
Sepanjang perjalanan arini terlihat sangat gusar. Pikirannya tidak tenang. Berkali-kali dia mencoba menghubungi adnan. Hati nya terasa sangat sakit dan pilu menerima kenyataan bahwa adnan tega meninggalkannya begitu saja. Dia hanya perlu sedikit penjelasan.
" kamu nggak usah cemas gitu. Adnan pasti punya alasan kenapa dia lakuin ini. Kamu nggak usah khawatir." ucap Thomas.
" Iya Thom." Jawab Arini singkat.
Thomas hanya diem sembari memperhatikan ekspresi wajah arini. Ada perasaan sedih,cemas dan mata yg tidak dapat berbohong bahwa dia kecewa. Thomas ingin sekali menghiburnya, tapi dia mengurungkan niatnya dan segera melesat cepat menuju rumah arini.
*****
Jam sudah menunjukkan pukul 02.00 wib, namun arini masih belum mampu memejamkan mata. Berkali-kali iya bangkit dari tidurnya, Membuka tirai jendela kamarnya untuk sekedar melihat ke sisi jalan depan rumahnya barangkali adnan akan datang memberikan penjelasan. Namun sampai jam 04.45 wib adnan pun tidak muncul. Arini merasa sangat kecewa dengan perbuatan adnan.
Arini segera menutup tirai kamarnya dan berbaring memejamkan mata. Dia ingin bangun dan melupakan semua yg terjadi malam ini. Dia mematikan Hp dan lampu kamarnya untuk segera terlelap tidur.
Arini melangkahkan kaki nya kedapur membuat teh hangat. Hari ini dia tidak ingin kekantor, dia sangat ingin tidur sepanjang hari. Semalam dia kurang tidur, kelopak matanya menghitam seperti panda.
setelah membuat teh,Arini kembali melangkahkan kakinya ke kamarnya di lantai dua. Namun, langkah kaki nya terhenti mendengar bunyi bel rumahnya.
" Siapa pagi-pagi buta gini bertamu?". Gumam arini dalam hati.
Dia melangkah perlahan menuju pintu rumahnya. Membuka perlahan kunci nya lalu membuka pintu tersebut.
seketika arini terdiam membisu lalu buru-buru ingin menutup kembali pintu rumahnya, Namun di hadang oleh seseorang yg berdiri di depan pintu tersebut.
Arini segera berbalik masuk rumahnya menjauhi orang tersebut.
__ADS_1
" Aku bisa jelasin. Serius...!"
sosok tersebut memburu mengikuti langkah arini.
" Kamu mau jelasin apa ke aku? Mau jelasin alasan client kamu butuh kamu?".
Ucap arini ketus.
" Tapi itu kenyataannya....."
"Client apa yg bisa buat kamu ninggalin aku begitu aja..?Apa aku nggak penting?". Tanya arini.
" Tapi semalam aku balik ke taman nyariin kamu tapi kamu nggak ada..Aku nggak bohong"
Belum selesai Arini berbicara, bibir lembut itu telah mendarat di bibir arini. Dia kaget seketika mendorongnya. Namun dia di paksa sekali lagi mendapat ciuman paksa itu.
" Gila lo nan..!" Teriak Arini pada Adnan yg tiba-tiba menciumnya.
Adnan tidak peduli mau Arini marah atau protes dengan tingkahnya.
Adnan kembali memeluk paksa arini dan menciumnya. Dia mendorong arini bersandar di dinding. Arini berusaha melawan, Namun kedua tangannya di tahan oleh Adnan. Arini hanya bisa pasrah dengan perlakuan adnan padanya. Dia hanya dapat memejamkan matanya menikmati setiap sentuhan lembut bibir adnan. Bagi nya ini kali kedua mereka berciuman setelah sekian lama mereka berpacaran.
Adnan semakin nakal. Dia mulai meluncurkan beberapa ciuman ke leher Arini yg hanya memakai piyama V neck. Arini tak ingin Adnan semakin keterlaluan namun dia tak mampu memungkiri bahwa dia menikmati setiap sentuhan dari Adnan.
Tiba-tiba Adnan menghentikan ciumannya, Menatap dalam kedua bola mata Arini seakan memberikan pertanyaan kepada Arini. Arini hanya menatapnya bingung.
__ADS_1
Adnan tiba-tiba menarik tangan arini menuju lantai 2 kamar Arini, Lalu mengunci pintu kamar Arini.
Arini menatapnya dengan bingung apa yg ingin Adnan lakukan di kamarnya.
" Kamu mau ngapaen di kamarku?" Tanya arini polos.
Adnan melangkah mendekati Arini. Kembali melingkarkan tangannya kepinggang Arini, Mencium bibirnya dengan lembut, Lalu kembali mencium lehernya. Arini menutup mata menikmati nya sambil sedikit mearasa geli.
Tangan Adnan mulai membuka perlahan kancing baju Arini dari bawah, Memasukkan tangannya satu kedalam piyama Arini, Mengelus lembut perut arini.
" Ahhhh...." Desah Arini
Adnan tersadar sesaat mendengar ******* Arini. Dia kembali ******* bibir lembut Arini.
Pagi itu terasa masih begitu dingin, Namun kamar itu mulai terasa sedikit panah.
Arini sangat menikmati setiap sentuhan Adnan. Namun, tiba-tiba Adnan menghentikan sentuhannya dan menarik tubuhnya ke atas kasur dan memeluknya erat sambil menutup mata.
" Temanin aku tidur, Aku semalaman nggak tidur sayang". Ucap Adnan.
Arini terlihat sedikit kecewa, Namun dia tetap menuruti keinginan Adnan. Lagian juga Arini belum siap kalau sampai Adnan tadi melakukan tindakan yg lebih jauh.
Arini berbaring di sampaing Adnan yg mulai tertidur. Dia menatap dalam sosok laki- laki yg sudah dia cintai selama ini.
" Alangkah indahnya jika bisa seperti ini seterusnya". Gumam Arini dalam hati.
__ADS_1