Cinta Sejati Tak Mesti Bersatu

Cinta Sejati Tak Mesti Bersatu
Acuh tapi butuh


__ADS_3

Hari-hari menjelang ujian bagi Devan berjalan begitu lambat, semua buku sudah di kupas habis oleh Devan,


Untuk menghilangkan jenuh Devan mengeluarkan sepedanya untuk jalan jalan sore.


Ketika melewati lapangan volley di kawasan lapangan kelurahan, Devan di panggil oleh temannya yang kebetulan siap siap main volley...


"Devan ikutan main yukk... , pinta temannya...


"kurang satu nech, " sambung nya kemudian...


"makasih , saya jadi penonton ajalah, sahut Devan...


Di lapangan yang tim nya kurang tersebut menyahut sebuah suara perempuan, karena memang dalam tim sore itu berbaur pemain laki laki dan perempuan dalam satu team


"Devan yuk gabung dengan tim kakak, " suara merdu milik kakak yang cantik seakan menarik perhatian Devan...


Sambil mengamati lekat lekat, "siapa kakak ini, kok tau nama saya ya..." Tanya Devan dalam hati....


Seakan tahu apa yang membuat Devan ragu kakak cantik tersebut berjalan keluar lapangan...


"Devan lupa ya sama kakak, ingat pernah lupa bayar ongkos angkot sekitar setahun yang lalu ketika kita sama-sama duduk di bangku depan... " di berondong demikian membuat Devan harus merefresh pikiran dengan cepat...


Akhirnya barulah dia teringat ketika hari pertama sekolah, karena grogi di apit cewek cantik sehingga lupa bayar ongkos oplet ketika turun di tujuan.....


Bukan Devan namanya kalau mau jujur mengakui nya dengan gampang,...


"Kejadian itu saya masih ingat kak, cuma nggak nyangka kalau ternyata kakak yang tempo hari itu yang berdiri di depan saya saat ini, " sahut Devan berdalih....


"Kenapa emangnya, lanjut kakak tersebut...


"Karena kakak yang berdiri saat ini di depan saya lebih cantik, makanya saya pangling, jawab Devan jujur....


"masa iya sich, " senyum sumringah terukir dari sudut bibir kakak tersebut.


"Udah bisa merayu kamu sekarang ya," lanjut Kakak tersebut kemudian...


Dengan polos Devan membalas," soal nya kakak yang sekarang memang lebih cantik dari yang dulu itu, "sahut nya Devan jujur.


Memang tidak dipungkiri Kakak ini memang paling cantik diantara semua cewek yang hadir di situ..


Kaki nya yang panjang dengan kulit yang putih mulus serta rambut yang di kuncir menambah anggun nya penampilannya di sore itu.


Akhir nya Devan bergabung dengan tim volley tersebut hingga sore, Devan mengambil posisi sebagai tosser karena selain teknik passing nya lebih baik sebagai pembagi bola juga karena ingin manjakan team nya yang ada dengan umpan umpan matang nya..


Di Lapangan menjadi riuh dengan gemuruh tepuk tangan penonton yang kian sore kian rame...


Dari teriakan para penonton Devan tau kalau nama kakak yang cantik itu Rina....


Dia memang tampil memukau sore itu selain tangguh sebagai Libero, blocker nya juga yahud...


Ketika poin demi poin diperoleh team, mereka saling tos sebagai penambah spirit dalam bertanding ...

__ADS_1


Hal ini menjadi sesuatu yang ditunggu tunggu oleh devan Setiap memperoleh point.


Karena selain tangan kakak tersebut lembut, juga Devan merasa nyaman kala berdiri di dekatnya...


Usai permainan bola volley sore itu kak Rina menghampiri Devan, sambil menyalami dengan tulus...


"Permainan mu bagus Devan, asah terus bakat mu ya.... Kakak melihat selain tosser kamu juga bisa menjadi Libero.


"Dua posisi itu sangat di butuhkan dalam sebuah tim volley,".lanjut kak Rina kemudian


Devan merasa tersanjung di puji demikian, secara reflek banyak hal yang dikagumi oleh Devan dari kak Rina, selain cantik, baik, kak Rina ternyata juga smart......


"Mampir ke rumah kakak yukk, ajak kak Rina ber basa basi,


Merasa mendapatkan lampu hijau Devan balik bertanya, "Rumah kakak dimana,? Sahut Devan kemudian.....


Akhir nya mereka kak Rina menjelaskan alamat rumah nya dengan rinci...


Devan merasa tersanjung diperlakukan demikian...


Dengan halus Devan menolak..


"Lain kali ya kak, hari ini sudah keburu magrib'"


"Beneran ya Dev..


Ingat janji adalah hutang.. Lanjut kak Rina dengan senyum merekah sambil jari telunjuk nya menari nari....


Dua hari setelah bertemu di lapangan volley Devan berjumpa kembali dengan kak Rina,


Masih dalam angkot suatu pagi, ternyata bangku depan sudah dikosongkan untuk Devan...


Ketika oplet tersebut berhenti di depan Devan, kak Rina memanggil nya untuk duduk di depan....


Jadilah Devan duduk di bangku depan bersama kak Rina di pagi itu...


samar namun pasti tercium aroma wangi tubuh nya serta parfum yang dipakai kak Rina..


Lembut dan memanjakan hidung..


Sepanjang perjalanan kak Rina banyak ngobrol tentang olah raga, sekolah sampai pada hal hal yang berbau politik dan berita...


Sehingga Devan merasa di manjakan oleh wanita yang matang dan dewasa ini....


sebelum berpisah kak Rina sempat menyelipkan kertas ke tangan devan, sambil mengedipkan mata dia berkata, "Untuk ongkos oplet nya biar nanti saya bayarin...


Devan turun dengan bingung dan penuh tanda tanya di benak nya...


Apakah maksudnya kertas ini...


"Nanti sore saya tunggu di terminal"

__ADS_1


Devan membuang kertas tersebut setelah membaca nya...


Akibatnya Devan lupa dengan surat tadi pagi sehingga selesai ujian dia langsung pulang...


Devan fokus dengan ujiannya hingga selesai dengan baik hingga hari terakhir.


Minggu tenang pasca ujian kembali Devan mengasah kemampuan bermain volley nya, lapangan yang menjadi tujuannya adalah lapangan volley sebelah kelurahan....


Dengan kostum lengkap Devan hadir di lapangan sore itu, namun mata nya mencari cari kak Rina yang tidak kunjungi nongol dilapangan.


Wajah cantik kak Rina tidak kunjung nongol di lapangan, sehingga mood Devan bermain volley drastis turun....


Setengah set kemudian Devan keluar lapangan dengan alasan capek,


Langkahnya lesu....


Akhir nya Devan memutuskan pulang, dengan gontai dikayuh nya kembali sepedanya...


Beberapa saat setelah kepergian Devan, kak Rina muncul dari arah lain dengan motornya...


Hal ini di ketahui dari teman Devan yang bercerita tentang keseruan permainan volley sore ini dengan hadirnya kak rina...


Besoknya devan kelapangan itu lagi...niatnya nggak bermain volley lagi... Hanya sekedar jadi penonton saja, namun hingga menjelang


Magrib yang ditunggu tunggu tidak kunjung datang....


hingga penerimaan rapor tiba Devan tidak pernah bertemu lagi dek kak rina...


Satu hal yang menggembirakan hati Devan adalah raport nya bagus sesuai dengan harapan dan beasiswa siap untuk di cairkan....


Alhamdulillah....


Devan menghabiskan mentraktir teman teman nya di kantin sekolah ....


semua teman teman yang di traktir mengucapkan selamat dan terima kasih...


Saat membayar ibuk kantin menyeletuk bertanya, " Gadis yang tempo hari bersama mu kok nggak di ajak Dev, " nya...


"Nggak bude.. itu nanti beda timing nya, sahut berlalu....


Teman teman lain masih ingin melanjutkan kumpul kumpul ini sebelum memasuki masa liburan semester nanti....


Objek lain yang akan mereka kunjungi adalah taman kota dengan....


temanya berfoto bersama dan jalan jalan


suasana gemuruh deru motor teman teman kelas devan...


Setiba nya di taman kota ada sesuatu yang hilang di diri Devan, masa masa indah bersama Pepi di taman ini kembali terkenang..


Kamu dimana, dengan siapa saat ini Pep, bisik nya lirih....

__ADS_1


-----------&&&&&-----------


__ADS_2