
Ai Xia Re, Me Fu'an dan Fui Fang. Tiga gadis itu berjalan menuruni bukit.
"Ngomong-ngomong... Mengapa kalian di turunkan ke dunia manusia?" Tanya Fui Fang memulai pembicaraan.
"Melanggar aturan," jawab Ai Xia Re dengan nada sedikit angkuh.
"Eh, aturan seperti apa yang kau langgar? Ai Xia Re," tanya Fui Fang.
"Kau ini, ingin tahu sekali. Huh, aku banyak melanggar aturan. Aturan kerajaan neraka dan aturan di dunia bangsa iblis,"
Fui Fang mengangguk. Kemudian beralih menatap ke arah Me Fu'an.
"Jika kau?"
Me Fu'an menoleh sekilas ke arah Fui Fang, kemudian kembali menatap lurus ke depan. "Aku? Sama seperti putri iblis itu, aku juga banyak melanggar aturan,"
"Memang nya–"
"Haish, kau ini banyak tanya sekali," protes Ai Xia Re.
Fui Fang memanyunkan bibirnya.
Kemudian, perjalanan ketiganya kembali hening, hanya ada suara desiran angin dan embe'an domba:^
***
Di bawah bukit, terdapat danau yang lumayan besar. Di dekat danau, terdapat sebuah rumah kecil.
__ADS_1
Di samping rumah tersebut, terdapat kandang hewan.
Tak jauh dari rumah tersebut, tiga orang gadis cantik terlihat sedang berbincang seraya melangkah menuju rumah tersebut.
"Fui Fang, apakah masih lama?" Tanya Me Fu'an.
"Benar. Sebenarnya, di mana rumah mu? Lama sekali," ucap Ai Xia Re.
Fui Fang, gadis cantik itu menghela nafas pelan. "Sebentar lagi," jawab nya.
"Sebentar lagi... Sebentar lagi... Itu saja yang terus kau katakan, tapi tidak sampai-sampai juga," ucap Ai Xia Re.
Fui Fang yang sudah kesal, mem*ukul pelan kepala Ai Xia Re.
Tuk!
"Di depan sana adalah rumah ku!" Ujar gadis itu dengan mata melotot.
Tuk!
"Kenapa harus memukul ku!?" Protes Ai Xia Re.
Fui Fang mengelus kepala nya. "Ya, ya, maaf. Kita impas,"
Me Fu'an memutar bola matanya jengah. Haish, dua sahabat barunya ini, sedari tadi berantem terus.
Kemudian, ke-tiga nya sampai di rumah Fui Fang.
__ADS_1
"Selamat datang di rumah ku. Maaf kecil dan jelek," ucap Fui Fang mempersilahkan dua sahabat nya masuk.
Me Fu'an tersenyum. "Tidak masalah," ucap nya seraya masuk ke dalam rumah sahabat manusia nya itu.
"Fui Fang, apa kau serius tinggal di sini?" Tanya Ai Xia Re seraya menatap sekitar nya.
Fui Fang mengangguk. "Ya, aku tinggal di sini... Sejak kecil...,"
"Maaf jika rumah ku tak seperti yang kau bayangkan. Rumah ku jelek, kecil dan kumuh," ujarnya dengan senyum yang hambar.
Ai Xia Re menoleh ke arah gadis manusia di hadapan nya.
"Aku tidak peduli tentang itu. Aku hanya tak bisa membayangkan. Ketika malam tiba, kamu di sini? Sendiri? Di tempat yang sekeliling nya pohon?"
Ai Xia Re benar-benar tak percaya. Jika gadis manusia di hadapan nya tinggal di tempat dengan sekeliling nya pepohonan tinggi.
"Tidak sendiri juga, ada anak-anak ku, yaitu domba-domba ku."
"Lagi pula, menyenangkan tinggal di sini. Aku merasa lebih dekat dengan alam, di kelilingi pepohonan, dan satu, di samping rumah ku, ada sebuah danau yang banyak ikan nya,"
Ai Xia Re menatap lekat ke teman manusia nya itu. Fui Fang terlihat tertawa dan tersenyum ketika menjelaskan. Tapi, mengapa ia juga melihat kesedihan pada gadis itu?
"Fui Fang, apakah kamu tinggal di sini sendiri?" Tanya Me Fu'an, melangkah keluar dari rumah Fui Fang.
Fui Fang menoleh ke arah Me Fu'an, kemudian mengangguk. "Ya, aku tinggal di sini sendiri,"
"Di mana orang tua mu?" Tanya Ai Xia Re.
__ADS_1
Fui Fang terdiam, sejenak, gadis itu tersenyum dengan tatapan yang mulai mengembun.
"Mereka–"