
Masa masa SMA adalah masa masa yang paling indah, begitu menurut sebagian banyak orang. Banyak kenangan dan nostalgia yang sering ingin diulang kembali oleh sebagain orang...
Penuh canda dan tawa dan saat saat mulai tumbuh nya bilur bilur cinta di hati kawula muda...
Devan kali ini sudah tampil penuh percaya diri dalam mengejar cita-cita...
Tekad nya sudah bulat untuk menjadi siswa terbaik di kelas nya...
Agar beasiswa nanti nya bisa masuk kantong...
Suatu hari ketika keluar dari pustaka, Devan dikagetkan oleh sosok seorang gadis yang sedang membaca Mading....
berdesir darah nya sambil menatap nanar pada gadis tersebut....
Perlahan dia mulai melangkah mendekati gadis tersebut....
nyaris tak percaya dengan setengah berbisik dia menyapa...
"Pepi...." sahut Devan pelan
Sang gadis menoleh sambil tersenyum,
Terlihat lesung Pipit disudut bibirnya yang mungil....
"Hai bang Devan," balasnya sambil terus tersenyum...
Devan masih melongo, seperti melihat hantu saja...
Maklum sudah beberapa bulan Pepi menghilang tanpa Khabar dan tiba-tiba nongol di depan nya...
"Halloo... Kok malah bengong, " lanjut Pepi kemudian...
Sa..saya... Nyaris nggak percaya, beneran kami ternyata, " sahut Devan sambil terbata bata..
"iya ini beneran aku, " kata pepi gemas sambil mencubit pipi Devan...
"Aku rindu kamu Pep, " sahut Devan spontan...
Dengan mata membulat Pepi nyaris tak percaya atas apa yang barusan di dengarnya..
Namun pipinya juga memerah, bahagia campur hari.... Senyuman paling manis terukir di bibirnya...
Ingin memeluk namun nggak mungkin karena masih banyak siswa lainnya, mau nangis apalagi... Gemes juga...
Karena orang yang selama ini hilang dari hatinya telah ketemu kembali....
Semua rasa bercampur aduk menjadi satu, demikian juga dengan Devan sendiri...
Mereka memiliki perasaan yang sama..
Lama mereka saling terdiam, tanpa ada yang memulai percakapan....
Lamunan mereka berdua buyar saat dengar ledekan dari siswa sebelah yang sama-sama baca Mading...
"Hmm... Ada yang lagi fall in love nech, " ledek nya.
Seketika keduanya kaget dan tertawa bareng...
"Ke kantin yukk," ajak Devan sambil meraih tangan Pepi....
Mereka berdua akhir nya melangkah ke kantin...
Di kantin mumpung sepi dan momen itu dimanfaatkan oleh mereka melepas rindu saling bercerita tentang apa saja yang terjadi selama mereka tidak bertemu...obrolan mereka jadi lepas saking sama sama rindu nya...
__ADS_1
Tertawa bersama, senyum bareng dan tidak jarang mereka tangan mereka kadang saling menggenggam erat ...
Ternyata Pepi mendapatkan tugas dari sekolahnya untuk mencari contoh pembuatan Mading dan kliping....
Bel tanda istirahat usai dan Devan harus kembali ke kelas,dengan berat hati meski seakan tak rela...
Genggaman tangan mereka harus terlepas...
Mata pepi mengekori kepergian Devan dengan berat ....
Tinggal sendiri di kantin yang baru pertama kali dimasuki nya adalah sesuatuapapagi masih ada beberapa siswa lainnya yang melirik nakal....
Beruntung sesaat kemudian Devan balek kembali ke kantir hal ini karena guru mapel berikutnya tidak hadir, Devan bisa pulang cepat.
Selanjutnya mereka naik angkot bareng bersama siswa siswa lainnya... Berhubung karena angkotnya penuh dan bangku nya terpisah sehingga kesempatan ini dianfaakan oleh Beberapa senior Devan... ada yang menggoda Pepi, minta kenalan atau ngajak ngobrol sekedar basa basi saja...
Devan tersenyum saja melihat kelakuan para seniornya ini....
Ada yang ngotot menanyakan nama Pepi, bahkan kadang memaksa juga..
Sambil mengulurkan tangan untuk bersalaman.... Tapi Pepi hanya tersenyum saja sambil melirik Devan...
Eh yang dilirik malah pura-pura nggak lihat...
beruntung penumpang d sebelah Devan turun dan dengan seketika Pepi langsung melompat duduk kesebelah Devan,.
Sambil tangannya memegang lengan Devan....
seketika gerombolan senior Devan bungkam.
Setelah turun dari angkot Pepi masih menggayut manja di lengan Devan, melihat kondisi ini mereka jadialas pulang dan kesempatan ini dimanfaatkan oleh
mereka berdua untuk jalan jalan ke taman kota...
Mereka berteduh di bawah pohon rindang dimana di sana tersedia beberapa bangku kecil untuk duduk....
"Bang Devan, kamu merasa kehilangan nggak selama kita tidak ketemu, sahut Pepi memulai percakapan...
"nggak.." balas Devan ...
Keluar gengsi nya Devan buat mengakui...
"Bohong, buktinya tadi Abang bahagia banget ketika ketemu Pepi, ".sahut Pepi kemudian
Sambil tangan nya memukul pundak Devan gemas...
Sambil menghindar Devan berlalu menjauh...
Ternyata Devan menghampiri penjual es campur, kemudian dia kembali sambil membawa 2 gelas es campur di tangannya.
"Makasih, " sahut Pepi ketika di sodori es campur tersebut ...
Makasih nanti ya, setelah gelas nya di balikin, sahut Devan....
Sambil menyeruput es masing masing, tiba Pepi buka suara....
"Bang Devan, hatimu sedingin es ini, sahut Pepi...
Aku cari dirimu dalam gelap malam ku, aku berharap bisa bertemu dengan mu walau hanya dalam mimpi...
Tapi harapan ku sia sia... Hari berganti hari ku pendam rasa ini sendiri....
Namun wujudmu tak kunjung hadir...
__ADS_1
Ingin rasa nya aku menyerah, kan ku bunuh rasa ini...
Lanjut Pepi kemudian....
Devan seperti nggak mendengar kan dia terus asyik dengan minuman di gelas nya...
Hingga sendok terakhir...
Tanpa sadar di sebelah Pepi sudah berjalan dekati pohon bunga yang sedang mekar...
Tangan nya ingin meraih untuk memetik bunga itu ..
"Jangan di petik bunga itu, sahut Devan dari kejauhan..
"Kenapa tidak boleh," tanya Pepi...
"itu akan membuat keindahan taman ini berkurang, " jawab Devan...
"Sekalipun bunga ini akan ku persembahkan untukmu,..? kejar Pepi lagi...
"Iya,.." kata devan
Karena bunga itu setelah dipetik akan layu...
Sesaat Pepi terdiam ...
Apa maksud Devan ini....
"ya sudah lah, nggak jadi," gumam nya lirih...
Sambil melangkah mendekati Devan dan menyodorkan gelas ya yang sudah kosong...
Devan malah berkelit....
"Balikin Sono ke tukang es nya, sahut Devan sambil menunjuk ke penjual es nya..
Akhir nya dengan langkah berat Pepi mengembalikan gelas tersebut....
Ketika dia berbalik dan akan beranjak pergi..
Abang penjual es bilang, "Neng .... es nya belum di bayar," sahut nya kemudian...
Sambil merogok kantong dia melihat ke arah Devan yang senyum senyum sendiri....
Setelah membayar Pepi berjalan mendekati Devan seraya berkata, "Duh sabar nya aku menghadapi makhluk yang satu ini," sambil mengurut dada....
Sambil tersenyum menggandeng lengan Devan... "yukk pulang yukk, katanya Pepi...
Sambil berjalan dia sandarkan kepalanya ke bahu Devan, .... Dalam dia dia mencari ketenangan...
Serasa hati nya damai ....
Devan membiarkan semua itu, dalam hati Devan ingin merangkul pundak Pepi, namun karena masih berpakaian sekolah niat itu diurungkannya....
Tapi dalam hati nya tumbuh suatu rasa yang sulit diungkapkan...
Damai dan bahagia...
"Inikah cinta itu" tanya Devan dalam hati....
Besok dan lusa nya mereka juga menjadi sering bertemu,
Hingga sampai saat akan masuki ujian semester mereka akhir nya kembali menjaga jarak dan fokus dengan pelajaran sekolah masing masing...
__ADS_1
-----++++---------