Cinta Untuk Sang CEO {Duda Tampan}

Cinta Untuk Sang CEO {Duda Tampan}
Kebahagian yang lengkap


__ADS_3

* * *


Setelah kepulangan mereka dari hotel kerumah Rey, akhirnya Via bertemu dengan seorang anak kecil yang ia rindu kan...


"MaMaMa", Terdengar suara yang mengegama di seluruh penjuru ruangan yang baru saja Via menginjakan kakinya...


"Aaaa, Reno", Dengan sedikit lari Viapun menghampiri anak kecil itu, dan memeluknya. "Mama, kangen banget sama kamu Ren" ujar Via, tak hentinya mencium pipi Reno.


"Papahnya, ngak di ajakin?" sahut Rey menghampiri Via dan Reno, sambil merangkul bahu Via.


"NoNoNo" ujar Reno sambil mengeratkan pelukan di leher Via...


"Pinter banget sih anak mamah" Via tertawa mencium pipi Reno, sementara Rey mengelitik kedua orang yang sangat berharga...


mereka pun melepaskan rindu, saling becanda, mengejek, menjahili, sampe sampe mereka ngak sadar bahwa sekarang merwka telah saling melengkapi segala kekurangan.


dari sisi lain Sarah dan Wijaya, melihat tingkah laku anak cucu dan mantu nya, sambil tersenyum bahagia melihat pemandangan di depan...


"Bahagia mereka, bahagia kita". seutas kalimat yang terlontar dalam hati dua sejoli yang tengah menyaksikan pemandangan di depan nya...


Via yang merasakan ada desiran aneh yang muncul dalam hatinya ketika ia melihat suami dan anaknya tersenyum bersama.


'Adem banget hati ade ya allah' ujarnya dalam hati. "Hayoh senyum senyum sendiri, awas ntar ke sambet loh neng" goda Rey sambil mencolek pipi Via


"Apaan sih, gombal mulu, whahaha" sahut Via tertawa, hingga dia merasakan hembusan nafas yang teratur di leher nya.


"Eh Reno, cepet banget kamu tidurnya" ujar Rey, yang melihat kedua mata Reno terpejam, dan langsung mengambil alih Menggendong Reno.


"Iyah, baik banget, ngak rewel kayak yang lain" sahut Via mengelus kepala Reno


Mereka pun berjalan menaiki anak tangga satu persatu dengan mengobrol seputar keseharian Reno yang belum Via ketahui, sampe meraka sampai di kamar Reno yang sejak kecil sudah biasa tidur sendiri.


"Eummm, Kak emang Reno, suka tidur sendiri?, kenapa ngak bareng sama kita ajah?, kasian tau masa tidurnya sendiri" ujar Via panjang lebar, ngasih saran atau apalah itu..


"Emang kamu mau tidur sekamar dengan Reno sama aku?,nanti kita gak bisa pelukan loh" sahut Rey meletakan Reno ke ayunan bayi tempat reno tidur.


"Eummm apaan sih kak, kok bahas itu sih". wajah malu Via muncul di kala mengingat kejadian tadi malam, dikana dirinya memeluk erat tubuh kekar Rey, sampe sampe Rey harus menahan nafsunya.


"Uchhhh, baperan istri pak Andrey Wijaya, guru ganteng di sekolah Nusa Bangsa" sahut Rey dengan pd nya


Via pun hanya tersenyum dan keluar dari kamar tidur Reno, niat hati ingin lamgaung kekamar Rey, dan menyembunyikan pipi merahnya di balik selimut, eh malah balik lagi dan berdiri di ambang pintu Reno.


"Kenapa balik lagi?,kangen ya?" tanya Rey, mengahmpiri tubuh Via yang tengah berdiri di ambang pintu


"Pala bapak kau kangen, gua cuman mau nanya kamar kakak dimana?" Ujar Via dengan sedikit ketus

__ADS_1


"Tuh yang pintu coklat" tunjuk Rey to the point, soalnya kalo terlalu basa basi, takut singa yang tengah berdiri di depannya ngamuk, bisa visa harus pake koyok.


Via pun langsung berjalan ke arah yang di tunjuk oleh Rey, tanpa sepatah kata pun, dan langsung membuka pintu kamar tersebut, betapa terkejutnya kamar yang bernuansa putih di kelilingi barang barang mewah, tak lupa bunga segar yang mengiasi setiap meja yang ada dan aroma maskulin menyelimuti seluruh ruang tersebut, lebih kaget lagi saat Via melihat begitu banyak foto plaroid dirinya yang tergantung rapih di lampu hias yang berada di meja rias yang sudah di siapkan.


'Whuhuhu, sejak kapan tuh orang ngoleksi foto gua, dari yang culun sampe gua jadi perpack gini' batin Via yang masih binggung atas foto foto dirinya...


"Suka ngak?, ini baru permulaan belom semuanya, tunggu ajah kejutan selanjutnya" ujar Rey memeluk tubuh Via dari belakang, dan menelusupkan mukanya di leher jenjang Via


Via pun hanya tersenyum dan memejamkan mata menikmati setiap desiran nafas yang menerpa lehernya


"Makasih" ujar Rey yang membalikan tubuh Via


"Buat?" tanya Via yang kini mendongkakkan wajahnya dan saling tatap menatap


"Udah mau melengkapi dan menerima aku serta anak aku" ucap Rey mengelus rambut Via dengan sayang


"Itu mah udah jadi kewajiban seorang istri bukan?" tanya Via yang sedikit kagak jelas


"Bukan Vii"


"Terus?"


"Kewajiban kamu itu cuman satu"


"Harus bisa mencintai aku lah"


"Hah"


"Love You"


"Hah"


"Emuchhhhh"


Satu kecupan di kening Via. Rey pun menarik tubuh Via dalam pelukan. "Love You Tooo, Rey" sahut Via dengan nada kecil tapi masih terdengar oleh Rey


"Muachhhh"


Sekali kecupan di kening Via, yang mengakhiri momen romantis tersebut, sebelum Rey melepaskan pelukannya untuk bergegas ke kamar mandi membersihkan badan.


* * *


Ke esokan harinya, dimana sekarang aktifitas yang sempat terhenti sudah di mulai, dimana Via yang harus kembali sekolah, sementara Rey harus kembali ke kantor karna sudah jadwal masuk kantor.


Setelah sarapn selesai mereka berdua pun berpamitan kepada orang tua dan tak lupa sekecil Reno.

__ADS_1


Dalam perjalan menuju sekolahan Rey dan Via hanya terdiam tak banyak bicara sampe akhirnya mereka sampai di halaman sekolah.


"Belajar yang rajin, jangan ngebolos terus" ujar Rey sejenak melirik ke arah Via


"Iyah pak Adrey" sahut Via sedikit merapihkan sanggulnya


"Ya udah sana masuk nanti telat"


"wewewewe" cibir Via meniru nada bicara Rey


Cup...


Cup...


"Ih dasar gak ada ahlak banget sih" ujar Via tak terima saat kedua pipinya di cium sama Rey


"Yang penting dapet pahala" bisik Rey di telinga Via


"Dahlah males"


Bugmmmmm (suara pintu mobil)


Via membanting pintu mobil dengan penuh emosi, "Ya kali sepulgar itu" gerutu Via melangkah menjauh dari mobil Rey


"Via, Via" ujar Rey sambil terkekeh melihat tingkah laku istri muda nya.


Rey pun melajukan mobilnya menjauh dari gedung sekolah tersebut... dalam perjalan menuju kantor Rey yang masih ke pikiran dengan peristiwa tadi di sekolah sampai ia taksadar menabrak seoran wanita...


bugh...


"Astagfirallah" Rey pun langsung bergegas melihat siapa yang ia tarbak...


"Hah,......."


* * *


Bersambung.....


Hayoh kira kira siapa yang Rey tabrakk... hyoh siapa hayoh....


maafpin yah baru bisa up sekarang, buat kalian yang masih nungguin cerita ini makasih banget.. pokonya makasih...


jangan lupa kritsar nya kakak...


#SeeYouLove💙

__ADS_1


__ADS_2