cinta yang berbeda

cinta yang berbeda
Pandangan pertama


__ADS_3

Seorang wanita cantik sedang berkutat dengan berkas-berkasnya, tak memperdulikan kalo sudah waktunya untuk pulang.



TOKK..TOOK..TOKKKK



"Masuk!" ucapnya dingin



"Maaf presedir, ini semua data yang anda minta" dia menyerahkan beberapa dokumen pada atasan nya yang masih memandang berkasnya.



"Taruh saja disana!" tak peduli



"Luna.." panggilnya



"Iya presedir"



"ekhemm...." Ekha berdehem lalu merapikan posisi duduknya, dia menatap assistan nya dengan tajam dan dingin.



Luna yang ditatap mulai gemetar karna dia cukup tau presedirnya ini berwajah bidadari berhati iblis.



"Siapkan gaun putih seputih salju dan seringan kapas, besok antar ke mansion!" perintah nya lalu berdiri dan pergi membawa berkas yang sudah dirapikan.



Tubuh luna yang tadinya bergetar mulai meluruh kebawah, karna dia tau saat bos nya sudah meminta menyiapkan gaun putih, itu berarti dia akan menyaksikan ekha bermandikan darah sehingga gaun yang tadinya putih akan berubah menjadi merah semerah darah.



Luna adalah salah satu asisstan kepercayaan ekha, dulu ia bukan lah siapa-siapa sebelum bertemu ekha. Luna memang sangat takut akan darah tapi sejak dia diselamatkan ekha dari kematian, luna sudah bersumpah untuk setia padanya.



***



Bruuuuukkkk....



"Kau tidak papa?" tanya seorang pria yang hampir sempat menabrak seorang gadis cantik berkulit putih seputih salju.



Gadis itu menggelengkan kepala dan berdiri namun ia terjatuh kembali saat kakinya terasa sakit, namun tangan pria itu menopang nya hingga tatapan mereka bertemu.


__ADS_1


Selama beberapa detik tak ada satupun dari mereka yang mengalihkan pandangan nya, sampai suara anak kecil menyadarkan mereka.



"Kakakkkk" panggil anak kecil itu sambil menarik baju si gadis.



"Aduhhh,, Kamu tidak papa kan lisa?" tanya gadis itu cemas.



"Lisa tidak papa-papa, tapi kaki kakak luka" ucapnya imut menunjuk kaki gadis yang dipanggilnya kakak.



"Kakak nggak papa, ayo kita pulang" ajak nya namun tangan gadis itu digenggam sang pria.



"Tungguu, saya antar kalian yah" ucapnya



"Ma-maksud saya, saya udah buat kamu kaya gini jadi saya akan antar kalian dan mengobati kaki kamu"



"Kakak ayo kita ikut ajah, kan kaki kakak pasti sakit banget" kata Lisa yang ditanggapi anggukan si kakak.



Pria itu membuka pintu mobilnya lalu menutupnya kembali setelah gadis dan lisa masuk.




"Ekha"



*****



"Seperti nya kau cukup senang sayang?"



"Berhenti melayang-layang seperti itu" ucap ekha datar, iyah dia sekarang dia ada diruangan yang berisi peti mati antik itu.



"Apa rencanamu berhasil?"



Ekha tersenyum penuh arti dan tertawa mengerikan, tawanya menggelegar memenuhi seluruh mansion dan semua orang yang mendengarnya mengerti kalau tuan nya sedang merencanakan sesuatu yang kejam.



"Kau mengerikan ekha" sosok itu menyentuh dagu ekha dan mencium sekilas bibir nya.

__ADS_1



"Aku atau kamu yang mengerikan?" tanya ekha tajam



"HAHAHAHAHAHAHAH" sosok itu mengilang.



Ekha keluar dari ruangan nya lalu berhenti didepan kedua pelayan nya, "apakah anak-anak itu sudah makan?"



"Belum nona, mereka terus saja merengek" ucap salah satu pelayan gemetar



"BODOHHH!!!! Begitu saja tidak becusss!!" teriak ekha.



Ekha berjalan menuju tangga bawah tanah dan membuka salah satu ruangan yang pengep dan cma ada 1 jendela itupun sudah terkunci kuat.



"Haiiii adik-adik kecilku" ucap ekha dengan nada yang cukup mengerikan.



Disanah ada 20 anak yang meringkuk ketakutan salah satunya lisa, "Lisa sayang, bukan nya tadi bilang kamu lapar kan?.." ekha menjeda sebentar memandang mata lisa "AYOOO MAKANNNN!!!" bentak nya sambil menyumpal mulut lisa dengan nasi.



"Kakak kami tidak mau makan-makanan basi itu" ucap salah satu anak, membuat ekha menatap nya tajam



"Ooohhh...kau mau makanan enak yah?" tanya ekha terdengar lembut tapi menakutkan.



"Kau ambilkan sesuatu yang membuat mereka menurut padaku!" perintahnya pada kepala pelayan pak veer, pak veer mengangguk lalu pergi. Tak lama dia kembali, bukan nya membawa makanan ia membawa cambuk dan pisau tumpul bagi ekha namun tajam bagi orang normal.



"Kalian mau makan yang mana?" tanya ekha tersenyum menakutkan



Anak-anak itu bergetar takut lalu mau tak mau memakan nasi basinya dengan lahap, ekha tersenyum puas namun matanya tertuju kesalah satu anak yang tidak makan. Dia mendekatinya lalu tersenyum padanya,



"Kau yang memilih sayang" ucapnya lembut, ekha berdiri lalu menjambak rambut anak kecil itu lalu diseret keluar tak menghiraukan teriakan anak-anak lainya.



"Anak yang malang, kalian lihat kalau kalian membantah nya kalian akan bernasib sama seperti teman kalian itu" ucap pak veer lalu pergi dan mengunci pintu kembali.



__ADS_1


"AAAAAAAAAAAARRRGHHHHHHHH" teriakan melingking disertai tawa menyeramkan menggema sepanjang malam itu.


__ADS_2