cinta yang berbeda

cinta yang berbeda
Bertemu


__ADS_3

"ekha..ekha... kau tidak papa" ellenna menyadarkan ku.



"Apa kau tadi melihatnya?" tanyaku menunjuk tempat seseorang itu sempat berdiri.



"Kau melihat apa?" tanya kelvin cemas



"Iya ekha kau melihat apa?" tanya ellena sedikit mengguncang tubuhku



"Ti-tidakk... ayo kita masuk!" jawabku lalu melangkah masuk.



Kami bertiga larut dalam obrolan semasa kami sekolah, sampai tak menyangka mataku beralih ke lantai atas dan sosok itu berdiri tersenyum manis padaku. Aku mengalihkan pandanganku kearah lain namun setiap saat aku mengalihkan pandanganku dia slalu ada dan tersenyum, hingga tanpa sadar aku berdiri dan berlari keluar mansion menuju mobil dan pergi begitu saja menghiraukan panggilan Ellenna dan Kelvin.



****



"Kenapa kau lari?"



CITTTTTTTTT.......


Aku menginjak rem mobilku saat mendengar suara bariton yang sangat amat aku kenal. Aku mencari asal suara itu tapi tak menemukan apapun dan siapapun,



TOKK...TOKKKK..TOOKKKKKK


Suara jendela kaca mobilku diketuk, aku membuka nya dan terlihat jelas itu sosok dia yang dengan senyum manisnya.



"Kau mencariku.." ucapnya dengan jeda "Sayang" lanjutnya disertai senyum lembut membuat hatiku berdebar.



"KAU....KAU SUDAH MATIIIIIII!!!" Teriakku



"Iyah Ekha aku sudah mati, tapi cintaku tidak" tangan dingin nya menyentuh wajah ku,



"Dan kaulah yang membunuhku" ucapnya lalu mencengkeram daguku kasar.



"HAHAHAHA...." aku tertawa keras lalu merubah wajahku menjadi datar dan dingin "Lalu kenapa? kau ingin membunuhku?" tanyaku datar



Dia menghilang dari hadapanku, aku tidak peduli dan lansung melajukan mobilku kembali ke mansion.



*****



Sampai dimansion aku langsun turun dan tak memperdulikan sapaan para pelayan dan penjaga, aku langsung menuju ruangan rahasiaku disayap kanan dan membuka pintu rahasia, disanah ada sebuah peti kayu emas bergaya antik dan elegan berpadu dengan dinding dan tirai berwarna merah serta seluruh ruangan yang berhias emas dan lilin merah, selain lilin tak ada pencahayaan lain.



Aku berjalan menuju peti antik dan melihat sesosok tubuh gagah tampan berbaring didalam nya.



"Akhirnya kau datang menjengukku" ucap sesosok yang berdiri disampingku.


__ADS_1


"Aku sudah bilang jangan dulu menemuiku" ucapku dadar memandang tubuh sosok yang sedang terbaring.



"Aku merindukanmu" ucap sosok tak kasat mata itu memelukku dari belakang.



"Aku sedang berusaha agar kau hidup kembali, kenapa kau tak mengerti" ucapku dingin.



"Kau membunuhku kemudian kau menghidupkanku kembali, apa kau sungguh senang dengan permainanmu sayang?" bisiknya



Aku tersenyum dan tawaku menggema keseluruh ruangan, "tentu sayang, itulah kesenangan ku"



"Apalagi saat tangan ini menyayat kulitmu dan mulutku ini meminum darahmu rasanya jiwaku berdesir penuh kesenangan" ucapku membelai wajah priaku.



"Aku bahagia apabila kamu senang sayang" dia tersenyum.



"Apa kau tidak membenciku?" tanyaku



"Tentu sayang, aku sangat membencimu tapi cintaku lebih mendominasi" dia memelukku



"Sebentar lagi kau akan terbangun setelah aku mendapatkan korban terakhir dari keluarga fleris.



"Siapa targetmu sekarang Ellenna fleris atau agra fleris?" tanya nya melepas pelukannya




"Tapi, kalau dia tau kau yang membunuh kembaran nya dia akan sangat membencimu" dia berbalik lalu menyentuh pipiku



"Kalau gitu bunuh saja sekalian" ucapku dingin menepis tangan nya lalu berlalu keluar ruangan rahasia itu.




*****



Handphone ku berdering dan aku langsung mengangkat nya.



"Kau tidak papa?"



"Iyah ell, gue baik. sorry kemarin gue langsung pergi" jawab ekha



"Iyah nggak papa yang penting loe baik-baik aja"



"Iyah ell thanks, udah dulu yah gue ada urusan dikantor" ucap ekha yang mulai bosan



"Yaudah gue tutup"


__ADS_1


Ekha beranjak dari tempat tidurnya dan berjalan kesalah satu ruangan yang terdapat hanya bethup penuh dengan cairan merah pekat.



Bau anyir menyeruak bercampur dengan wangi bunga mawar yang bertebaran. Ekha masuk kedalam bethup penuh dengan darah itu, dia menikmati nya memainkan darah itu seperti air membasahi badan nya, setelah nya dia bangkit dan memakai jubah mandinya.




"nona semuanya sudah siap" ucap kepala pelayan setelah melihat ekha menuruni tangga lengkap dengan setelan kantor nya.



"mulailah rencananya dari sekarang!" perintah ekha



Kepala pelayan itu mengangguk lalu memberi hormat dan pergi.



****



Ditempat lain seorang pria sedang duduk disebuah taman dan memainkan setangkai bunga lili, dia menunggu kekasihnya namun tak kunjung datang.



1 jam



2 jam



3 jam



3 jam telah berlalu akhirnya dia menyerah dan pergi meninggalkan taman, namun langkah nya berhenti saat melihat sesosok wanita cantik bergelayut mesra pada pria lain.



Rahang nya mengeras lalu dia membuang bunga nya dan berlari meninju wajah pria tersebut, wanita itu anna kekasihnya yang berselingkuh dengan dennis.



"AGRAAAAAA!!!" teriak anna mendorong pria yang bernama Agra itu dan membantu Denis berdiri.



"Kauuuuu keterlaluannn!!!" teriak anna pada Agra



"Kau yang keterlaluan, dihari kita jadian..." agra berdiri "KAU SELINGKUH!!!" teriak agra.



"Aku sudah bosan dengan kamu, kamu selalu saja sibuk bekerja dan tidak perduli dengan aku" ucap anna



"APAA?" tanya agra



"Aku mau kita putus!!" bentak anna lalu pergi meninggalkan agra yang mengepalkan tangan nya.



"AAAAAAAAARGGGHHHHHH" teriak Agra frustasi mengacak rambutnya.





Seseorang tersenyum melihat kejadian itu, lalu berubah menjadi tatapan dingin dan kejam.

__ADS_1


"Jalan!!"


__ADS_2