
Semester pertama tahun ajaran baru telah di mulai, suasana disekolah yang baru dengan teman-teman yang baru menambah keceriaan bagi semua siswa.
Antusias masing-masing siswa terlihat dalam giat nya mereka belajar, demikian pula dengan suasana kelas Devan...
Ada sesuatu yang kurang bagi Devan, kurang nya siswi yang bersekolah di sekolah kejuruan ini membuat gersang hati Devan.
Teman teman devan kadang bertanya tanya kenapa Devan masuk ke sekolah itu....
Pernah suatu ketika Devan berjumpa dengan guru matematika nya ketika di SMP dulu
Eh anak ibuk, devan apa Khabar nya, sekolah dimana sekarang, tanya buk guru tersebut .
"Alhamdulillah kabar baik buk, ibuk sendiri bagaimana, Devan di Sekolah kejuruan buk," balas Devan...
Bukannya Devan mau menjadi pengajar," lanjut buk gurunya.
Kenapa tidak masuk ke sekolah pendidikan guru aja langsung, lanjut buk gurunya lagi..
"Entah lah buk, mungkin cita-cita menjadi pengajar di tunda dulu buk, atau malah di kubur," jawab Devan frustasi.
"Ya udah, tetap semangat belajarnya ya Devan, semoga apa yang kamu cita citakan bisa tercapai, semua sekolah itu baik kok, yang penting siswa dapat menyerap pelajaran dengan baik, sahut buk guru bijaksana...
Semenjak pertemuan dengan guru matematika nya di waktu SMP dulu itu, Devan jadi sering merenung.
Apa benar saya telah masuk di sekolah yang salah, gumam Devan dalam hati...
Pepi menjadi tempat pelarian Devan dalam berkeluh kesah, mereka sering menghabiskan waktu bersama sepulang sekolah...
semua mengalir begitu saja secara alami, namun sebagai wanita suatu ketika Pepi bertanya kepada devan...
"Devan, Boleh nanya nggak, sahut Pepi suatu ketika.
Hmm, kamu kan dah bertanya sebelum minta ijin bertanya," sahut devan kemudian...
"Aku serius Devan, timpal pepi kemudian dengan mimik muka serius.
sambil menggeser duduknya lebih dekat ke Devan...
namun emang Devan nya yang super cuek, dia malah bergeser pula menjauh...
Akhirnya Pepi nekad memegang lengan nya sambil menariknya lebih dekat...
"Devan," sahut Pepi...
__ADS_1
Deg.... Jantung Devan berdebar karena kaget melihat mimik muka Pepi begitu serius.
"hmm, sahut Devan singkat..
"Kita sudah kenal lama dan sering jalan bareng, tapi di antara kita tidak ada yang mengucapkan kata cinta," lanjut Pepi.
"Kita nikmati ajalah dulu ya pep, ngapain pusing pusing mikirin kata cinta, toh kita bisa enjoy selama ini," kilah Devan.
"Aku wanita Dev, apa kata orang, kalau kita sering jalan bareng, nonton bareng, makan bareng, namun kita tidak ada ikatan, sahut Pepi mengejar...
"Tapi kita kan nggak tidur bareng, kalau sudah tidur bareng baru kita terikat dengan sendirinya, kilah Devan sambil senyum senyum....
Akhir nya Pepi bangkit dari duduk nya dari sudut mata nya terlihat butiran bening yang siap mengalir ke pipi nya...
Namun segera dia memalingkan wajahnya seraya berkata lirih...
"Devan, setelah hari ini kita mungkin nggak ketemu lagi, sambil langkah nya beranjak menjauh...
Ada getaran halus dalam nada suaranya dan sepertinya hatinya terluka karena sikap Devan yang di luar ekspektasi nya...
Dasar Devan cowok Badung, dia malah cuek dan tidak berusaha menahan ataupun mengejar kepergian Pepi...
Ada yang hilang dalam hidup Devan setelah Pepi pergi, namun entah mengapa dia cuek aja....
Melihat kondisi seperti ini Devan menjadi perhatian guru BP,
Sehingga di saat jam istirahat Devan di panggil menghadap guru BP.
Dengan langkah berat Devan menuju ruang BP...
Tok...tok....tok, bunyi pintu diketuk...
Selamat Siang buk, sahut Devan...
silahkan duduk Devan, sahut guru BP kemudian..
Devan duduk dengan ogah-ogahan
Sambil tersenyum guru BP berkata,
"Devan, kamu masuk sebagai salah satu calon siswa peraih beasiswa Supersemar"
"Apa maksud nya itu buk, tanya devan.
__ADS_1
"Karena nilai NEM dan ijazah mu tertinggi ditambah nilai harian mu juga bagus maka sekolah akan memberikan beasiswa, " kata guru BP menjelaskan.
"Nilainya setara dengan uang SPP setahun yang akan di bayarkan pada saat kenaikan kelas nanti, lanjut guru BP kemudian.
Isi formulir ini dengan benar dan serahkan ke ibuk secepatnya ya, timpal buk guru kemudian...
"Baik buk, " sahut Devan singkat sambil mengambil lembaran formulir tersebut.
Devan, sahut guru BP sejurus kemudian,
"Harapan saya dan sekolah ini kamu maksimal belajarnya ya, jangan jadikan sekolah ini sekedar pelarian atau dan tempat bermain main, hanya karena kamu tidak diterima disekolah yang kamu idam idamkan.
Sekolah ini telah banyak mencetak lulusan lulusan terbaik dan lulusan dari sekolah ini banyak yang mendapatkan promosi untuk bekerja di perusahaan swasta ataupun BUMN... Dan satu yang perlu kamu hayati adalah bahwa sekolah ini bukan pilihan yang buruk bagi mu Devan, masa depan mu berawal dari sini, jadi serius lah menapainlanhkuh mu dalam mengejar cita cita...." Lanjut guru BP menjelaskan lebih detail...
Devan hanya mengangguk...
Hatinya kosong, antara bahagia atau sedih,
"Aku tersesat di jalan yang benar," sahut Devan lirih...
" benar saya setuju," kata guru BP hanya tersenyum
Dia nggak tau mesti sedih atau kah bahagia, tempat dia curhat dan orang yang selalu dijadikan tempat berbagi cerita sudah berhari hari tidak ada khabar berita nya .
Devan merasa kehilangan....
"Pepi dimana kamu," bisik nya lirih.
Devan, kamu sedang jatuh cinta ya," ,canda guru BP setelah mendengar gumaman Devan...
Siapa Pepi, ?.... lanjut nya kemudian
Akhirnya devan menceritakan semua masalah nya bersama Pepi ke guru BP nya...
Dengan bijak guru BP nya mengatakan,
"Kita baru menyadari kehilangan setelah orang itu berlalu meninggalkan kita, maka ketika kita masih bersama nya perlakukan dia dengan baik dan jangan menyakiti hatinya, bisa jadi kita akan menyesalinya setelah nya ...kemudian ketika kita berniat minta maaf, dia sudah jauh berlalu...
"kehidupan ini seperti air mengalir, air yg sudah mengalir melewati kita tidak mungkin dapat kita raih kembali"....lanjut guru BP menasehati
Begitu meresap nasehat guru BP nya bagi Devan..
Bahagia karena sekolah ini ternyata menjanjikan harapan dan masa depan yang baru...
__ADS_1
____&&&&&&_____