
6 TAHUN BERLALU
6 tahun berlalu setelah kelahirannya pangeran. Kini para pelayan pangeran DOUNG HUA di buat kelelahan oleh pangeran doung hua sebab pangeran doung hua pergi tanpa memberi tahu siapapun hingga kaisar qhishung marah pada pelayan pangeran doung hua yg kurang memperhatikan putranya menurut kaisar.
pangeran doung hua adalah anak yg super aktif pintar dan suka kebebasan. setelah sangat lama para pelayan istana mencari pangeran akhirnya pangeran di temukan sedang memanjat tembok pagar istana ia hendak keluar istana namun dari kejauhan pelayan istana melihatnya dan memanggil pangeran doung hua. pangeran doung hua yg merasa namanya dipanggil pun panik dan bergegas naik ketembok pagar hingga akhirnya bisa sampai di atas tembok pagar. pangeran doung hua hendak begegas turun namun salahsatu kakinya tertangkap pelayannya pangeran pun membrontak.
"inhi lepaskan kakiku aku mau pergi sebentar,"ucap pangeran pada inhi pengasuhnya sejak kecil.
"Maaf pangeran saya tidak akan melepaskannya lebih baik sekarang pangeran ikut kami pulang ke istana kaisar dan ratu sangat marah,"ucap inhi.
"Tidak aku mau pergi sebentar,"ucap pangeran sambil mengiaskan kakinya dan segera turun dari tembok pagar istana dan segera lari tanpa alas kaki karena sepatunya tadi terlepas di tangn inhi pelayannya.
Pangeran terus lari hingga sampai di pasar. pangeran melihat sekeliling banyak anak anak kecil kaum budak jelata bermain pangeran tak segan untuk bergabung dengan mereka untuk bermain. saking asyiknya bermain pangeran kini merasa lapar salah satu teman bermainnya mengerti dia lapar hingga pada akhirnya di ajaklah dia ketempat pengantrian bubur gratis yg di adakan setiap hari oleh keluarga kerajaan. pada saat sampai di tempat pengantrian bubur pangeran di hadang sekelompok orang yg mengetahui identitas dirinya adalah pangeran.
"siapa kalian dan mau apa kalian,"ucap pangeran tegas.
"jangan banyak bicara,ikut dengan kami,"ucap sekelompok preman tersebut.
__ADS_1
"jika kaļan bisa menyentuhku maka aku akan ikut kalian tanpa membrontak,"ucap pangeran menantang.
"baik,"ucap mereka.
para preman itu pun bertarung 1 lawan satu dengan pangeran semua temannya dan para warga menyaksikan aksi pangeran yg lihai dalam bela diri satu per satu pangeran mengalahkan mereka namun karena jumlah mereka 8 orang pangeran mulai kelelahan karena usianya yg masih 6 tahun. pangeran mulai lelah namun pangeran tak mau di tangkap oleh preman preman itu hingga akhirnya dia memilih lari menghindari mereka semua terjadilah kejar kejaran. pangeran sudah sangat lelah kakinya terasa sangat perih karena lecet pangeran tidak tau harus bersembunyi dimana sementara para preman itu sudah mulai datang saat pangeran bingung bersembunyi tiba tiba ada tangan yg menarik lengannya dan mengajaknya bersembunyi. karena pangeran terkejut pangeran hendak berteriak namum mulutnya langsung di bungkam dengan dengan kue bakpao oleh gadis kecil yg menolongnya.
ssssstttttt
"Diam jangan bersuara kalau tidak mau tertangkap,"ucap gadis kecil tersebut dan di balas anggukan oleh pangeran. pangeran yg merasa lapar sejak tadi akhirnya bakpao yg menjadi pembungkaman mulutnya ia makan habis. Gadis kecil itu tau pangeran doung hua itu kelaparan langsung memberikan 1 kue bakpao lagi.
"Siapa namamu,"ucap pangeran yg di balas satu jari telunjuk di bibir pangeran agar diam karena para preman itu datang. Gadis itu pun mengajak pangeran berdiri dan berjalan perlahan meninggalkan tempat persembunyiannya secara perlahan mengendap endap. Merekapun berhasil kabur pangeran yg sudah lelah langsung duduk di bawah pohon dan membuka kaos kakinya yg penuh darah karena kakinya lecet lecet. Gadis kecil itu melihat luka luka di kakinya itu segera mendekat dan mengeluarkan sapu tangannya lalu membalutkannya di kaki pangeran. pangeran yg penasaran pada gadis itu pun meňoba bertanya lagi.
Belum sempat menjawab sudah ada yg memanggil pangeran dan mendekat pada pangeran. para pelayan yg melihat pangeran terluka kakinya langsung menampar gadis itu mengira gadis itulah yg melukai pangeran. Pangeran amat marah pada pelayannya itu pangeran hendak memukul pelayan itu namu pangeran mendengar seseorang memanggil nama yulian. Pangeran menatap gadis itu namun para pelayan pangeran segera membawanya pergi. Pangeran berjalan pergi sambil tetap menatap teman yg nenolongnya itu pangeran melihat seorang wanita yg mendekatvpada temannya itu sambil menyebut nama yulian.
"yulian kau dari mana saja ibu khawatir padamu,"ucap chiyuzu pada putrinya.
"Aku baik bu, maaf sudah membuat ibu khawatir,"ucap yulian.
__ADS_1
Ya gadis yg menolong pangeran adalah yulian anak dari shinha yg lahir di dalam sumur kering.
"yulian ayo pulang adik dan ayahmu juga sudah pulang mereka menunggumu untuk makan siang,"ucap chiyuzu yg di balas anggukan yulian.
kediaman chiyuzu
Setelah selesai makan siang chiyuzu meminta anak anaknya untuk mandi dan segera berganti pakaian karena paman mereka akan datang menjemput mereka untuk menemui kakek guru mereka di perguruan wudhang. mereka pun pergi mandi. sedangkan chiyuzu melamun sedangkan suaminya yg tau apa yg ada dì dalam pikiran istrinya langsung memeluknya dari belakang.
"kau sedang memikirkan lian'er,"ucap yanming suaminya.
"benar, 6 tahun berlalu sekarang dia sudah besar dan tumbuh dengan sangat pintar aku takut kalau dia tau yg sebenarnya aku dan kau bukanlah orang tua kandungnya. aku takut dia akan menanyakan dimana orang tuanya dan aku takut orang yg akan membunuhnya juga akan mengetahui dirinya masih hidup. yanming itu sebabnya aku meminta kakak luo ping untuk membawanya pergi ke wudang bersama paman xie xieu aku ingin mereka belajar ilmu bela diri agar mereka bìsa melindungì dirinya sendiri juga orang lain,"ucap chiyuzu menangis sedih di pelukan suaminya. Tapi siapa sangka pembicaraan mereka terdengar yulian hingga yulian dan soo tang mengetahui semuanya. yanming dan chiyuzu terkejut dan bingung melihat deraian air mata yùlian bercucuran tanpa suara. chiyuzu mendekat pada yulian dan bejongkok di depan yulian sembari mengusap air mata yulian dengan tangan kanannya.
"lian'er,"ucap chiyuzu lembut dan langsung memeluk yulian dengan isak tangis berbeda dengan yulian yg hanya meneteskan air mata tanpa suara. Yanming mendekat pada yulian dan istrinya lalu memeluknya. soo tang yg melihat kakaknya mengis tanpa suara mencoba mengusap airmatanya sambil berkata.
"kakak walaupun kita bukan saudara kandung tapi aku janji akan jadi saudarimu selamanya kita tetaplah keluarga kakak jangan sedih dan takut ya aku akan melindungi kakak,"ucap soo tang.
Setelah beberapa saat luo ping datang menjemput yulian dan soo tang. chiyuzu dan yanming menceritakan semuanya pada luo ping tentang expresi lian'er yg lebih diam dari sebelumnya. Luo ping paham apa yg di alaminya luo ping segera membawa yulian dan soo tang namun sebelum yulian pergi chiyuzu memberikan apa yg jadi peninggalan ibunya yaitu sebuah kalung dan cincin yg dulu ibunya berikan pada chiyuzu di saat saat terakhir nafasnya. chiyuzu memakaikan kalung dan cincinnya pada yulian laluvpergilah mereka ke perguruan wudhang. Saat setengah perjalan menuju wudhang yulian yg jalannya kurang fokus dia tergelincir kebawah hingga tak sadarkan diri dan hanyut ke sungai. luo ping dan soo tang berusaha mencarinya namun hari yg mulai malam dan akan segera turun hujan akhirnya luo ping dan soo tang berhenti mencari yulian dan mendirikan tenda untuk sootang.
__ADS_1
Bersambung......