Cintaku Tetap Bersamaku

Cintaku Tetap Bersamaku
part 6


__ADS_3

Bulan yang tak akan pernah aku lupakan, meski aku belum mampu menjalankan kewajibanku sebagai seorang istri tapi perlakuanmu begitu manis hingga membutku lupa bahwa kini sedang ada hal besar yang sewaktu-waktu bisa merenggut senyum kita.


“Dimana ini?”, tanyaku lirih.


Kulihat kau berada disampingku, dengan senyum yang jelas sekali kau paksakan. Rambutmu kusut, kau juga terlihat begitu takut. Sekitarku semua serba putih, seketika otakku berputar. Apa kamu sudah tau Ngga? Tanya batinku.


Tak berselang lama Dokter Dimas masuk.


“Selamat pagi!”, sapanya ramah seperti biasanya.


“Anda merasa lebih baik sekarang?”, tanyanya ringan membuatku sedikit lebih tenang.


Dokter Dimas dibantu seorang suster memeriksa dengan teliti kondisiku. Dengan senyum tetap menghiasi bibirnya. Aku tau Angga begitu cemas bersandar di tembok kamar rumah sakit. Maaf Ngga, akhirnya aku lagi yang menyakitimu, dan lagi-lagi karena keegoisanku, maaf,,,,

__ADS_1


“Maaf Pak Angga, bisakah kita bicara di ruangan Saya sekarang?”, pinta Dok Dimas. Angga mengikutinya sambil tertunduk lemah. Plis Ngga jangan seperti itu,,,,,


Kini aku sendiri di kamar yang begitu bersih ini. Aku ingin sekali mengangis sejadi-jadinya, tapi air mataku berasa sudah kering. Aku merasa tak layak lagi menangis, aku merasa tak pantas lagi mengeluh, setelah begitu banyak aku melukai orang yang sangat aku cintai, orang yang ternyata tak pernah berhenti mencintaiku meski telah begitu banyak luka yang kutorehkan di hatinya. Maaf,,,,


“Jadi bagaimana Dok?”, tanya Angga tak sabar.


“Kankernya sudah stadium 4, kami saat ini hanya bisa mengusahakan untuk menghambat prosesnya saja tapi itupun tidak akan banyak membantu karena sel kankernya sudah menyebar ke hampir seluruh bagian tubuh istri Anda. Kita memang terlambat mengetahuinya, tapi sejauh ini istri Anda punya energy positif yang begitu besar dan itu sangat membantu sekali. Meski 2 bulan ini pasti terasa sangat berat untuknya karena istri Anda harus mengkonsumsi begitu banyak pil yang pasti membuatnya begitu tidak nyaman.”, jelas Dokter Dimas.


“Tuhan, apa yang harus aku lakukan?”, tanya Angga lirih.


“Maksud Dokter?”, tanya Angga bingung.


“Buatlah istri Anda bahagia dengan menjalani hidup Anda dengan bahagia disisinya. Kesedihan Anda, kecemasan Anda, juga ketakutan yang Anda rasakan pasti Istri Anda juga merasakannya, tapi dengan bisa melihat Anda tersenyum bahagia saat disisinya itu akan sangat membantunya. Sekarang saya mengerti kenapa istri Anda selalu datang sendiri setiap kali cek up. Itu pasti karena dia tidak mau Anda mengetahui kondisinya. Karena itu bukan hanya akan melukai hati Anda tapi juga hatinya.”, Dok Dimas berkata begitu banyak, hal-hal ringan yang sebenarnya begitu dalam.

__ADS_1


“Berusahalah, istri Anda pasti akan bahagia meski saat ini dialah yang begitu takut menghadapi semua ini.”, Dokter Dimas menyemangati Angga yang tampak begitu lesu.


Tiga hari di rumah sakit membuatku hampir gila. Sejak kecil aku paling benci rumah sakit, apalagi tidur di rumah sakit, kalaupun diberikan pilihan aku memilih menginap di penjara daripada rumah sakit. Bau obat membuat kepalaku sakit dan merasa begitu cemas.


Walaupun sebenarnya Anggalah yang paling tersiksa 3 hari ini. Aku tau dia memaksakan diri untuk selalu tersenyum saat bersamaku. Dia berusaha keras agar tetap terlihat bahagia, dan itu hanya agar aku tak semakin takut.


Entah mengapa semakin hari aku semakin merasa ikhlas. Kehadiran Angga, kasih sayangnya yang begitu melimpah, meski dibalik itu semua luka yang dalam coba dia sembunyikan tapi semuanya membuatku semakin rela.


Mungkin kedengarannya egois sekali atau mungkin benar-benar egoisku sudah mulai lagi menguasaiku. Maaf, tapi untuk terakhir kalinya biarkan aku seperti ini, biarkan aku tetap egois.


Aku hanya ingin merasakan cinta ini sedikit lebih lama, meski itu berarti harus mengurungmu dalam jurang kepedihan bersama senyum yang selalu kau paksakan.


###

__ADS_1


author mau 💜💜💜💜💜 yang banyak ya reader


__ADS_2