Cinta Terlarang Dewa Dan Iblis

Cinta Terlarang Dewa Dan Iblis
BAB 6


__ADS_3

"AI XIA RE!" Ai Xan Yao men*ce*kik leher Ai Xia Re, kemudian mengangkat tubuh adiknya melayang, tanpa melepas cek*ikan nya.


Ai Xia Re mencoba untuk berontak. Namun seakan sia-sia saja, karena kekuatan nya tak sebanding dengan kekuatan sang kakak. Belum lagi, kekuatannya yang tersegel.


Ai Xan Yao kemudian menghempaskan tubuh adiknya sehingga memb*entur pohon besar di depan rumah Fui Fang.


Bruk


Aaakkkhh!!!


"Ai Xia Re, bersyukur lah karena kami hanya menghukum mu turun ke dunia manusia! Renungkan lah kesalahan mu!"


Ketika Ai Xan Yao hendak pergi, Ai Xia Re dengan kekuatan seadanya, melempar beberapa kotoran domba milik Fui Fang tepat di wajah sang kakak.


Pluk


Ai Xia Re tersenyum puas ketika wajah Kakak nya tertutup kotoran domba yang masih anget.


"AI XIA RE! KAU!!!" Ai Xan Yao mengeluarkan tombak larva nya, dan hendak menyerang sang adik, namun, ternyata sanga adik telah melarikan diri.


"DASAR KAU BABI LIAR!!!" Teriaknya.


***


Ai Xia Re berlari menuju danau.


"Haish, aku lupa. Di keluarga, semuanya tidak ada yang main-main.... Beruntung aku dapat dengan cepat melarikan diri,"

__ADS_1


"Jika tidak... Kakak pasti sudah mengu*liti ku karena melempar kotoran domba milik Fui Fang," Gumam Ai Xia Re.


Memang benar. Bukan hanya Ai Xan Yao, tapi juga orang tua mereka, raja iblis Zer Lian dan Ratu agung neraka, yakni ibu dari Ai Xia Re dan Ai Xan Yao, istri dari raja iblis Xai Zian. Mereka adalah orang-orang yang tegas dan tak kenal ampun.


Bahkan, jika itu keluarga, anak ataupun istri. Jika memang salah, maka tetap harus di hukum!


Tak butuh waktu lama, Ai Xia Re sampai di danau.


"Ai Xia Re, mengapa kau di sini? Bukankah kau tadi sudah lebih dahulu pulang?" Tanya Fui Fang pada Ai Xia Re.


Ai Xia Re menggaruk tengkuk kepalanya. "Aku takut kalian kenapa-kenapa, maka dari itu aku kembali ke kemari,"


"Benarkah?" Tanya Me Fu'an tidak percaya.


"Y-ya, jika tidak percaya ... yasudah,"


"Hey, bagaimana? Siapa yang menang? Siapa yang menangkap ikan lebih banyak?" Tanya Ai Xia Re mengalihkan pembicaraan.


"Tentu saja aku," jawab Me Fu'an dengan senyum manisnya.


Fui Fang memanyunkan bibirnya. "Itu karena kamu menggunakan kekuatan mu," ucapnya.


"Tapi tak apa... Lihatlah... Kita mendapat ikan yang banyak. Apakah boleh jika sebagian ikan ini aku jual di pasar besok?" Tanya Fui Fang.


"Kau ingin menjual nya?" Tanya Ai Xia Re.


"Ya. Jadi, bagaimana?"

__ADS_1


"Tentu boleh! Lagipula, ikan ini terlalu banyak," ucap Me Fu'an.


Fui Fang tersenyum. "Terima kasih!"


"Baiklah... Baiklah. Sekarang kita bakar ikan nya, ya?"


Me Fu'an dan Fui Fang mengangguk.


"Tapi tunggu,"


Ai Xia Re dan Me Fu'an mengerutkan kening mereka.


"Ada apa?" Tanya Me Fu'an.


"Sepertinya kayu bakar di rumah ku tinggal sedikit. Takutnya tidak akan cukup, bagaimana ini?"


Me Fu'an terlihat berfikir, kemudian ia menoleh ke arah Ai Xia Re.


"Ai Xia Re, karena kamu tadi menyerah, dan sama sekali tidak menangkap ikan. Kamu yang mencari kayu bakar," ujar Me Fu'an.


Ai Xia Re melotot. Ketika hendak protes, Me Fu'an membantah nya.


"Tidak boleh protes! Sekarang lebih baik kamu cepat mencari, karena hari sudah sore," ucap Me Fu'an.


Ai Xia Re mendengkus. Ketika gadis itu hendak melangkah untuk mencari kayu bakar, langkahnya terhenti beberapa detik ketika mendengar pertanyaan dari Me Fu'an.


"Ai Xia Re, tadi aku merasakan aura yang begitu kuat. Apakah –terjadi sesuatu?"

__ADS_1


__ADS_2