui nya...
Disaat semua teman teman nya sedang sibuk mempersiapkan diri untuk memasuki Sekolah lanjutan, Devan malah terlena dengan lamunan nya yang tak bertepi.....
"kemana Dev...,? Sebuah suara membuyarkan lamunan nya...
Devan mencari sumber suara tersebut....
Hei .. Leni tumben kita ketemu disini dari mana, " balas Devan...
Ditanya kok malam balek nanya, gerutu Leni..
.
sambil garuk garuk kepala yang tidak gatal Devan nyengir....
"Aku mah jalan jalan aja ngilangin suntuk" ujar devan..
" itu yang di bonceng siapa,? Sambung Devan
"Ooo... Ini adek ku.... kenalin dulu..". Timpal Leni....
Hai.. Sapa Devan salam kenal ya. Saya Devan sambil tersenyum ke gadis di belakang Leni..
salam kenal juga, saya Pepi, " kata gadis tersebut...
"Adek mu cantik juga Len,"... Kata Devan memuji...
"ih Kutu buku dah bisa menggombal ya," kata Leni meledek....
"Tapi bener kok Len adek mu cantik," kata Devan dengan raut muka serius ...
Sambil berjalan beringin menuju halte
"ehh Dev sekolah dimana jadi nya, " tanya Leni kemudian...
"belum tau nech," ujar Devan santai
Kok belum tau... Aneh dech.. Orang orang sudah pada daftar ulang kok elu gk tau mau sekolah dimana , sambung Leni dengan nada suara yang naik setengah oktaf
"kok adek mu putih Len, " kata Devan meledek......
hmmm dah pandai mengalihkan pembicaraan sekarang ya," kata Leni kemudian..
Devan nggak mengacuhkan Leni malah dia balek nanya ke Pepi,... "pepi sekolah dimana,"..
Pepi yang di tanyain malu malu menjawab klu dia adalah siswi SMP 1 harapan...
__ADS_1
ehh Len... Kok gk ngasih tau ada adek mu sekolah disekolah kita," kejar Devan ...
Emang nya Lo pernah nanya apa, kata Leni sewot..
Entah kenapa ketika melihat raut wajah Pepi yang imut serta malu malu membuat Devan lupa pada bayangan Siti....
Sering Devan mencuri pandang sama pepi dan leni...
Namun yang dilirik pura pura nggak tau...
Sampai saat nya bus berhenti di depan merek bertiga dan Devan langsung melompat ke dalam bus...
Sambil berkata, "saya duluan ya Len, Pepi sampai ketemu lagi...
Suaranya pun hilang seiring tertutup nya pintu bis membawa Devan....
Di dalam bus devan menoleh ke belakang dan di dapati nya mata pepi mengekori kepergiannya ...
..............
Suatu senja di lain kesempatan Pepi kembali tanpa sengaja bertemu lagi dengan Devan... Kali ini mereka bertemu dengan suasana santai, Pepi sendirian di kantor pos...
Devan berusaha mencari keberadaan Leni, karena Leni dicari cari tidak kelihatan maka Devan memberanikan diri menyapa pepi
,"Pepi ,apa Khabar,? Sapa Devan
Mau mencair kan wesel kiriman mama, " sahut Pepi...
"wesel...., kok kiriman uang gk melalui bank Pep... timpal devan..
Mama di Kepulauan bang, yang bisa di jangkau hanya kantor pos ini.
Maka nya mama lebih sering mengirimi uang melalui kantor pos" sahut Pepi
Perlu di temani nggak, Kata Devan...
Boleh kalau abang lagi nggak sibuk, timpal Pepi...
Sambil menunggu mereka berdua asyik ngobrol sekedar mencairkan suasana...
Pepi lebih banyak menceritakan tentang dirinya pada Devan, ketimbang menanyakan tentang Devan...
Ternyata Pepi juga merupakan anak sulung dan saat ini tinggal bersama nenek nya, karena ibunya jauh berada di kepulauan..
Entah karena iba atau persamaan nasib atau karena memang ada rasa suka dalam diri Devan...
Spontan Devan bertanya, " boleh nggak Abang main ke rumah Pep ..
__ADS_1
Yang di tanya hanya diam saja, membuat nyali Devan jadi ciut..
Sejurus kemudian Pepi senyum senyum sendiri...
Devan tidak Bisa mengartikan maksud senyuman Pepi...
keluar dari kantor pos mereka masih berjalan beriringan dan kemudian mereka sempatin nongkrong di taman kota.. Terlihat ada rona kebahagian di wajah mereka...
Canda tawa mereka begitu riuh.... Seakan akan mereka telah kenal cukup lama
Semenjak saat itu mereka sering bertemu, jalan bareng bahkan nonton bareng juga... Namun tidak ada yang berani menyatakan kata cinta...
Semua terjadi secara alami saja...
...............
Suatu pagi Devan bertemu dengan amoy...
Teman nya yang menjadi bendahara sewaktu masih berseragam putih Dongker....
Dev nyambung kesekolah mana jadi nya,? " tanya amoy
Kaget Devan saat di tanya demikian, karena Devan memang tidak melamar kemana mana setelah menerima ijazah SMP....
entah lupa atau entah kenapa, namun yang pasti dia tidak ikut mendaftar ke sekolah lanjutan manapun.....
Saya mungkin nggak melanjutkan sekolah moy,,"
"Kenapa, ??? tanya amoy menyelidik..
yukk saya temani daftar, timpal amoy kemudian,
Singkat cerita jadilah mereka berdua pergi mencari sekolah tingkat menengah atas,
namun malang untuk SMA negeri sudah tutup pendaftaran nya, Yang tersisa hanya sekolah kejuruan dan hari inipun merupakan hari terakhir pendaftaran...
Diruang pendaftaran sebuah SMK panitianya tertegun menatap devan.... Karena memang nilai nya bagus, namun jurusan yang dipilih malah yang paling rendah skornya....
Singkat cerita akhirnya devan di terima menjadi siswa SMK tersebut...
Moy makasih ya atas bantuan mu, ikat Devan tulus...
Amoy tersebut... Selamat ya devan...
Sekarang lu jadi siswa SMK...
Tapi ingat jangan ikut ikutan tawuran antar pelajar," ledek amoy sambil berlalu...
__ADS_1
---_---