
part05
Teng.... teng... teng...
Bel pulang telah berbunyi, Via dan yang lain nya pun bergegas membereskan semua alat tulis dan lekas meninggalkan ruangan itu. sepanjang koridor mereka di sis dengan candaan...
"Bosen, nyanyi ajah skuy gimana?" ujar bayu yang memanyunkan bibirnya
"Kuy lah, ok, yu coba nyanyin lagu balonku pakr vokal i" tantangan dari bayu yang langsung di anguki dan bernyanyi
"bilin ki idi limi, ripi ripi wirni nyi, mirih pitih kilibi, mirih midi din biri militis bilin hijii" belum juga selesai Nabila memotong nyanyian bayu
"Iki siying kimi" menyipitkan matanya
"Duarrrrrrrrr, bulsit ying" sahut Rio
"Nana,,,, Nana,,," ujar Rinto yang di samping Nana
"Apa Toto?" sahut Nana mengganteng tangan Rinto
"Kemaren, si Alif nanyain lu tuh?"
"Alif, siapa yang mana Toto?" sahut Nana mengagaruk kepalanya yang tidak gatal
"Aliffffiiiiyouuu Nana" ujar Rinto yang langsung merangkul Nana yang sedang blushing "Eh gais pipinya mereah" Sambungnya yang dapat kekehan dari semuanya
"Ehhhh bentar bentar, Toto lu jawab?" ujar Nana yang melepaskan rangkulannya
"Jawab apa Nana?"
__ADS_1
"Kalo lu cinta sama gw?"
"Iya, terus apa?"
"Lu harus pilih antara dua hal?"
"Hal apaan Na?"
"Halalkan atau Tinggalkan?" Ujar Nana yang menahan tawanya sedangkan yang lain hanya menyimak dan terkekeh, sementara Rinto terus memikirin gimana suapaya kagak kalah...
"Ok, hari ini juga kita ke KUA!" sahut Rinto yang mengendong Nana ala bride style, Via yang menahan tawa dari tadi pasrah dan mulai tertawa dengan suara nyaringnya hingga tak sadar mereka telah berda di parkiran...
"Haduhhh... haduh... haduh.... biasaan ae tuh si halu gombalnya ya allah, hahaha" menyeka air mata tawa
"Mamama...." suara seorang balita yang tak asing bagi Via "Mamama..." panggilnya yang membuat Via membalikan badannya...
"Cuman anaknya ajah?, Papa nya ngak di cium nih?" sindir Rey seraya mengusap pucuk kepala anaknya
"Ngak, papanya kan nyebelin jadi mama pengennya cium Reno ajah yah Ren" Sahut Via meresa tersindir
"Yah, mamah gak asik yah Ren, masa papa gak di cium sih!" Rey merengek ke arah anaknya
Bugh...
Via memukul bahu Rey yang tidak sopan, masa belum halal pengen di cium sih, lagian juga ini di sekolahan nanti apa kata yang lain, 'Dahlah males nanti yang ada gw di cium ama nih om om, eh kakek kakek' batin Via yang ber agumentasi "Eh gaish gw duluan yah balik nya bayyy" teriak Via keteman temannya serentak menganggukan kepala dan melambaikan tangan ke arah Via, Via pun langsung masuk kedalam mobil tanpa basa basi lagi...
* * *
Di dalam mobil pun hanya salinga diam tak ada percakapan selain suara Reno yang lagi belajar bicara...
__ADS_1
"Ehemmm... Via kamu masih marah sama saya?" ujar Rey memecahkan keheningan
"Ngak tau!" sahut Via bodo amat 'Wanita mana yang tidak kesel, pagi pagi dah di cium secara tiba tiba di hadapan para siswi' batin Via
"Maaf yah, waktu tadi pagi saya langsung cium kamu!" ujarnya lagi
"Bapak juga kenapa sih pake acara cium pipi segala, kan aku malu pak!" sahut Via tampa melihat Rey "Masa seorang murid band di cium tiba tiba" sambung nya yang memanyukan bibir
seketika Rey melirik bibir mungil Via yang dia yakin belum ada yang menyentuhnya, wajarlah sebagai lelaki normal kan, dia juga kebutuhan sendirinya. 'Sabar sabar Rey, tahan tahan, argh' batin Rey prustasi dang langsung memberhentikan mobilnya di tepi jalan sepi
"Lah pak kok berhenti?" Tanya Via bingung karana tiba toba saja mobil berhenti
Bukannya memnjawab Rey malah memegang wajah Via, Via terkaget ketika benda kenyal menyentuh bibirnya, Via pun telah berusaha meronta, percuma sekuat apapun meronta Nafsu dan tenaga Rey tak sebanding dengan tenaga Via, Via hanya pasrah ciuman pertamanya di ambil oleh Rey, toh kan ntar juga jadi suami kenapa harus nolak...
Adegan itu berlangsung lama hingga Rey merasa puas dan mengakhiri ciumannya, "Maaf saya gak bisa nahan Nafsu saya, Nih Via" Ujar Rey merasa bersalah menyodorkan tisuu
"Eummmm gak papa kok pak udah terlanjur juga" sahut Via mengelap bibir bekas ciuman tadi, bukan bearti Via menirima bahwa ciuman pertamanya di ambali calon suaminya, tapi yang Via inginkan atas kesadaran masing masing bukan memaksa ginih....
"Sekali lagi maaf yah Via" Ujar Rey melajukan kembali mobilnya
Via hanya diem tak banyak bicara dia menghabiskan waktu di dalam mobil sambil menatap gedung gedung yang di laluinya, hingga sampe mereka di tempat Butik Keluarga Wijaya (BKW)...
* * *
Besambung....
Mohon kakak kakak yang baca karya saya jangan lupa kritsar nya makasih yah😍❤
#SeeYouNext😘
__ADS_1