
Di bawah pohon sakura yulian berdiri menatap pemandangan di sekitarnya dengan oerasaan sedih sembari mengingat masa kecilnya bersama keluarganya yg bahagia jauh dari kata sedih.
"Ayah, ibu walaupun kalian bukan orang tua kandungku tapi kalian menjagaku dengan nyawa kalian. Sebenarnya takdir apa yg sedang kujalani ini aku lelah dengan perjalanan ini tanpa kalian, aku merindukan kalian sangat merindukan kalian. Di hari pernikahanku bukannya kebahagiaan yg aku rasakan namun yg aku rasakan malah sebaliknya. Aku merasa setiap hari kematian sangat dekat denganku andai aku di suruh memilih antara masa depan dan masa lalu aku lebih memilih masa depan dari pada masa lalu yg membuat aku terjerat sekarang aku lebih memilih untuk tidak mengetahui masa laluku," batin yulian sedih.
Yulian duduk di bawah pohon sakura dan bersandar di bawah pohon itu dengan perasaan yg kacau. sejenak yulian teringat dengan kejadian di istana yg menunjukan bahaw semua orang melihatnya beperilaku normal layaknya orang yg normal bukan idiot yulian menghela nafasnya dan mencoba menetralkan pikirannya.
"Apapun yg terjadi inilah saatnya untuk menjadi diriku yg sebenarnya dan akan ku tunjukkan dan ku wujudkan semua impian kedua ibuku.
Untuk ibuku chao sinha akan kutunjukkan perubahan yg besar di kerajaan jiang dan melindungi mengayomi rakyat di sana.
Untuk ibu chiyuzu akan ku penuhi tugasku sebagai anak seperti yg kau inginkan dan melalui pernikahan ini akan ku ubah semuanya di bawah kendaliku. itu janjiku pada kalian untuk ayah yanming akan ku turnkan dan ku perluas tehnik pengobatanmu dan akan ku genggam sendiri dan untuk ayah kandungku YANG XIAO tunggulah putrimu datang dan membuat kepalamu menunduk dihadapan semua orang dan untuk ibu suri kerajaan jiang akan kuruntuhkan kesombonganmu di hadapan makam ibuku," ucap yulian penuh dengan amarah.
Yulian pun pergi dan menuju kerajaan zang di sana kaisar dan soo'er sedang cemas memikirkan yulian yg tak kunjung pulang.
Yulian mulai masuk di gerbang istana dengan dirinya yg sebenarnya tanpa wajah idiotnya. Semua pengawal yg sekarang tau status yulian pun langsung memberi hormat, mereka pun sedikit merinding melihat wajah yulian yg penuh dengan aura dingin. Yulian terus berjalan menuju kamar kaisar.
"Hamba memberi hormat pada kaisar yg agung," ucap yin lin.
"Ada berita apa," ucap kaisar penuh expresi dingin.
"Yang mulia saya ingin memberitahukan pada anda bahwa istri anda........author simpan dulu nanti kita bahas ini di lain episode😊.
"Baiklah terima kasih informasinya sekarang kau boleh pergi,"ucap kaisar.
"Maaf yg mulia apakah anda benar benar mencintai istri anda," ucap yin lin ingin tau.
"Lancang berani sekali kau menanyakan hal itu, jalankan saja tugasmu dan jaga dengan baik dia sangat berharga bagiku, apa kau mengerti," ucap kaisar menatap tajam pada yin lin.
"Baik yg mulian hamba pamit undur diri," ucap yin lin.
" Kenapa yang mulia mencintai wanita itu, kenapa yg mulia tidak bisa mencintaiku apa kekuranganku. Aku dan dia sudah puluhan tahun bersama tapi aku tak bisa membuat hatinya tertarik padaku dan aku hanya bisa menjadi penjaga bayangannya saja," ucap yin lin yg sedih karena cintanya bertepuk sebelah tangan.
__ADS_1
Ingat yah yin lin seorang wanita yg mahir dalam beladiri dan pedang.
Yulian sedang terus berjalan tuba tiba tangannya di tarik oleh seseorang dan di bawa masuk kedalam sebuah ruangan.
"Aaaaaa," teriak yulian yg mulutnya langsung di bungkam.
"Sssttttt," ucap kaisar agar yulian diam dan yulian mengangguk kaisar pun melepaskan tangannya dari mulut yulian.
"Kenapa kau pergi dan meninggalkan aku sendiri didepan tamu undangan, apa kau tidak tau rasa malu seperti apa yg ku rasakan hingha semua orang berfikir kaisar mereka yg tampan ini di tinggal sendirian di hari pernikahannya tanpa istrinya," ucap kaisar dengan menahan yulian di tembok dengan wajah yg begitu dekat membuat yulian salah tingkah.
"ma...ma...maaf itu tak akan terulang lagi," ucap yulian salah tingkah dan jantungnya berdetak kencang.
"Bagus, tapi sekarang aku meminta konpensasi untuk kejadian ini," ucap kaisar tersenyum.
"konpensasi, konpensasi apa," ucap yulian tak mengerti.
" Tentu saja konpensasi layaknya suami istri, biar bagaimanapun aku laki laki normal yg tak bisa menahan lama lama hasrat jika sudah menginginkannya dengan orang yg dia cintai," ucap kaisar yg mencoba mrmbawa yulian dalam suasana.
"Benarkah, tapi aku sungguh menginginkannya sekarang," ucap kaisar yg langsung menciumi yulian namun yulian mencegahnya.
"Kenapa kau mencegahku," ucap kaisar menatap tajam yulian.
" Perjanjian kita, selain itu umur kita baru sekitar 16 tahun kurang aku belum siap untuk hamil muda dan aku masih belum menyelesaikan balas dendamku," ucap yulian jujur.
" Tapi dalam perjanjian kita jika aku sudah tidak bisa menahannya maka kau harus memberikannya padaku, masalah umur aku tak peduli kita sudah sah jadi suami istri, dan masalah hamil itu kewajibanmu melahirkan keturunan kerajaan untukku, terus masalah balas dendammu aku yg akan melakukannya untukmu sekarang kau hanya perlu menjadikan dirimu untukku dan aku akan menjadi tangan serta kakimu mulai hari ini dan seterusnya," ucap kaisar tegas membuat yulian terdiam dan pasrah. Kaisar pun tersenyum penuh kemenangan melihat yulian terdiam. lalu kaisar menggendong yulian dan membawanya ke atas tempat tidurnya dan...........**Author skip ya😄.
Pagi hari pun tiba** Kaisar bangun lebih awal dari yulian kaisar senang karena mulai hari ini saat kaisar bangun akan ada yg iya pandangi terlebih dahulu, kaisar tersenyum bahagia dan mengelus elus kepala yulian dan mencium keningnya. yulian mulai menggerakkan tubuhnya kaisar yg sejak tadi memandangi yulian pun tersenyum saat melihat yulian mulai terbangun. Yulian membuka matanya dan melihat wajah kaisar yg sedang tersenyum sontak membuat yuļan teringat hal yg terjadi semalam dan itu membuat yulian malu dan memerah wajahnya. kaisar terus tersenyum melihat wajah yulian yg merah namun tiba tiba senyum itu holang saat melihat expresi wajah yulian yg seperti kesakitan saat menggerakan kakinya hingga membuat kaisar panik.
"Lian'er apa kau baik baik saja," ucap kaisar khawatir.
"Aku aku baik baik saja kaisar tidak perlu khawatir," ucap yulian.
__ADS_1
"Tapi kenapa kau seperti sedang menahan sakit,"ucap kaisar yg tiba tiba langsung teringat semalam saat yulian meneteskan air matanya saat bersama lalu kaisar menatap ke arah bawah tubuh yulian.
"Apa karena semalam, apa masih sakit," ucap kaisar yg di balas anggukan oleh yulian.
" Maaf maafkan aku, tapi semalam aku sungguh sudah tidak bisa menahannya," ucap kaisar metasa bersalah.
"Tidak apa apa," ucap yulian.
"Terima kasih," ucap kaisar tersenyum.
"Untuk apa kaisar berterima kasih padaku," ucap yulian.
"Untuk , karena kau sudah menjaganya untukku hingga aku yg pertama kali," ucap kaisar menatap yulian bangga.
"Hmmm, tapi bisakah kau menolongku kali ini," ucap yulian ragu dan malu.
" Apa yg bisa ku bantu untuk istriku," ucap kaisar penuh semangat.
" Tolong bantu memapah diriku ke kamar mandi ini sudah siang aku ingin membersihkan tubuhku," ucap yulian dengan wajah merahnya.
"Dengan senang hati,"ucap kaisar langsung menggendong yulian membuat yulian melebarkan matanya karena terkejut.
"Ka...kaisar aku hanya meminta memapahku bukan menggendingku," ucap yulian.
"Aku lebih suka menggendongmu agar tak jatuh, nah sekarang bersihkan dirimu, atau kita berdua bisa........
" Cukup aku sudah terasa lelah bisakah kaisarku keluar," ucap yulian yg langsung memotong ucapan kaisar.
" Baiklah," ucap kaisar dengan tersenyum dan langsung keluar.
"Yulian balas dendammu akan kujalankan mulai hari ini bersiaplah untuk kejutanku kali ini untukmu agar senyum terpancar selalu di wajahmu," ucap kaisar penuh rencana dalam hatinya.
__ADS_1
Bersambung.........