
Seorang gadis cantik berjalan menyusuri sebuah bukit. Wajah cantik nya terlihat memerah karena marah, karena terlihat jelas dari kerutan dahinya dan bibirnya yang cemberut.
"Sial! Mengapa aku harus di turunkan ke dunia manusia ini?!" Gerutu nya kesal.
Tiba-tiba gadis itu menghentikan langkahnya. Kepala nya mendongak ke atas, menatap langit cerah dengan manik nya yang menajam, tidak ketinggalan tangannya yang berkacak pinggang.
"Kakak! Kau adalah raja neraka! Dan aku adalah adikmu, seorang putri dari bangsa iblis!"
"Kenapa kakak membiarkan aku di turunkan ke dunia manusia ini!" Desis nya marah.
"Huh, aku sama sekali tidak melanggar aturan! Mengapa aku harus di hukum!" Decaknya lagi.
Tiba-tiba saja sebuah cahaya muncul, dari dalam cahaya tersebut. Seorang lelaki berambut putih, dengan manik ruby keluar. Tatapan nya begitu tajam, sayap hitam begitu memberi nilai ke iblissannya.
Di samping lelaki itu, seorang perempuan berambut hitam dengan sorot mata tak kalah tajam, keluar dengan tongkat yang di atas tongkat tersebut terdapat larva yang keluar masuk ke dalam tongkat.
"Ai Xia Re!" Suara dengan nada penuh penekanan itu membuat Ai Xia Re, gadis cantik yang sedari tadi mengoceh terkejut.
Menoleh kan kepalanya, menatap ke arah belakang nya. Ai Xia Re begitu terkejut melihat kedua orang tuanya, dengan segera gadis itu berbalik badan.
"Ayahanda... Ibunda...." Panggil nya.
Zer Lian, raja iblis, ayah dari Ai Xia Re mengeluarkan kekuatan pengendali nya.
Ai Xia Re membelakkan matanya ketika merasakan tubuhnya tak bisa di gerakkan, lebih terkejut ketika diri nya jatuh terduduk di atas tanah.
"A-ayah...." Gumamnya masih terkejut.
"Putri ku! Bagaimana bisa kamu mengatakan jika kamu sama sekali tidak melanggar aturan!" Tegur Xai Zian, ibunda Ai Xia Re, seorang ratu neraka.
"Ibunda... Tapi, putri ini memang tidak–AAAAAKKKHHH!!!"
Brugh!
Tubuh Ai Xia Re di hemp*askan sehingga membe*ntur sebuah pohon besar.
"Ini adalah alasan mengapa kami menghukum mu turun ke dunia manusia ini, Ai Xia Re,"
"Agar kamu sadar akan kesalahan mu!" Ucap Zer Lian.
Uhuk... Uhuk...
Ai Xia Re berusaha bangun berdiri. Gadis itu mengusap dar*ah yang keluar dari dahinya.
"Tapi, apakah Ayahanda harus menurunkan putri ini ke dunia manusia ini!?" Tanya Ai Xia Re.
Zer Lian tersenyum sinis. Begitu juga sang istri, Xai Zian.
"Memang nya mengapa?" Tanya Xai Zian dengan nada sinis nya.
Ai Xia Re diam, namun, jelas terlihat begitu menahan amarah. Melihat senyum sinis ayah dan Ibunda nya, mau protes seribu kali pun, tak akan mengubah apapun. Dirinya akan tetap di hukum, turun ke dunia manusia ini.
Zer Lian, Xai Zian, kedua orang tuanya adalah orang-orang yang tegas dan tak main-main dengan ucapan. Meski entah kenapa, anak mereka, Ai Xia Re, berbanding terbalik dengan mereka:^ bar-bar, keras kepala dan pembuat onar.
"Baiklah, putri ini akan menerima hukuman ini," pasrah Ai Xia Re.
"Bagus. Renungkan lah kesalahan mu, Ai Xia Re," ucap Zer Lian.
"Benar, renungkan lah kesalahan mu, Putri ku. Kelak jika masa hukuman mu ini sudah selesai, kamu dapat kembali ke dunia bangsa kita," imbuh Xai Zian.
__ADS_1
Kemudian, cahaya kembali muncul, Xai Zian dan Zer Lian bersama berjalan masuk ke dalam cahaya tersebut. Namun, sebelum benar-benar masuk ke dalam cahaya.
Zer Lian menghentikan langkahnya, tanpa menoleh ke arah putrinya, ia berucap.
"Ai Xia Re, Ayahanda lupa memberi tahu padamu....,"
Ai Xia Re mengerutkan keningnya. "A-apa itu, Ayahanda?" Bertanya.
Dengan senyum miring di wajahnya. Zer Lian berkata.
"Ayahanda telah mensegel sembilan puluh persen dari kekuatan mu,"
"Apa!?"
***
Ai Xia Re berjalan dengan kaki yang menghentak keras. Kedua tangannya ia kepalkan, bibirnya ia manyunkan, tidak ketinggalan dahinya yang ia kerutkan.
"Aaarrrghhh!!! Bagaimana bisa mereka menghukum ku seperti ini!!!" Teriaknya.
"Aku benci ini, aku benci dunia manusia," ucap nya lagi.
"Bukan hanya dirimu, namun aku juga,"
Ai Xia Re terkejut, gadis itu kemudian berbalik badan. Menatap seorang gadis cantik di belakang nya dengan kerutan di dahi.
"Aku juga di hukum, turun ke dunia manusia ini," ucap gadis cantik itu.
Ai Xia Re menatap gadis di hadapannya dari atas sampai ujung kaki. "Siapa kau?" Tanyanya dengan nada sedikit angkuh.
Gadis di hadapan Ai Xia Re terlihat tersenyum tipis.
"Apa kau tidak mengenal ku?"
Gadis di hadapan Ai Xia Re terkekeh. "Yah, kau benar, tapi, iblis seperti mu pasti mempunyai kekuatan bukan?"
Ai Xia Re meneguk ludahnya. Matanya terbelak. Bagaimana bisa gadis di hadapannya tahu jika dirinya adalah–Iblis?
"Siapa sebenarnya kau!? Bagaimana kau tahu jika aku adalah Iblis!?" Tanya Ai Xia Re pada gadis di hadapannya.
Gadis itu tampak tersenyum. "Karena aku dapat merasakan aura iblis mu."
Ai Xia Re semakin mengerutkan keningnya.
Gadis itu kemudian melangkah mendekat ke arah gadis di hadapannya, tanpa di duga, Ai Xia Re menarik kerah gadis itu.
"Jadi, karena kau mengetahui jika aku adalah seorang iblis, maka.... Untuk menutup mulut mu, lebih baik aku membunvhmu!" Ancam Ai Xia Re.
Bukan nya takut, gadis itu justru tertawa.
Hahaha....
"Kamu adalah klan iblis, indra penciuman mu pasti lebih tajam dari ku. Apakah, kamu sama sekali tidak bisa merasakan aura suci Dewi ku?" Tanya gadis itu.
Ai Xia Re terdiam. Tangannya melepas kerah baju gadis di hadapannya, langkah nya mundur.
"Tunggu–jadi... Kamu adalah seorang Dewi?!" Tanya Ai Xia Re terkejut.
Gadis itu mengangguk. "Ya, aku adalah Me Fu'an, seorang Penyihir Dewi."
__ADS_1
Ai Xia Re menutup mulutnya terkejut.
"Hah?! Tapi, bagaimana bisa kau berada di dunia manusia ini?" Tanya nya.
Wajah Me Fu'an terlihat murung. "Karena aku di hukum,"
"Di hukum? Apa kau melanggar sesuatu? Katakan!" Desak Ai Xia Re.
Me Fu'an mendatarkan expresi nya. "Ingin tahu saja," ucapnya.
Ai Xia Re mendengkus. "Siapa yang ingin tahu? Aku hanya bertanya."
"Ya, ya, hanya bertanya."
"Sudahlah, aku harus pergi," ketika Me Fu'an hendak melangkah pergi.
Ai Xia Re menghentikan nya, gadis itu mencekal pergelangan tangan Me Fu'an.
"Tunggu, aku–"
Ucapan Ai Xia Re terpotong ketika sebuah suara tiba-tiba memotong nya.
"Apa ini? Huh, benar-benar tidak di sangka. Aku dapat berjumpa dengan seorang Iblis dan seorang Dewi,"
Ai Xia Re dan Me Fu'an mendongak menatap ke atas pohon. Seorang gadis cantik nan muda, terlihat tersenyum ke arah mereka berdua.
"Siapa kau!?" Tanya Ai Xia Re dengan manik menajam.
Gadis itu terkekeh, kemudian melompat dari atas pohon tersebut.
Hap...
Aaakkhh...
"Huh, sakit sekali..." Gadis itu meringis sakit.
Ai Xia Re dan Me Fu'an mendatarkan ekspresi wajah mereka.
"Lemah sekali, hanya melompat dari pohon ini saja kau sudah meringis kesakitan," sindir Ai Xia Re.
Gadis itu mendelik mendengar sindiran Ai Xia Re, kemudian gadis itu bangun berdiri.
"Tentu saja sakit!" Ucap nya tak terima dengan sindiran Ai Xia Re.
"Melompat dari pohon itu, memang terlalu tinggi untuk manusia seperti mu." Ai Xia Re dan gadis itu menoleh menatap ke arah Me Fu'an.
"Manusia?" Beo Ai Xia Re.
"Hey, gadis manusia. Kamu tidak memiliki ilmu bela diri, cukup bahaya jika kamu melompat dari pepohonan yang tinggi," nasihat Me Fu'an.
Gadis manusia itu tersenyum ke arah Me Fu'an, kemudian bersedekap dada. "Pohon ini tidak terlalu tinggi untuk ku, lagi pula... Aku baik-baik saja,"
Me Fu'an menghendikkan bahunya. "seterah,"
"Tunggu!" Ai Xia Re berjalan ke tengah-tengah antara Me Fu'an dan gadis manusia itu.
"Jadi, kau tahu jika aku adalah seorang iblis, dan dia (menunjuk Me Fu'an) adalah seorang Dewi?" Tanya Ai Xia Re.
Gadis manusia itu mengangguk. "Ya,"
__ADS_1
"Jika begitu...."
"Maka lebih baik kau MA*TI SAJA! HYAAA!!!"