
Namaku ekha yah nama yang simple tapi kalian tak akan menyangka nama sesimple itu, dan wajah secantik bidadari seperti ku ini menyimpan jiwa lain yang kejam seperti iblis.
Aku tak akan mengakui diriku ini baik karna bagiku kebaikan hanya topeng yang bisa kapan saja aku lepas, jangan tanya kenapa aku bicara seperti itu karna bahkan kedua orang tua aku saja menyembunyikan kekejaman nya.
Itu sebabnya kenapa aku ingin sekali membunuh mereka, ohhh jangan berfikir aku kejam tapi inilah diriku yang lain.
Katanya tangan putih ku ini sangan lembut tapi siapa sangka tangan ini sudah ternoda banyak darah dan terseimpan kekajaman nya.
Entah siapa yang bisa mengubah diriku ini, tapi maaf tak ada sedikitpun niat aku untuk mengubah nya, karna bagiku ini sangat menyenangkan.
Apalagi jiwa tangan ini menyayat kulit dan melihat darah segar, rasanya jiwa gilaku akan berontak keluar dan mencabik-cabik tubuh seseorang itu dan mengambil banyak darah nya. Jangan tanya untuk apa? baiklah aku jawab tapi kalian jangan takut padaku, karna darah itu akan kugunakan untuk berendam.
HAHAHAHAHAHAH...Itu sangat menyenagkan!!!
Inilah kisah hidupku, jangan berhenti membaca sampai kisahku tamat.
Kalian akan mengerti kisah hidupku ini.
****
Mataku mengerjap karna seberkap cahaya yang masuk melalui celah tirai, membuat ku terbangun dan langsung menuju kamar mandi.
TOK..TOK...TOK...
__ADS_1
"Ada ap?" tanyaku dingin setelah membuka pintu, dan terlihat seorang kepala pelayan pria.
"Nona, bagaimana dengan mayat itu?"
"Kubur saja dibelakang mansion" kataku tak peduli.
"Baik nona" ucap pak veer lalu ia berlalu
Jangan tanya itu mayat siapa? karna itu mayat kedua orang tuaku. tidaakkkk, aku tidak sekejam itu. Aku hanya memberi mereka sebuah racun berbahaya, mereka terlalu berisik dengan hidupku dan banyak mengatur jodohku.
Aku muak dan aku lelah dengan ucapan mereka, toh mereka bukan orang tua kandungku. Sudah ku bilang, aku itu tidak sekejam itu karna aku masih punya sisi baik yang lumayan sedikit mendominasi.
"Apa jadwal saya hari ini?" tanyaku dingin pada assistan pribadiku yang berdiri disebelahku
"Jam 9 anda ada rapat dengan seluruh manager, jam 11 anda ada janji temu dengan mr. charles, jam 2 siang anda harus mengunjungi asramah putih dan yang terakhir anda diundang makan malam oleh nyonya fleris" jelas assisten pribadiku yang bernama luna
Aku mengelap mulut ku dengan lap tangan karna sudah slesai sarapan dan berdiri "Ayo jalan"
****
Lelah sekali rasanya setelah melakukan rutinitas sebagai pengusaha muda, belum lagi setelah mencongkel salah satu manager yang menjual informasi data perusahaan.
__ADS_1
Aku tidak akan pernah membiarkan seorang pun dapat merugikan diriku ini, jadi aku hanya sedikit memberi sedikit pelajaran didepan semua manager lain nya. Sekali lagi aku katakan jangan tanya kenapa tidak ada keadilan buat ku, karna semua polisi dinegara O menganggap diriku ini tuan mereka.
"nona apa perlu mengganti pakaian sebelum makan malam?" tanya luna
"Tidak perlu" jawabku datar
"Baik nona"
Mobilku sudah sampai dipelataran rumah yang cukup megah dan disambut tatapan ramah lembut siempu rumah.
"Selamat datang nyonya super sibuk" seorang wanita cantik seumuran dengan ku, dia adalah sahabatku Elenna dan disamping nya Kelvin teman sekolah aku waktu SMA.
"Kau meledekku?" tanyaku tajam
"Jangan menatapku tajam seperti itu ekha!!" bentak elenna, membuatku sedikit menarik sudut bibirku keatas. Memang cuma sahabatku yang tidak takut tatapan tajamku.
"Ayo masuk!" kata Kelvin sebelum aku bicara membalas perkataan istrinya itu.
Langkah kakiku terhenti seketika melihat sosok yang sangat aku rindukan dan teramat aku benci, dia menatapku sayu dan tersenyum lembut.
"Ka...kauuu..."
__ADS_1