
"Ervankhas?"
"Iyah itu nama saya, walaupun agak aneh" ervan tersenyum
"Ti-tidakk aneh kok, maaf yah" ucap ellena tidak enak
"Aiihhh, nggak papa ell"
"Mau saya antar?" tawar ervan
"Tidak perlu, saya takut merepotkan anda"
"Tolong jangan menolak, saya rasa kita satu arah nona" paksa ervan
"Ehhhmmm , baiklah" ellena tersenyum
Ervan membukakan pintu mobilnya untuk ellena lalu mereka pun pergi menuju mansion ellena.
****
Ditempat lain yang tak lain adalah mansion keluarga fleris. Ekha dan Agra sedang asyik mengobrol kan tertawa walau ekha hanya sedikit tersenyum, dalam kamus ekha tawa senang itu mustahil.
Mereka tak menyadari ada 2 pasang orang yang berjalan mendekat, Iyah mereka ellena dan ervankhas.
"Kakak kenapa kau diluar" suara ellena sontak membuat ekha dan agra melihat nya namun berbeda dengan ekha yang sedikit kaget melihat ervan datang bersama ellena, ada rasa sakit dihatinya.
"Kau ternyata, ehhh....siapa dia ell?" tanya agra baru sadar ellena datang dengan seseorang.
"Sayang kau disini?" pertanyaan ervan sontak membuat agra,ellena dan ekha terkejut.
Agra sedkit marah dengan panggilan sayang ervan, ellena terkejut karna yang dia tau ekha tak punya teman dekat apalgi memanggilnya dengan sebutan sayang. Dan ekha tidak habis pikir apa yang direncanakan ervan sehingga dia datang bersama ellena dan memanggilnya dengan sebutan sayang.
"Kalian saling kenall?" tanya agra sedikit ada rasa marah dalam suaranya namun berhasil ia sembunyikan.
__ADS_1
"Tentu saja, dia ini tunangan saya" lagi-lagi jawaban ervan membuat rahang agra mengeras.
"Sayang apa yang kau lakukan disini?" tanya agra pada ekha menarik pinggang ekha sehingga dia mendekat padanya.
Tangan agra mengepal "Gue kedalam dulu, badan gue nggk enak" agra berlalu meninggalkan mereka.
Ervan menyeringai menang, sebenarnya dia tau kalau agra menyukai ekha itu sebabnya ia ingin membuat agra terluka.
"Eh..ell gue sama ervan balik dulu yah" pamit ekha lalu menarik kasar tangan ervan, ervan melambaikan tangan pada ellena dengan senyumnya.
*****
Ekha dan Ervan sudah sampai di mansion dan dikamar ervan.
"Apa yang kau rencanakan?" tanya ekha dingin
Ekha menghembuskan nafasnya, entah kenapa setelah sekian lama hatinya menjadi sedikit lembut pada ervan.
"Tapi kamu tidak perlu melakukan seperti ini" ekha melepas pelukan ervan dan menatapnya.
"Aku cemburu sayang"
"Kau seperti anak kecil ervan" ekha melangkah pergi meninggalkan ervan yang tersenyum.
"Aku tidak akan membiarkan siapapun miliki kamu Ekha Eden" ucap ervan dengan penekan di akhir kata Eden.
****
Praaaaaaanggggggggg!!!!!
__ADS_1
"Kak lo kenapa sih!!!" teriak ellena, melihat kakaknya itu memecahkan barang-barang nya.
"Lo bilang dia belum memiliki kekasih!!!" bentak agra.
"Gue juga nggak tau kenapa bisa jadi seperti ini" ucap ellena.
"Kau tau aku sangat menyukainya!!!" teriak agra.
Ellena menatap kakaknya penuh arti dan pergi begitu saja, dia tau kalau kakak nya seperti ini itu artinya dia tidak akan bisa diajak bicara.
Setelah beberapa jam kemudian, agra berjalan menuju ruangan ellena.
"Kau sudah tenang sekaran?" tanya ellena melihat kakaknya duduk di depanya.
"Hemmmm"
"Kak jangan seperti ini lagi"
"Gue terlalu terbawa emosi tadi"
"Intinya lo jangan gampang marah hanya karna ucapan Ervankhas itu" ucap ellena
"Gue minta maaf"
"Sekarang bagaimana?" tanya ellena pada kakaknya.
"Kau sudah menghubungi kelvin?" tanya agra
"Dia akan kembali besok kak, untuk sekarang kita biarkan mereka dulu" jawab ellena.
"Aku tidak ingin rencana kita gagal ellena, aku ingin mendapatkan ekha dan membunuh ervankhas. Dialah yang membantai keluarga kita, aku tidak akan pernah melupakan wajahnya"
__ADS_1