Cinta Seorang Ayah.

Cinta Seorang Ayah.
04.bu ratna


__ADS_3

Bu Ratna yang baru pulang kerja sore itu.


Berjalan perlahan masuk kedalam  rumah,tubuhnya sudah terasa sangat lelah dan ingin beristirahat setelah aktivitas seharian yang sudah menguras tenaganya,tapi baru saja masuk kedalam rumah Bu Ratna sudah di sambut  dengan  senyuman dari ketiga adik Bu Ratna yang berada jauh dibawah Bu Ratna mereka masih sangat kecil dan mereka selalu menunggu kakaknya pulang dari bekerja setiap sore di depan halaman rumah mereka.


"Hore kakak pulang" ucap ketiga adik Bu Ratna dengan penuh rasa gembira karena melihat dan menyambut kakaknya itu.


 Ke tiga adik  Bu Ratna  adalah yang nomer sepuluh  ada Sihar,  nomer sebelas ada Bowo dan nomer dua belas ada Rini


Bu Ratna yang  tadinya  sangat lelah melihat senyuman ketiga adiknya langsung senang.


 


"Kakak bawa apa hari ini ???" tanya Sihar


"Kakak bawa ini buat kalian "jawab Bu Ratna sambil mengeluarkan coklat dari tasnya dan membagikan pada ketiga adiknya.


"Wah ..asikk..makasih Kak Ratna" ucap ketiga adik dari Bu Ratna itu secara bersama-sama..


"Ya... sudah kalian makan coklatnya ya ,Kakak mau mandi dulu"ucap Bu Ratna kepada ketiga adiknya.


Kemudian Bu Ratna berlalu meninggalkan ketiga adiknya,dan berjalan memasuki rumah saat Bu Ratna memasuki ruang tamu ke tida adik Bu Ratna  yang lain keluar dan meminta sesuatu kepada kakaknya itu.


Ya, mereka adik laki-laki Bu Ratna yang nomer tujuh Budi namanya ,nomer delapan ada Cipto dan nomer sembilan ada Tomo,mereka semua menunggu kakaknya untuk meminta uang kuliah mereka masing-masing.


"Kak ada uang enggak??" tanya ketiga adik Bu Ratna kepada Bu Ratna


"Kenapa emangnya dek??" tanya Bu Ratna kepada ketiga adiknya itu.


Budi:" Budi harus beli buku kuliah kak?,buat nambah materi tugas akhir Budi kak"jawab Budi,dan menjelaskan kepada kakaknya soal kebutuhannya tersebut.


Cipto:" Cipto juga kak,buat tambahan refrensi skripsi Cipto kak"Cipto pun juga menjelaskan kebutuhan kuliahnya kepada kakaknya,ya Cipto dan Budi sama- sama sudah hampir mau selesai kuliah,Cipto mengambil jurusan Akutansi Management,sedangkan Budi memilih mengambil jurusan Hukum


Dan sekarang mereka sedang di tugas akhir jadi biaya yang diperlukan pun juga lumayan banyak.


Tomo:"kalau tomo waktunya bayar kuliah kak,He...he..he.."jawab Tomo sambil cengar-cengir sendiri karena Tomo paling lama sendiri menyelesaikan kuliahnya dari kedua kakaknya.


Bu ratna yang mendengarnya langsung terdiam,ya Bu Ratna adalah anak ke empat dari berdua belas saudara .


Ke tiga kakaknya perempuan memilih tidak sekolah dan menikah dan menjadi ibu rumah tangga,sedangkan adiknya yg ke lima yang bernama Endang sering sakit-sakitan dan gampang sekali  pingsan, sehingga memilih tidak melanjutkan sekolahnya  juga dan menikah di usia muda seperti kakak-kakaknya yang perempuan Endang menikah denganpria pilihan dari Ibunya,hanya Bu Ratna yang mantap memilih melanjutkan sekolahnya


walau hanya sampai tamat'an SMA saja.


Keputusan itu diambil karna Bu Ratna tidak mau menjadi wanita yang bodoh yang menikah di usia muda yang dan tidak mengerti apa pun dan hanya mengerti urusan dapur saja,dan kalau semisalnya Bu Ratna tidak menyelesaikan sekolahnya adik-adik yang berada dibawahnya pun tidak akan bisa  bersekolah,maka dari itu Bu Ratna rela berkorban menjadi tulang punggung bagi keluarganya dan adik-adiknya.


"Iya kakak sudah siapkan uangnya kug" jawab Bu Ratna kepada ketiga adik laki-lakinya


"Makasih ya kak" jawab ketiga adiknya


"Iya ,Kak Ratna mandi dulu ya dek" jawab Bu Ratna, kemudian beranjak pergi menuju kamarnya setelah memberikan uang untuk kuliah adik-adiknya itu.


"Iya kak,makasih ya kak" jawab adik-adiknya kepada Bu Ratna


 


...


Begitu masuk  di dalam  kamar Bu Ratna hanya diam dan menghempaskan tubuhnya ke tempat tidurnya dan sambil menghela nafas panjang,mata nya memandangi langi-langit kamarnya sambil bergumam lirih.


"Andaikan Bapak ada adik-adik pasti tidak akan kesusahan" ujar Bu Ratna lirih.


Tak terasa air matanya menetes dipipinya ada rasa sesak di dalam dada Bu Ratna tapi Bu Ratna langsung menghapus air matanya dan kembali mengingat akan ibu dan adik-adiknya,Bu Ratna harus mampu melewati semua ini demi keluarganya.


Kemudian semangat Bu Ratna kembali muncul.


Tapi entah kenapa  tiba-tiba Bu Ratna kembali teringat akan pria yg tadi sore menyapanya.


"Tadi itu siapa  ya?? ,apa dia kenal Gue?? " tanya Bu Ratna dalam hatinya ,karena pikiran akan Pak Sam cukup mengusik hatinya saat ini.


"Ah.... Sudah'lah bodo amet ngapain Gue mikirin cowok kayak Dia, udah jelek,kribo apa lagi dia bertemen sama Poltak,pasti kelakuannya pun juga sama  doyan minum dan main perempuan juga" pikir Bu Ratna sambil terus mengingat wajah Pak Sam,entah kenapa pikirannya terus ke Pak Sam.


"Tapi Dia enggak sepenuhnya kayak si Poltak sih,Dia cukup sopan banget,yah ...walau pun cara pakaiannya cukup berantakan,tapi Dia sangat Sopan" ucap Bu Ratna sambil membayanagkan wajah Pak sam


"Kenapa Gue jadi mikirin Dia terus ya??"jawab Bu Ratna lirih dalam hatinya, Bu Ratna tersadar dari lamunannya akan Pak Sam dan bergegas mengusir pikirannya itu jauh-jauh dari hatinya dan pikirannya.

__ADS_1


Bu Ratna langsung beranjak dari tempat tidurnya dan keluar kamar menuju kamar mandi untuk memebersihkan badannya yang sudah terasa sangat lengket.


...


Setelah selesai mandi Bu Ratna langsung berganti pakaian dan bergegas menuju ke dapur untuk membantu Ibunya di dapur.


Pada saat di dapur Bu Ratna menjumpai Ibunya sedang sibuk memotong sayur'an.


Sang ibu yang sudah terlihat tua itu duduk sambil memotong sayur'an untuk menyiapkan makanan adik-adik Bu Ratna.


"Na.. ibu mau kenalin kamu sama anak'nya temen Bapak mu"Ucap Bu Tris memulai pembicaraan dengan Bu Ratna.


"Ibu.. apa'an sih Bu. Ratna enggak mau Bu, dijodoh kan lagi Bu" jawab Bu Ratna kepada Ibunya.Bu Ratna mencoba mnolak secara halus kepada Ibunya.


"Kamu itu selalu begitu,Orang tua mu ini hanya ingin memberikan yang terbaik buat kamu Na,mencari suami itu harus punya bibit,bebet,bobotnya Na,enggak bisa sembarang asal main nikah saja" ujar Bu Tris menasehati anak'nya  sambil terus memotong sayuran,tanpa Bu Tris tau Bu Ratna sudah sangat kecewa dengan kelakuan Ibu'nya yang selalu menjodohkan'nya tapi Bu Ratna hanya diam.


"Ibu bibit,bebet,bobot yang jelas pun tidak menjamin apa pun Bu sekarang ini" jawab Bu Ratna secara halus walaupun dalam hati Bu Ratna sangat kesal dengan kelakuan Ibunya yang menjodohkan'nya teru-terus'an dengan anak dari teman Almarhum Bapak'nya Bu Ratna.


"Ratna denger Ibu,kamu itu anak perempuan, anak perempuan jangka'nya pendek nak, kalau kamu salah pilih suami yang menanggung malu itu bukan kamu saja. tapi Ibu dan adik-adik kamu juga,trus yang susah  juga bukan kamu saja tapi  Ibu kamu ini Nak" uajar Bu Tris menasehati dan menjelaskan kepada Bu Ratna secara panjang lebar.


Bu Tris sudah mulai kesal karena Bu Ratna tidak mau menuruti apa yang dibicarakan Bu Tris.


"Bu..hidup ,mati ,jodoh,kekayaan, itu Tuhan yang atur Bu,kita manusia sudah punya takdir'nya sendiri Bu" jawab Bu Ratna tetap bersikeras menjelaskan kepada Ibu nya.


"Ratna..denger ibu ,punya anak perempuan itu ibarat undian nak,kalau dapet undiannya bagus kita senang, kalau dapet jelek bisa kita ngulang lagi?? apa lagi kalau anak perempuan sudah salah jalan kamu hanya akan dipandang sebelah mata sama laki-laki" ucap Bu Tris tegas dan penuh emosi,Bu Tris sangat kesal akan tanggapan dari Bu Ratna.


Sambil berlalu ke dalam untuk mengambil piring dan menyiapkan makanan BuTris memilih menyudahi perdebatan itu.


Sedangkan Bu Ratna yang berada di dapur dan mendengar ucapan Ibunya sambil menahan tangis,Bu Ratna terus  berpikir,kenapa  harus ada perjodohan  seperti itu, setiap laki-laki yg Dia kenal punya Bibit,bebet,bobot yang sangat  jelas,tapi kelakuannya malah sangat  tidak jelas,bahkan mereka lebih buruk dari orang-orang yang dikatakan tidak punya asal-usul yang jelas.


Mereka yang seperti itu malah lebih baik ,mereka tidak munafik dan tidak menutupi kebburukandirir mereka sekalipun hanya di pandang sebelah mata oleh orang yang melihat kelakuan yang mereka buat.


Tapi Bu Ratna hanya diam dan melanjutkan masakannya dan menyiapkan makanan untuk adiknya.


Di meja makan pun Bu Tris dan Bu Ratna hanya diam satu sama lain,sampai makan malam usai dan mereka  kembali kedalam kamarnya pun Bu Ratna masih diam seribu bahasa dengan Ibunya.


...


Saat sedang rebahan di tempat tidurnya Bu Ratna tiba-tiba teringat akan satu hal bahwa besuk Rini adiknya yang paling kecil akan berulang tahun.Bu Ratn langsung beranjak keluar rumah menuju ke rumah Tante Theresia untuk memesan kue untuk adik'nya Rini yang akan berulang tahun besuk


"Tante Theresia, Om Simon" panggil Bu Ratna kepada sang pemilik rumah dan tidak berapa lama yg di panggil keluar.


"Eh.. ada Ratna" kata Om Simon


"Kenapa Rat,ada perlu apa nih tumben kesini malem-malem??" tanya Om Simon kepada Bu Ratna


"Tante ada Om??" tanya Bu Ratna kepada Om Simon


"Tante belum pulang dari kantor,tapi kamu masuk dulu'lah  sebentar lagi tante pulang kug"jawab Om Simon sambil  membuka'kan pintu untuk Bu Ratna dan Om Simon mempersilahkan Bu Ratna masuk,dan menyuruh Bu Ratna duduk ,lalu Om Simon berlalu kebelakang  untuk menyiapkan minum dan cemilan untuk Bu Ratna.


 


"Minum dulu Rat sambil nunggu Tante pulang"ucap Om Simon,yang selang beberapa menit menghilang kebelakang,dan sekarang Om Simon sudah kembali lagi dengan membawakan Bu Ratna cemilan dan minuman.


"Makasih Om" jawab Bu Ratna


"Ibu gimana kabarnya Rat?? sehat kan Rat??" tanya Om Simon kepada Bu Ratna sambil memulai percakapan diantara mereka.


"Sehat Om" jawab Bu Ratna sopan


"Kalau adik-adik mu gimana kabar'nya Rat?" tanya Om Simon lagi kepada Bu Ratna


"Adik-adik juga baik Om,Budi dan Cipto sebentar lagi mau selesai S1 nya om,kalau Tomo ya agak sedikit molor Om karena kebanyakan pacaran jadi banyak yang tertinggal" jawab Bu Ratna menceritakan tentang ketiga adiknya yang sudah hampir  mau menyelesaikan perguruan tingginya.


"Lalu Rini,Bowo,dan Sihar gimana??" tanya Om Simon kepada Bu Ratna


"Sihar sudah sembuh ,Om denger kapan hari Sihar habis operasi usus ,supaya bisa BAB??"tanya Om Simon lagi kepada Bu Ratna.


Om Simon selalu menanyakan tentang adik-adiknya dan Bu Tris, terutama adik Bu Ratna yang bernama Sihar karena Sihar  adik Bu Ratna yang itu mempunyai kelainan di ususnya sehingga Sihar tidak bisa Bab sesuai jalurnya,dan akhirnya Sihar operasi karna tidak bisa BAB.


Sehingga dokter membolongi perutnya dan membuat kantong pembuangan sendiri di perut sebelah kanannya.


"Semua baik-baik saja Om,Sihar juga sudah bisa BAB lancar setelah operasi itu Om"jawab Bu Ratna kepada Om Simon.

__ADS_1


"Kamu sendiri apa kamu baik-baik saja Rat?" tanya Om Simon kepada Bu Ratna


"Ratna baik-baik saja  Om" jawab Bu Ratna.


Bu Ratna tau yang dimaksud dari pertanya'an Om Simon adalah soal keadaan'nya setelah gagal menikah dengan Surya.


Ya.. Satu Komplek mengetahui bahwa Bu Ratna akan menikah dengan Surya,tapi menjelang hari pernikahan'nya Surya ketawan menghamili anak orang sehingga pernikahan itu batal.


Dan Bu Ratna memilihmenutup diri dan hatinya,dan Om Simon orang yang cukup bijaksana dalam menannayakan keadaan Bu Ratna tanpa menyinggung luka lama dari Bu Ratna.


 


"Kamu masih sendiri Saja Rat??" tanya Om Simon lagi pada Bu Ratna


"Ya.. begitulah Om,masih fokus sama keluarga saja  Om" jawab Bu Ratna


"Rat ,Om mohon maaf sebelumnya kalau Ratna tidak keberatan ,Ratna mau enggak Om kenalin dengan ponakan Om ?? " tanya Om Simon


"Keponakan yg mana Om??" tanya Bu Ratna


"Ah.. itu Dia,Dia lagi pergi sama temannya ke puncak namanya Samuel " kata Om Simon memperkenalkan nama Pak Sam kepada Bu Ratna


"Apa jangan-jangan cowok yang sore tadi nyapa Gue ya???" tanya Bu Ratna dalam batinnya lirih


"Ehm.. boleh Om tapi buat jadi temen aja enggak apa-apa ya Om.Kalau hanya sekedar untukjadi teman  Ratna mau Om" jawab Bu Ratna secara halus karena  sungkan untuk menolak tawaran Om Simon.


 


" Ah.. oke bagus kalau gitu" Om simon seneng banget


" Selamat sore pa.."sapa Bu Theresia yg baru saja pulang dari dinas


"Sore ma" jawab Om Simon


" Sore tante "jawab Bu Ratna


" Eh.. ada Ratna toh ,sudah lama Rat datangnya "tanya Tante Theresia


" Lumayan kug tan" jawab Bu Ratna


"Ada apa Ratna kesini,tumben??" tanya Tante Theresia kepada Bu Ratna


"Ini tante, Rini besuk  ulang tahun Ratna mau minta tolong Tante buatkan kue untuk Rini,soalnya Rini suka banget kue tart blackflorest nya Tante" cerita ratna kepada tante theresia


" oke Tante buatkan ya " jawab Tante Theresia


"Bicara apa ni sama om kug seru banget??" tanya tante theresia


"Itu ma aku mau kenalin dia sama sam " jawab om simon


"Hah.. kamu itu sembarangan aja pa,ponakan kamu doyan mabuk kamu kenalin ke ratna gimana sih kamu ini bikin malu aja tau." tante theresia langsung marah


"Bukan begitu ma,capa tau kalau sam kenal ratna bisa berubah ma,kamu kan tau sam kurang kasih sayang dari orang tuanya di surabaya makanya sam begitu" ucap Om Simon mengingatkan lagi pada istrinya soal masalah keponakannya.


"Ya terserah ratna aja gimana mau apa enggaknya tapi jangan karena kepaksa ya na" ucap Tante Theresia


" Iya tan "jawab Bu Ratna lirih


" Kasian banget tuh ponakan Om Simon ,sama keluarganya gak diperhatikan ,sampek pelarian ke minum minuman gitu"ucap Bu Ratna dalam batin nya


"Ya sudah Tan dan Om ratna pulang dulu ya " jawab Bu Ratna


"Jangan lupa besuk ya Rat "ucap Om Simon


" Iya Om besuk pagi sebelum Ratna berangkat kerja ya om,Ratna ketemu si Sam"jawab Bu Ratna


"Makasih ya Rat " jawab Om Simon


"Sama-sama Om" jawab Bu Ratna


Lalu Bu Ratna pamit pulang,dalam hatinya terus bertanya-tanya bagaimana si Sam itu.


"Kayak apa ya muka tuh orang" ucap Bu Ratna dalam batinnya

__ADS_1


"Ah..udah'lah liat besuk aja " ucap Bu Ratna lagi lirih dan berjalan pulang karna adik-adiknya sudah menunggu'nya dirumah.


__ADS_2