Cinta Terlarang Dewa Dan Iblis

Cinta Terlarang Dewa Dan Iblis
BAB 8


__ADS_3

Pakaian yang di kenakan Ai Xia Re berubah. Tengkorak-tengkorak kecil berhias di pakainya bagian dada, warna pakaiannya berubah menjadi hitam bercorak merah darah. Mahkota hitam dengan hiasan tengkorak dengan bagian mata tengkorak berwarna merah menyala, bertengger indah di kepala nya.


Para kumpulan serigala tersebut terkejut ketika melihat perubahan iblis yang mereka serang.


"Jadi... Dia adalah putri bangsa iblis?" Gumam seorang laki-laki yang bersembunyi di balik pohon.


Salah satu serigala mendekat ke arah laki-laki tersebut.


Auuu... Auuu....


Laki-laki tersebut menoleh ke arah serigala yang menghampiri nya. "Tidak perlu takut, ayo kita lawan!"


Laki-laki tersebut berubah menjadi serigala, kemudian berlari menuju Ai Xia Re.


AUUUU!!! (Ayo serang bersama!!) Komando serigala tersebut.


Ai Xia Re tersenyum miring. "Cih, ingin menyerang ku secara bersamaan? Kemari lah!!!"


Tubuh Ai Xia Re melayang. Tangannya menyatu di depan dada.


Auuuu!!!


Para serigala itu melompat dan menyerang Ai Xia Re bersamaan.


Hyaaa!!!


Ai Xia Re mengeluarkan bola api nya, dan menyerang balik sekumpulan serigala.


Para serigala terjatuh, terkena serangan Ai Xia Re.


"Iblis kecil yang menarik," gumam Seseorang yang menyaksikan perkelahian itu.


'Tidak! Aku akan mencoba menyerang lagi!' Serigala yang sepertinya merupakan pimpinan sekelompok serigala tersebut kembali bangkit dan menyerang Ai Xia Re.


"Kau serigala bod*h yang cukup kuat!" Ai Xia Re hendak mengeluarkan kekuatan nya.


Namun... Tiba-tiba seluruh kekuatan nya terasa habis terkuras. Pakaian iblis nya juga sudah berganti dengan pakaian nya yang semula.


"Ke-kuatan ku...,"


Brugh


Tubuh Ai Xia Re terjatuh.


'Sia*lan! Aku terlalu banyak menguras tenaga dan kekuatan ku.'

__ADS_1


'Apa yang terjadi? Mengapa aura iblis itu melemah?' Batin pimpinan sekelompok serigala itu.


Namun, pimpinan sekelompok serigala tersebut tersenyum licik. Ia semakin cepat berlari ke arah Ai Xia Re.


Auuuu!


Serigala tersebut melompat, siap menerkam Ai Xia Re. Namun, tiba-tiba....


Bugh!


Mata Ai Xia Re terbelak ketika melihat seorang laki-laki tiba-tiba muncul dan menyerang serigala yang hendak menerkam dirinya.


"Seorang putri bangsa iblis, bagaimana bisa melawan sekelompok serigala saja kalah?"


Ai Xia Re mengepalkan tangannya mendengar ucapan laki-laki yang berdiri di hadapannya.


Laki-laki tersebut menatap ke arah sekelompok serigala. Bibirnya menyungging senyum meremehkan.


Laki-laki tersebut kemudian menyatukan kedua tangannya di depan dada, matanya terpejam.


"Apa yang sedang di lakukan pria itu?" Gumam Ai Xia Re.


Laki-laki tersebut membuka matanya kembali. Seketika, ribuan serangga jenis kunang-kunang muncul, dan terbang ke arah kumpulan serigala.


Para sekelompok serigala tersebut terlihat bingung ketika para kunang-kunang terbang ke arah mereka. Namun, tiba-tiba para kunang-kunang tersebut berubah menjadi kabut beracun.


Auuu!!! (Kalian jangan menghirup kabut tersebut! Cepat! Ayo kita pergi!)


Para serigala tersebut kemudian pergi mengikuti pemimpin mereka.


'Pria itu pasti bukan orang biasa. Aku harus melaporkan kan nya pada Tuan,'


***


"Bukankah ini cukup memalukan?"


"Seorang putri bangsa iblis, kalah melawan sekelompok serigala lemah?"


Ai Xia Re mengeram kesal. Ini sudah sekian kalinya, pria di hadapannya terus menyindir dirinya.


Tapi–


"Mengapa kau tahu identitas ku!?" Ai Xia Re menatap tajam laki-laki di hadapan nya.


Laki-laki tersebut justru tertawa, membuat Ai Xia Re semakin kesal.

__ADS_1


"Apa yang kau tertawa kan?! Apa kau ingin ma*ti!?" Ancam Ai Xia Re.


Laki-laki tersebut berhenti tertawa, kemudian mendekatkan wajahnya ke wajah Ai Xia Re.


Ai Xia Re terkejut. Jantung nya–mengapa begitu berdebar?


Cukup lama keduanya saling bertatapan, sebelum akhirnya laki-laki tersebut menyentil luka di wajah Ai Xia Re.


Ahhh!!


Ai Xia Re berteriak, kemudian menatap tajam ke arah laki-laki di hadapan nya.


"Kau!"


"Iblis kecil yang lucu. Untuk apa kamu bertanya? Lagi pun, aura iblis mu begitu terasa,"


Laki-laki tersebut kembali mengobati luka Ai Xia Re.


"Tapi, ada yang ingin aku tanyakan, iblis kecil,"


Ai Xia Re mendatarkan ekspresi wajah nya.


"Apakah bisa tidak memanggil ku iblis kecil!?" Geramnya.


Laki-laki tersebut tertawa kecil. "Memang nya mengapa? Hm,"


Ai Xia Re melipat kedua tangannya di depan dada. "Ck, aku memiliki nama! Nama ku, Ai Xia Re."


Mulut laki-laki tersebut membentuk huruf O, tidak lupa kepala yang di angguk-anggukkan.


"Jika begitu, Iblis kecil adalah nama kesayangan dari ku untuk mu,"


Mata Ai Xia Re terbelak. Gadis itu menatap tajam ke arah laki-laki di hadapan nya.


"Kau–"


"Iblis kecil, seperti nya aku tidak bisa lama. Aku harus pamit," ucap laki-laki itu tiba-tiba.


"Pergilah! Dan jangan pernah muncul di hadapan ku!" Tekan Ai Xia Re.


"Benar juga, tidak perlu saya muncul di hadapan iblis kecil, karena saya akan selalu ada di hati iblis kecil,"


Ai Xia Re melotot. "Kau!"


"Aku harus pergi, iblis kecil. Jangan biarkan dirimu terluka, selamat tinggal."

__ADS_1


"Tunggu! Siapa kau!?"


"Aku–Xin Yan Moon,"


__ADS_2