
"Selamat pagi nona" ucap pak veer
"Sudah kau kumpulkan darah nya?" tanya ekha dingin, menuruni tangga yang diikuti veer.
Lantai atas hanya bisa dimasuki oleh nya dan pak veer, sedangkan sayap kanan hanya bisa dimasuki oleh ekha saja.
Selain kedua ruangan itu, semua pelayan dan penjaga disinih bebas melakukan apa saja.
"Sudah nona"
"Kubur mayat anak kecil sialan itu ditempat biyasa" ucapnya lalu pergi meninggalkan mansion dengan mobil yang sudah menunggu nya.
"Luna"
"Hari ini anda tidak ada kegiatan apapun nona hanya perlu menandatangani beberapa berkas dikantor, dan gaunya sudah saya serahkan kepada pak veer"
"Bagus" ucap ekha yang ditanggapi anggukan luna. Setidaknya Luna amat sangat mengerti tatapan Ekha, karna luna sudah mengikuti nya selama 7 tahun dan umurnya dengan Ekha terpaut 2 tahun. Umur Ekha masih 21 tahun dan umur Luna 22 tahun, memang luna sudah mengikuti bosnya sejak bossnya itu berumur 14 tahun. Kejam bukan? umur 14 tahun sudah membunuh banyak orang tapi kalian jangan menyalahkan nya, saat Ekha kecil kedua orang tuanya meninggal karna kecelakaan yang disebabkan oleh orang kepercayaan keluarganya.
Ekha lalu diadopsi dan diperlakukan seperti binatang oleh mereka, tapi ya sudah lah kedua orang itu sudah dibunuh nya dengan cara yang menggenaskan.
****
Ekha sedang duduk ditaman melihat beberapa anak kecil bermain dan tertawa.
Saat ada anak kecil yang terjatuh dan mengeluarkan darah, ia merasakan gejolak dihati dan pikiran nya. Rasanya sperti ingin menerjang dan merobek luka itu, namun saat dia akan berlari dan menerjang nya ia berhenti karan melihat sosok Agra, tapi demi terlihat baik ekha menghampiri anak kecil itu lalu menenangkan nya dan memberinya permen yang slalu ia bawa untuk mencari korban nya.
"Kau baik sekali yah" ucap Agra
Ekha tersenyum "Saya tidak sebaik itu"
__ADS_1
"Benarkah?" Agra memandang ekha
"Iyah tentu terkadang saya ini mengancam mereka agar mereka mau makan" jawab ekha
"Itukan demi kebaikan mereka" agra tersenyum
Ekha tersenyum "Demi kebaikan mereka dan kepuasan ku" batin nya.
"Kenapa kau ada disinih?" tanya ekha
"Hanya jenuh dengan urusan kantor saja" matanya memandang dua orang yang amat dia kenal, dan melambaikan tangan nya.
"hai bang lo disinih?" tanya ellena iya kedua orang itu ellena dan suaminya kelvin.
"lo juga kha?" tanya kelvin yang baru sadar akan ekha
"Yaelah bang ini tuh shabat gue yang dulu pernah gue mau kenalin sama loe, tapi loe nolak mulu" jelas ellena
"Ohhhhh" Agra tidak enak karna dulu pernah menolak bertemu ekha tapi entah sekarang hatinya jadi nyaman setelah mengenal ekha.
"Cieeeeee ada yang salah tingkah nih" celetuk kelvin
Ekha hanya tersenyum berbeda dengan Agra yang menjitak kelvin.
"Kalian nggak lagi kencan kan?" tanya ellena pada ekha
"Tidak"
__ADS_1
"Terus ngapain kalian berdua disinih?" tanya nya lagi
"Gue tadi nggak sengaja ketemu ekha disinih, jadi yah gue samperin ajah" jelas Agra karna dia cukup tau kalau ekha tidak suka banyak bicara
"Lo kenal sahabat kita darimana?" tanya kelvin
Kelvin menceritakan saat dia bertemu dengan ekha dan sudah beberapa hari ini slalu bertemu tanpa sengaja.
****
Ekha sampai dimansion lalu memasuki kamarnya, ia keluar dari kamar mandi dan sudah memakai lengkap gaun putih serta hiasan mahkota indah dirambut nya.
Ia memasuki sayap kanan dan masuk keruangan dimana kekasihnya tertidur,
"Kau cantik sayang" bisik sosok itu
"Malam ini bulan purnama, aku hanya bisa menghidupkan mu selama 1 bulan. Setelah itu kau akan tidur kembali, manfaatkan waktumu"
"Kenapa hanya 1 bulan?" tanya sosok tak kasat mata itu
"Kali ini aku kan membiarkan kamu membunuh sendiri mangsamu" jawab nya dingin
"Kenapa bukan kau?"
Ekha tak memperdulikannya lalu menyiramkan darah keluarga fleris pada tubuh didalam peti mati itu.
"Bangunlah!!" teriakan ekha kembali menggetarkan seluruh mansion nya.
__ADS_1
Mata yang sudah lama itu terpejam kini mulai terbuka, sosok tampan itu terbangun dan tersenyum menatap ekha.