cinta yang berbeda

cinta yang berbeda
Kebencian


__ADS_3

"Tenanglah kak kita akan mendapatkan nya dan membunuh ervan, sekarang raja eden sudah tiada, tidak akan ada yang menghalangi kita" ucap ellena



"Kau benar ellena"



Mereka berdua tersenyum penuh makna.



Flashback on



Sepasang anak kecil merengek di kaki ibu dan ayahnya yang menggunakan jubah hitam panjang disertai plakat seorang penyembuh terkenal.



"Ayah apa yang terjadi?" tanya anak kecil yang laki-laki.



"Agra dengar sayang, apapun yang terjadi kalian berdua jangan keluar dari lingkaran yang kami buat" ucap sang ibu menangis disertai raungan anak perempuan yah itu ellena.



"Cepat masuk sayang!" perintah ayah agra dan ellena yaitu fleris.



Terdengar bunyi langkah kaki, membuat mereka semakin gusar dan mendorong kedua anak nya nya masuk kedalam lingkaran dan seberkas cahaya terbentuk melindungi agra dan ellena.



"Kalian disini rupanya" suara berat nan dingin itu membuat mereka berbalik menghadap seseorang pria berumur belasan tahun, dia memakai pakaian jas kuno bercorak kerajaan hitam.



"Ervankhas!!"



"Husssssttt" ervan mengisyaratkan untuk tidak berisik.


__ADS_1


"Apa kalian mau mereka mendengar teriakan kalian?"



"Ervan apa yang terjadi?" tanya fleris dengan suara kecil.



"Iyah apa yang kau lakukan, kami hanya membuat obat dengan bahan yang kau beri. Lalu bagaimana raja meninggal? bukankan kau bilang kalau itu obat penyembuh?" istri fleris menatap ervankhas.



Namun tawa ervan menggelegar membuat kedua pasang suami istri itu saling menatap, dan sepasang anak kecil didalam dinding pelindung meringkuk ketakutan.



"Jangan-jangan itu....."



"Kauu Kurang ajarrrr!!!" teriak fleris yang akan menyerang ervan namun cahaya merah membuatnya terpelanting membentur dinding.



"Kau terlalu berisik fleris sama seperti orang tua itu" ervan berjalan lalu duduk disebuah kursi.




"Sebenarnya apa maumu ervan?" tanya istri fleris.



"Mauku kalian bekerja sama dengan ku untuk membuat racun tak berpenawar untuk membnuh eden"



"APAAAAAA!!!"



Keduanya kaget atas ucapan ervan, bagaimana bisa kedua saudara kandung ini saling ingin membunuh hanya demi seorang gadis.



"Kami tidak bisaa!" teriak fleris.

__ADS_1



"Kalau begitu kalian matilah" ervan tersenyum dan menyerang mereka berdua. Istri fleris terpental jauh dan menabrak lemari racun nya, ia mengambil satu botol racun yang tergeletak disampingnya dan melumuri pedang nya dengan racun itu.



Sementara ervan dan fleris masih bertarung sengit, membuat semua barang-barang hancur.



Fleris terjatuh karna sinar merah yang ditimbulkan ervan, ervan mengambil pedang nya yang terjatuh dan menghunuskan nya kearah fleris lalu menebas lehernya bersamaan dengan istri fleris yang menusukkan pedang nya keperut ervan.



Seketika tangis dan teriakan pecah didalam dinding pelindung, kedua anak kecil itu melihat ayahnya dipenggal didepan matanya.



"KAAAUUUUUU!!!" teriak ervan membalik badanya, ia mencaput pedang yang menancap dibelakanya.



"Lebih baik kau juga ikut mati!!" ervan menghujam tubuh wanita itu tepat didadanya.



"Hahahahahahahaahh" tawa ervan pecah namun seketika ia terduduk dan batuk mengeluarkan darah.



"Siaaalllll" ervan berlari meminum darah fleris yang berceceran dilantai lalu dia sedikit merasa baikan, kemudian ia mengerti darah keluar fleris itu dapat menyembuhkan.



Setelah mendapatkan banyak darah ervan menghilang begitu saja.



Seberkas cahaya kuning terpendar dan kedua bocah itu berlari menuju kedua orang tuanya yang tergeletak bersimbah darah, mereka menangis dan meraung, sehingga satu sumpah lolos dari mulut sang putra.



"Ervankhas"



"Dengarlah seluruh langit dan bumi!! aku Agra Fleris bersumpah akan membalaskan dendam dan kebencian ini pada seluruh keluarga eden dan orang tersayang nya" sumpah agra terdengar diseluruh penjuru dunia.

__ADS_1



Flesback of


__ADS_2