
Sejak kejadian di sekolah yang mengemparkan seluruh ciwi ciwi di sekolah,akhirnya hari yang di tunggu pun tiba di mana hari Olivia Nazwa Kusuma melepas masa lajangnya, begitu pun dengan Ramadan Adrey Wijaya melepas masa duda selama tiga tahun kebelakang...
* * *
"SAH" sahut serentak tamu yang ada di gedung mewah...
Via pun kini tengah prosesi salim menyalim, yakni Via menyalimi serta mencium tangan Rey, sementara Rey mengecup kening Via dan meletakan telapak tangannya di atas kepala Via yang berbalutkan kerudung seder hana, tak lupa Rey mengucapkan do'a di dalam hatinya....
Pagi berganti sore, waktunya acara resepsi di gelaran.....
kini Via tengah duduk di pelaminan dengan balutan gaun putih bagian dada terbuka tak lupa perhiasaan yang mebalut di tubuh gadis mungil itu serta make up natural, sempurna sudah penampilan gadis itu, sementara Rey mengenakan jas, celana dasi hitam dengan kemeja putih serta sepatu hitam.
Tak henti hentinya tamu silih berganti menyalami pasangan penganten, kebanyakan tamu yang hadir, rekan kerja dari ke dua pihak keluarga serta kerabat dekat, tak lupa Chan Geng pun hadir, sementara teman yang lain tidak tau dengan pernikahan ini.
"Welcome tooo sepupu ipar gua" teriak cowok yang tak asing sembari bersalaman ala pria, "Semoga cepet hadir ponakan buat gua yah bang" sambungnya
"Apaan sih lu bang, gak asik" kata Via cemberut
"Yeeee merajuk" ujar Chan pria yabg tadi teriak, tak lupa ia memeluk sepupunya dan mengucapkan ntahlah itu rahasia mereka bedua
"Selamat yah pak Rey, semoga cepet ada lagi ponakan baru nya, dan ini buat sahabat gua tercinta, inget ntar di bukanya pas di kamar ajah yah cinta" ujar Nana dengan nada genit nya
"Awas kalo isinya yang aneh aneh lu" jawab Via memiyipitkan matanya ke arah Nana, Nana hanya tersenyum simpul
begitupun dengan yang lainnya tak henti mereka menggoda pasangan tersebut. Sore berganti malam, akhirnya acara pun telah selesai kini Via tengah berada di kamar hotel, yang sengaja kedua keluarga menyewanya demi pasangan baru.
'Aduh gimana ini, gimana dia minta hak sekarang,argggh kenapa gua jadi gugup gini' batin Via dengan keringat mulai muncul di pelipisnya
Clekkk
Pintu kamar terbuka sontak Via melihat ke arahnya, Via pun sangat gugup tak kala Rey pria yang sudah resmi sebagai suaminya sekarang, Rey pun langsung mengahmpiri Via dan duduk di dekatnya.
"Tidak usah gugup, saya tidak akan meminta hak saya, kecuali kalo kamu sudah siap" ujar Rey seraya mengelap pelipis Via dengan tissu
"Eummm, tapi om beneran kan tidak bakalan maksa saya kan" ucap Via polos, ntah kenapa anak ini selalu polos kalo soal beginian
"Ngakkk, saya janji, kagak bakalan sentuh kamu, kecuali kalo ke adaan saya sama kamu tidak sadar, alias tidur" Ucapnya, tak henti hentinya pria itu tersenyum membuat Via jadi melting
__ADS_1
"Eummmm iyah gak papa kalo itu mah, hehehe" jawab Via nyengir kuda
"Sebaiknya kamu mandi gih" titah Rey, Via pun hanya mengagguk tanda mengiyakannya.
Via pun langsung masuk ke kamar mandi, sementara Rey asik dengan benda pipihnya, ntah lah dia lagi ngapain sampe sampe tak dengar suara ketukan pintunya.
Tokkk... tokk... tokk...
beberapa kali ketukan pibtu akhirnya Rey pun sadar terdengar langsung saja membuka pintu kamar hotel.
"Eh bunda Ranti ada apa yah?" kata Rey yang saa ini berada di ambang pintu
"Ini bunda mau ngasih baju ganti buat Via Rey" sahut Ranti menyerahkan taperbag ke Rey. "Sekalian bunda pamit sama yang lain juga yah" sambungnya dengan setengah menyunggingkan senyum dan berlalu.
Rey pun kembali masuk kedalam kamar tak lupa ia mengunci kamarnya, Rey yang hendak duduk di ranjang kaget dengan keberadan ke pala Via yang setengah menongol,
"Astagfiraullah, Via, bisa ngak gak usah kaya gituh" kata Rey mengusap ngusap dadanya
Via pun hanya nyengir. "Pak tolongin dong" pinta Via penuh harapan
"Tolong bukain resleting yang ada di belakang gaun gua pak" sahutnya langsung keluar kamar dan berbalik membelakangi Rey
Rey pun membuang nafas kasar dan langsung membuka apa yang di suruh isrti mungilnya ini. "Udah, ada lagi?" Sahutnya seraya membalikan badan Via
"Makasih, oh iya baju ganti gua mana pak?" Tanya Via saraya sibuk mencari keberadaan baju gantinya
"Nih, tadi bunda kamu kesini dan ngasih ini, Terus pulang!" ujar rey seraya duduk di ranjang, Via pun hanya manggut manggut dan langsung masuk ke kamar mandi dan melakukan ritualnya.
Lima menit Via dengan ritualnya, Via pun keluar kamar mandi dengan mengunakan handuk yang dililit, membuat Rey yang melihatnya melongo, Rey pun langsung menutup matanya dengan mengunakan selimut
"Via kamu apa apaan keluar kamar mandi tidak pakai baju" Ujar Rey yang ada di balik selimut
"Coba ajah bapak liat noh baju apaan ituh, masa baju teransparan" kata Via dengan nada cemberut "Ngomong ngomong saya minjem baju bapak boleh gak?" sambungnya
"hemmm, iya boleh tuh ada di lemari pilih ajah, cepetan jangan lama, saya gak kuat nanti" ujar Rey yang setia di balik selimutnya
"Ok, lagian bapak kenapa juga pake acara selimutan begitu" celetuk Via yang heran melihat tingkah suaminya
__ADS_1
"Ck, saya kan pria normal, jadi kamu bisa mengertilah" geram Rey yang mulai muncul keringat dingin di badannya
"Oh" Via pun segera masuk dan mengenakan kemeja putih Rey, yang menurutnha besar bagi tubuh mungilnya, untung dia sempat bawa celana levis di atas lutut.
* * *
Jam pun telah menunjukan pukul 23:45 begitu oun dengan pasangan pengantin baru yang sudah memasuki pase alam mimpu masing masing, Rey pun terjaga dari tidurnya, melihat isrti mungilnya yang telah terleap dalam mimpinnya
'Ntah dari kapan saya mencintai kamu, yang pastinya saat ini saya benar benar mencintai kamu, saya janji bakalan membahagiakan kamu semampu saya, maaf kan saya, selama ini telah membohongi kamu Vi' batin Rey tak hentinya mengusap pipi muslus Via
"Selamat malam" ucap Rey mencium kening Via dan menarik tubuh mungil Via ke dekapannya.
Rey pun memejamkan matanya dan menyusul sang istri ke dalam mimpinya...
Kini malam berganti pagi, cahaya matahari yang begitu indah mengantarkan cahaya untuk memasukin celah celah jendela, membangunkan pasangan baru yang tengah merajuk dalam mimpinya...
Seorang gadis terusik di kala cahaya matahi tepat mengenai matanya, dengan geliatan kecil, akhirnya gadis tersebut bangun, hal yang tak pernah ia duga saat bangun tidur, adalah ketika dia tidur seranjang dengan pria yang sudah menjadi suaminya, ntah dia lupa atau gimana, nampaknya jiwa bar bar nya akan muncul.
Dengan Refleks ia pun langsung menendang suaminya sampe jatuh ke bawah. "Aaaaaa bapak apain saya" kata Via menarik selimutnya dan menutupi tubuhnya
"Awwsss, Via, bisa ngak gak usah nendang nwndang sakit nih" Omel Rey memegangi bokong dan perutnya yang terasa sakit
"Ya bapak apa apaan tiba tiba udah meluk gua, jangan jangan semalam bapak nyetuh saya ya" Ujar Via menyipitkan matanya
"Dasar bocah, gimana saya mau ngapa ngapin kamu, toh kamu ajah masih pake baju lengkap" Sahutnya yang kini tengah duduh di tepi ranjang.
'**** banget sih lu V, abis lah Pak Rey marah ke elu' bantinnya meruntuki kebodohannya sendiri. "Hehehe maaf bapak Rey yang terhormat, gua refleks" ujar Via nyengir kuda...
Rey pun langsung memamsuki kamar mandi tanpa sepatah kata pun, setelah merada di meraka bersih, merekapun langsung pulang ke rumah Rey...
* * *
Bersambung.....
Hehehe maaf yah kalo gaje ceritanya, soalnya aku udah kehabisan ide😂, Jangan lupa Vote, like, komen yah kak❤
#SeeyouAll😍
__ADS_1