
Part07
* * *
Setelah tawuran tadi malam yang berlangsung dengan kedatangan polisi semuanya absrut, membubarkan diri dan langsung mencari tempat yang aman, sementara Via ia menginap di rumah Nana, karna dia takut kalo harus pulang kerumah...
* * *
Empat orang gadis berjalan di koridor dengan iringan tawa dan lelucon yabg meraka lontarkan...
"Bir, bur apa yang manis?"
"Bir,bibir Syarhiri"
"Bibir, Nikita Mirzani"
"Bibir, Ivan Gunaban"
"Gunawan pea"
"Heheh, yaelah salah dikit ngapa"
"Emang bibir apaan, Na?"
"Bi...." Omongan Nana terputus beriringan dengan mereka sampai di kelas yang membuat mereka mengerutkan kening masing masing...
"Woy ada apaan rame benr?" teriak Ira di ambang pintu
"Lu kagak tau?, wali kelas kita di ganti sama guru baru, wihhh ganteng banget" ujar Juju tepatnya Juwita,cuman mereka berempat swring memangilnya Juju
"Hiilih, masih gantengan gue kali" sahut Andre yang baru dateng
"Mimpi" teriak cewe satu kelas kompak kecuali Via and the gang mereka hanya ber oh ria dan memilih duduk di teras depan kelas.
"Dasar ceue, giliran cowok cakep ajah pada kompak" gunam Andre ikut kumpul duduk di teras.
Tidak jauh dari sana terlihat bang Chan and the gang siapa lagi kalo bukan Rio, sama Lukman
"Wis my brader?" sapa Bayu dengan logat sok cool nya
Mereka semua hanya memasang wajah datar dan tak membalas ucapan yang terlontar dari mulut bayu "Cangcimen cangcimen cangcimen" pekik Bayu
"Berisik" Kompaknya
"Pada kompak" Bagu terkekeh...
"Oh iya, Vi lu semalem nginep di mana?" tanya Chan to the poin
"Rumah Nana bang" balas Via nyengir kuda
"Oh, lu si malah ikut, untung ajah si Kevin kagak nyekek gua" ujar Chan sembari meraktekin cekikkan yang se andainya menimpa dirinya
Via hanya terkekeh melihat Rio jadi korban praktek cekikkan Chan "woy gila Chan, lepasin anjay" teriak Rio setengah nafasnya yang tersenggal
Chan pun sadar dan segera melepaskan cekikkannya "Sory sory, Yo" ujarnya sambil mengelus leher milik Rio
Yang lain hanya tertawa akan kelakuan mereka, tanpa mereka sadari bahwa ada seorang yang siap menjewer kuping Via dan Chan
"Oh bagus yah, kemaren lu kagak pulang ternyata ikut tawuran oh bagus ya" kata pria ituh sambil menjewer kedua mahluk yang paling di takuti se anterio sekolah itu
"Awwws,bang maaf bang maaf, lepasin sih bang sakit nih" sahut Via
"Yeh malah nyaut, lu lagi Chan gua kan semalem udah ngomong lu batalin tawurannya, eh ini malah di jalanin" omel Kevin, iyah Pria itu afalah Kevin Arga Kusuma Pratama, tak lain kakak dari Via
"Sory bang, gua emosi semalam jadi gituh" elak Chan samoe seorang siswi cantik teoatnya adik kelas mereka nyamperin the geng mereka...
__ADS_1
Siswi tersebut bingung gimana bicaranya, sementara di depan matanya sedang berlangsung acara Omel omel bang Kevin. "Eh Neng ada apaan?, kok ngeliatin kita" kata Lukman dengan nada genit
"I...itu, a...anu,eummm, bang Chan sama yang lain di suruh masuk ke kelas kata bu Rini" ucapnya menundukkan kepala
Lukaman yang mendengarnya hanya ber oh ria, sementara Kevin melepaskan jewwran Chan, tampa babibu Chan langsung ngacir terbirit birit, soalnya dia kagak mau dapat yang lebih dari Kevin.
"Kak Sasa tolongin Via kak" ucao Via memelas ke calon iparnya, langsung mendapatkan anggukan dan senyuman termanisnya
"Udah sih Vin lepasin Via kasihan tuh kupingnya sampe merah kayak gituh" ucapnya Sasa lebih tepatnya Keysa Raqiya Azkayra.
Kevin mau tak mau harus melepaskan jewerannya terhadap adiknya, karna ia tak ingin melihat dua Wanita di hadapannya mengeluarkan senjata ampuhnya, bisa berabe ntar. Via pun langsung berhamburan ke pelukan sang calon kakak iparnya.
"Makasih kak Sasa, Btw kalian kesini mau ngapain?" tanya Via yang mengakhiri pelukannya
"Lu pikun atau gimana sih dek, tadi lu chat mamah suruh nganterin buku pelajaran lu,Nah ini bukunya" ujar Kevin seraya menyodorkan taperbag ke arah Via
"Hehehe,Makasih abang ganteng" sahut Via nyengir kuda
"Cuman makasih ajah Nih?, ininya ngak" ucap Kevin menunjuk pipinya
Cup
Cup
Via yang tau maksudnya langsung mencium pipi abang tersayangnya. "Jiwa ke jombloan gua bangkit" ujar Rinto yang memegang mesra tangan Andre pun memeluk tangan Bayu
"Gay" sahut Bayu bergidik merasa tangannya aneh
Mereka hanya tertawa sambil melihat ke pergian sang abang dan kekasihnya.
* * *
Saat ini mereka tengah mengikuti kegiatan belajar seperti biasanya, walaupun mereka Bad tapi mereka tidak pernah meninggalkan kewajiban sebagai murid di sekolah tempat mereka menuntut Ilmu walau terkadang sakali kali mereka bolos😂
Keheningan mereka berubah jadi jeritan takalat seorang guru muda tampan masuk ke kelas mereka berbarengan dengan guru tua yang sering di kenal sebagai pak Kepsek.
"Waalaikumsalam" serempak seluruh murid
"Suami gua datang"
"Paeran gua"
"Ngiler gau"
"Bang neng siap ke KUA"
"Nikmat mana yang akan aku dustakan"
Begitulah teriakan histeris mereka, sementara Via masih pokus mencatat di bukunya
"Woy V, bukan nya dia Calon laki lu?" cicit Nana di telinga Via, sontak Via mendongkakan wajahnya, betapa ia terkejutnya dengan pemandangan yang buat moidnya swdikit hancur
"Hemmm" ujarnya sambil membolatkan matanya ke arah pria tersebut..
"Silahkan pak Rey, saya menyerahkan tugas semuanya ke pak Rey, saya permisi, wasalam" kata pak Bimo Kepsek di sekolah tersebut, yang hanya di balas anggukan dan senyum tipis pak Rey.
"Ok, Perkenalkan nama saya Ramadhan Adrey Wijaya, panggil saja Rey, saya guru bahasa Inggris, sekaligus Wali Kelas kalian. Apakan ada yang di tanyakan?" ucap Rey panjang lebar. Ya dia Rey calon suami dari Via, yang merangkak bekerja jadi guru(mungkin sudah lelah jadi CEO kali😂)
"Pak udah nikah apa belum?" pertanyaan pertama dari Sarah cewek ganjen yang ke gatelan
"Belum" jawabab singkat padat jelas yang keluar dari mulut Rey
"Boleh dong pak saya jadi calon istri bapak" Ujara Aura yabg langsung mendapat sinisan dari bosnya yaitu Sarah
"Maaf,saya sudah memiliki tunangan, dan lusa saya akan nikah sama dia" Sahutnya dengan menatap ke arah Via, sontak Via meresponnya dengan tatapan
__ADS_1
"Hahahaha,baru juga terbang melayang ke awan, eh malah jatuh terhempas ke bumi begituh ajah" sindir Kiko Ketua Murid di kelas itu
"Yahhh jadi hari galau wanita sekelas ini mah" sahut Kiki Kaften Basket
"Sudah sudah, sebaiknya kalian selesaikan tugas kalian dan jangan lupa kumpulin tugas kemaren yang di kasih oleh bu Ririn" lerai Rey, ke anak muridnya dan langsung duduk di meja tak lupa memanggil para muridnya...
"Nabila Angraeni" ujar pak Rey, Ila pun langsung berdiri dan mengahampiri Rey
"Olivia Najwa Kusuma" Kata Rey dengan sedikit senyuman ke arah Via, Via pun segera bangkit dan mengahmpiri Rey.
Dengan berjalan mlas Via mengahmpiri Rey, ia tak menyadari bahwa rok abu-abu nya ada bercak darah yang tercetak dia antara(kalian pasti tau lah), sampe seseorang teriak ke arahnya dengan sedikit berteriak
"V lu lagi Pms?" teriak Andrey melihat noda darah di rok Via, Via pun menengok ke arah Andrey yang di angguki seluruh ciwi di kelasnya...
'****** gua, kagak inget hari ini tanggal PMS' batin Via, Via hanya nyerik kuda dan menutupi roknya pake tangan kiri, tangan kanan ia langsung menyodorkan buku ke arah Rey,
"Cepetan pak" ujr Via ke Rey hanya swnyum dan menggelengkan kepalanya langsung menilai, Via pu langsung berbalik tapi...
"Via" panggil Rey bangkit dari duduknya dan langsung melepaskan satu peesatu kancing kemeja putihnya
"Bapak mau ngapain?" tanya Via yang kaget melihat tubuh sispak Rey di hadapannya membuat kaum ciwi di kelas Via ileran melihat itu, begitupun cowo yang langsung meraba perut masing masing
"Kamu pake ini, dan ikut keruang saya" katanya dn berlalu pergi ke luar kelas
"Tapi pa...argh" Via pun hanya bisa mendengus kelas dan membututinnya, sambil tak henti hentinya kmat kamit,semoga kagak ada insiden Ciuman yang di lakukan beberapa hari yang lalu
Untung sepanjang koridor sepi sebab semuanya sedang melaksanakan kewajibannya, kecuali yang ada di lapangan basket, tampak ramai karna ada kelas olahraga, ta banyak dari mereka yang tak pokus melihat tubuh sispak Rey.
* * *
"Duduk" kata Rey yang sudah sampai di ruangannya
"Ngak pak yang ada nanti kemeja bapak kotor" tolak Via di ambang pintu
Rey pun menghampiri Via dan menarik tangannya supaya Via masuk ke dalam ruang tersebut. Rey pun menutup pintu dan berjalan kearah mejanya.
"Nih" ucap Rey seraya memberikan taperbag ke arah Via yang sendari tadi berdiri di dekat pintu
"Itu apaan pak?" tanya Via yang ragu menerima taperbag itu
"Ini titipan ibu kamu, kata ibu kamu hari ini kamu tanggalnya Pms, jadi ibu kamu nitip taperbag itu, dan kata ibu kamu, kalo kamu Pms, makanan utama kamu..." ucap Rey tergantung ketika pintu di ketuk dari luar
Clekkk
Rey pun membuka pintu. "Ini pak bubur sama teh angetnya" ucap bi Eti, bibi kantin langganan Via dan kawan kawan.
Rey pun hanya mengaguk dan tersenyum ke bi Eti dan berlalu pergi meninggalkan ruangan tersebut
"Kamu suka makan bubur dan teh hangat saat pagi kan?" lanjut Rey duduk di kursi
"Hehehe iya pak, makasih yah pak" ucap Via nyengir kuda ke arah Rey
"Ya udah kamu ganti seragam kamu di sana, terus kamu makan nih Bubur sama teh hangatnya" ujar Rey seraya menunjukkan toilet yang ada di ruangannya.
Via pun tamoa babibu langsung masuk dan menganti seragamnya. 'Untung ajah bunda tau tanggal Pms aku, jadikan aku gak perlu ribet bulaj balik ganti pakeian' batin Via yang tengah di menganti pakaiannya...
* * *
Saat ini Via tengah menikamti bubur dan secangkir teh hangaat yang ada di depannya, sementara Rey, ntahlah tuh mahluk kemana perginya, author juga bingung...
* * *
Cieeeeee maaf yah pada nungguin sambungan ceritanya, maklum Author lagi kangker alias kantong kering, pas banget kouta habis jadi gak bisa Up... Tapi gak papa sekarang dah Up buat Readers yang sering nungguin❤️
Jangan lupan di Vote, tinggalkan jejak, Kritik dam saran nya❤️
__ADS_1
#SeeYouAll😍