
Hari demi hari soo tang semakin sembuh tak jarang soo tang yg sudah mulai akrab dengan yulian dan yg lainnya serta kakek guru pun akrab, soo tang suka sekali menjahili xiaofu dan yulian namun tiba tiba soo tang penasaran pada yulian ygselalu diam jika iya tanyai sesuatu dan soo tang berjalan mendekati xiaofu lalu bertanya tentang yulian.
"kak xiaofu aku bawakan teh dan juga kue untukmu kemarilah cicipi,"ucap soo tang.
" wwaahhh kau baik sekali padaku dan kuenya terlihat sangat enak,"ucap xiaofu.
"kakak kalau begitu cobalah jika enak dan kakak xiaofu senang aku akan membuatkannya lagi untukmu,"ucap soo tang tersenyum.
"baiklah aku akan mencobanya,"ucap xiaofu yg langsung mencobanya.
"waaahhhh soo tang ini enak sekali siapa yg mengajarimu,"ucap xiaofu.
"ibu yg mengajariku,"ucap soo tang.
"kalau begitu aku ingin main ke tempatmu saat kamu sudah sembuh total dan aku ingin belajar membuat kue bersama ibumu bagaimana boleh kan,"ucap xiaofu membuat soo tang sedih.
"soo tang ada apa, qpa aku menyinggungmu,"ucap xiaofu merasa bersalah.
"tidak kak hanya saja aku tidak bisa membawamu menemui ibuku untuk belajar membuat kue,"ucap soo tang sedih.
"kenapa kenapa tidak bisa,"ucap xiaofu.
"karena ibuku sudah meninggal,"ucap soo tang sedih.
"meninggal,"ucap xiaofu yg di balas anggukan oleh sootang lalu soo tang pun menceritakannya.
__ADS_1
"Beberapa bulan yg lalu aku hendak pulang dari perguruan wudhang ke JC menemui orang tuaku. namun pada saat aku sampai di rumah aku mendengar suara pertarungan yg hebat aku pun berlari pada saat itu aku melihat ayah dan ibu sedang bertarung melawan gadis muda entah siapa aku tidak tau. Aku ingin menolongnya namun ayah melihatku dan memberi isyarat agar aku tak mendekat akhirnya ayahku terbunuh begitupun ibuku yg melihatku hendak masuk untuk membantu ibuku pun melarangku hingga pada akhirnya ibuku pun terbunuh dan wanita itu pergi membawa perbintangan kakakku di tangannya. setelah wanita itu pergi aku masuk dan mendekati orang tuaku ayahku benar benar sudah tiada pada saat itu ibuku masih bernafas aku sempat merasa senang aku pun hendak mencari obat obatan yg di racik ayah namun ibu menarikku sambil berkata memintaku mencari kakakku dan memberikan sesuatu padanya namun sampai saat ini aku belum bertemu dengannya,"ucap soo tang sedih xiaofu pun memeluknya. Yulian yg sedari tadi mendengarnya di balik pintu pun menangis tak menyangka orang tua angkatnya pun sudah tiada yulian sangat terpukul menangis pilu. Xiaofu mencoba menenangkan soo tang.
"soo tang jangan bersedih anggap saja aku kakakmu kamu mengerti, oh ya siapa nama kakakmu,"ucap xiaofu.
"Nama kakaku sama dengan nama orang yg selalu kamu panggil idiot itu,"ucap soo tang.
"maksudmu yulian,"ucap xiaofu yg di balas anggukan oleh soo tang.
"Tapi.... kamu pintar ayah dan ibumu juga pintar ahli bela diri jadi tidak mungkinkan kalau kakakmu itu si idiot itu,"ucap xiaofu.
"Aku tidak pintar kakakku jauh lebih pintar segalanya apapun dia bisa namun pada saat kami hendak pergi menuju wudhang kakakku tergelincir dan jatuh kesungai yg sangat deras. Ayah dan ibu sudah mencoba mencarinya bertahun tahun namun belum di temukan,"ucap soo tang.
"tunggu dulu kakakmu hanyut di sungai,"ucap xiaofu yg terkejut dengan cerita soo tang bahwasannya xiaofu tau kalau yulian juga di temukan di sungai oleh guru.
"iya, ada apa kak apa kakak tau sesuatu tentang kakakku,"ucap soo tang.
"benarkah kak,"ucap soo tang yg di balas anggukan oleh xiaofu, soo tang pun berlari keluar namun saat membuka pintu dan hendak keluar soo tang melihat yulian yg sedang duduk di samping pintu sambil menatap bintang. Soo tang pun mendekatinya dan duduk di sampingnya. Namun tak ada yg memulai obrolan karena sama sama canggung. Hingga akhirnya yulian memulai obrolan.
"Datanglah kekamarku,"ucap yulian dan langsung pergi meninggalkan soo tang. Soo tang pun kaget dengan suara yulian yg tak biasanya seperti orang bodoh dan sekarang seperti wanita tegas dan normal. Soo tang pun pergi kekamar yulian dan di sana soo tang melihat lukisan dirinya dan orang tuanya serta yulian dulu. selama ini tak ada yg berani memasuki kamar yulian yg di anggap kotor karena yulian orang idiot pasti tak pernah membersihkan kamarnya. Tapi siapa sangka kamarnya begitu tertata rapi dan indah. Melihat lukisan tersebut soo tang menangis dan menatap yulian yg sedang sibuk membuat teh serta menyiapkan makanan di meja kamarnya. Yulian yg merasa di tatap oleh adiknya yg memiliki seribu pertanyaan langsung membuka topik obrolan.
"Apa kamu tidak mau makan,"ucap yulian canggung. Namun soo tang hanya diam meneteskan air matanya.
"Kemarilah dan duduklah kita makan bersama,"ucap yulian menahan tangis.
Soo tang pun berjalan mendekat dan duduk.
__ADS_1
"Aku buatkan kamu sup ayam kesukaanmu serta kue kesukaanmu makanlah,"ucap yulian sambil mengambilkan sup untuk soo tang.
Soo tang yg sudah tak bisa menahan kesedihannya dan kerinduannya pada yulian pun pecah tangisnya dan langsung berdiri memeluk yulian, yulian yg di peluk pun tak bisa menahan tangisnya lagi.
hiks hiks hiks
"Kakak aku merindukanmu aku sangat merindukanmu, kakak ayah dan ibu sudah tiada mereka di bunuh kak hiks hiks hiks,"ucap soo tang menagis di pelukannya.
"Maafkan kakak maaf, katakan siapa yg membunuh ayah dan ibu, soo tang katakan padaku,"ucap yulian menangis.
"Aku tidak tau dia siapa kak aku tidak mengenalnya,"ucap soo tang melepaskan pelukannya.
"kakak sebelum ibu meninggal dia memberiku ini agar ini di berikan olehmu ibu bilang bahwa ayah percaya kau masih hidup,"ucap soo tang. Yulian pun mendekati soo tang dan mengusap air matanya seketika tangis soo tang kembali pecah.
"Kakak aku hampir putus asa mencarimu dan aku berfikir bahwa aku akan hidup sebatang kara tak kusangka ayah dan ibu benar bahwa kakak masih hidup,"ucap soo tang senang.
"kakak juga senang akhirnya kakak bertemu dengan adikku yg bawel dan manja ini,"ucap yulian menghibur adiknya.
"Coba kita lihat apa yg sebenarnya ingin ibu tunjukan padaku,"ucap yulian.
"Cepat kak buka aku juga penasaran sekali, apa mungkin itu peta harta karun kak,"ucap soo tang polos.
"Apa kamu lupa ayah dan ibu bukan penggila harta jadi tak mungkin menyimpan peta harta karun,"ucap yulian yg membuat soo tang menganggukan kepalanya membenarkan ucapan kakaknya.
Yulian pun membukanya bersama soo tang saat di buka dan membacanya yulian dan soo tang pun terkejut dengan isi tulisannya.
__ADS_1
Bersambung.....