
"Seru banget ya Sa" Clarissa hanya mengangguk mengiyakan.
Saat ini mereka sedang berada di taman pusat seperti ajakan Vanya kemarin, memang benar sedang ada beberapa pertunjukan sulap dan lainnya, Yang membuat taman sangat ramai dan itu membuat Clarissa sungguh tidak nyaman.
"Gue ke toilet dulu ya Van"
"Ayo, gue anter"
"Apasih, Ga usah, gue bukan anak kecil"
Setelahnya Clarissa langsung melengos pergi mencari toilet, sejujurnya ia tidak tahu dimana letak toilet, tadi so-soan saja karna memang dia merasa tidak nyaman berada di tengah-tengah orang ramai.
BRUKK
"Ah sorry, sorry gue gak sengaja, You oke?" Ia hanya mengangguk.
Pria itu berniat membantunya berdiri, tapi belum sempat meraih tangannya ia dengan cepat menepis tangan pria itu yang masih mengambang di udara.
"Gue bisa sendiri!"
Pria itu mengangguk dan kembali menarik tangan nya kikuk ia terus menatap pergerakan Clarissa sampai detik berikutnya tubuh Clarissa oleng karna memang kakinya terasa sakit, Dengan cepat pria itu menahannya.
"Dimana?"
"Apanya?" Tanya Clarissa bingung.
"Rumah Lo, biar gue anter"
"Ga__"
"Gak usah bebal, anggap aja ini sebagai tanggung jawab gue karna udah bikin kaki Lo sakit"
Tanpa babibu lagi pria itu langsung menggendong Clarissa ala brydal dan membawanya ke arah parkiran lalu mendudukan Clarissa di jok motor belakangnya, Clarissa hanya pasrah saja.
"Be-bentar"
Dengan refleks pria itu menghentikan pergerakannya.
"Kayanya kita pernah ketemu deh, iya kan?" Tanya Clarissa memastikan.
"Nggak!" Jawabnya.
Baru saja Clarissa akan membuka suara nya kembali namun pria itu langsung melajukan motornya, membuat Clarissa yang kaget dengan refleks memeluk tubuhnya.
____
Motor itu berhenti di pekarangan rumah Clarissa, dengan cepat clarissa turun dan pergi begitu saja meninggalkan seonggok manusia yang masih melongo persis orang dungu di sana.
__ADS_1
"Seenggaknya bilang makasih lah bro" Ucap pria itu dengan tangan yang di lipat di atas helm yang ia simpan di bagian depan motornya.
Clarissa yang sedang membuka pintu pun seketika menghentikan pergerakan nya, dan balik badan menatap pria yang masih duduk di atas motor gedenya itu.
"Sama-sama!" Ucapnya.
Setelahnya Clarissa benar-benar masuk kedalam rumahnya, ia berjalan tertatih dan sambil menggerutu tidak hentinya, sampai akhirnya__
"Dasar Lo ya, Gue nungguin Lo lama di taman sendirian Dan Lo malah balik ninggalin gue? Dan apa tadi, Lo di anterin cowok? Siapa dia? Pac__"
"Berisik!"
Clarissa dengan santai merebahkan diri di sofa dengan berbantalkan paha sang ibu yang sedari tadi duduk manis mengamati perdebatannya dengan Vanya.
Sang ibu mengusap lembut Surai Clarissa dan mengecup keningnya sayang. Hah, anaknya sudah tumbuh dengan sangat cepat pikirnya.
"Ibu kok belum tidur?" Tanyanya.
"Belum, Ibu sengaja mau nungguin kalian pulang" jawab ibu.
"Sa! Minimal Lo minta maaf lah sama gue karna udah bikin gue terlantar di taman tadi" Vanya masih misuh-misuh tidak terima dengan hidung yang kembang kempis.
"Maaf"
Ibu Clarissa hanya bisa terkikik geli melihat sikap anaknya yang terlihat tidak perduli sama sekali dengan keluhan sahabatnya itu, walau begitu Clarissa tetap menyayangi sahabatnya itu, cuma sikapnya saja yang akhir-akhir ini sedikit membeku.
"Ibu, Are you okay?" Tanya Clarissa yang segera bangkit dan mengusap pelan pipi ibunya yang basah.
"Ibu sayang kamu, sa"
___
Clarissa berjalan sedikit lesu, ia masih memikirkan pertanyaan ibunya semalam.
"Ibu, Are you oke?" Tanya Clarissa yang segera bangkit dan mengusap pelan pipi ibunya yang basah.
"Ibu sayang kamu, Sa" jeda sejenak, sang ibu menangkup kedua sisi wajah Clarissa dan mengusap pelan pipi Clarissa dengan ibu jarinya.
"Kamu kenapa sebenarnya, sayang? Hm?, Hati ibu sakit setiap hari harus melihat kamu yang selalu merasa kesakitan, Dan kamu selalu bilang gak papa setiap kali ibu tanya, Kenapa Sa? Kenapa?"
Tangis sang ibu pecah detik itu juga, Clarissa memeluk ibunya erat dan merapalkan kata maaf beberapa kali, sungguh dirinya belum siap.
Terlalu larut dalam lamunannya sampai Clarissa tidak sadar kalau dirinya sudah berjalan terlalu jauh dan melewati halte bus.
Clarissa putar balik dan berlari menuju halte bus, ia takut ketinggalan bus dan akhirnya terlambat pergi ke cafe, salahnya juga jalan sambil melamun, Tapi saat dirinya akan menyebrang terlihat motor yang melaju kencang dari arah kanan.
AAAAAAAAA
__ADS_1
Clarissa berjongkok dengan kedua tangan yang melindungi kepalanya.
BRAAKKK
Hening sejenak...
Clarissa merasa aneh kenapa dirinya tidak merasakan apa-apa, ia memberanikan untuk mengangkat kepalanya dan ia membulatkan matanya saat melihat seseorang tepar lemah tak berdaya dengan setengah badan tertimpa motor.
Clarissa dengan cepat berlari menghampiri orang itu, lagi-lagi ia membulatkan matanya karna orang itu, pria yang semalam menabraknya di taman pusat?.
Clarissa berjongkok dan menyentuh bahu pria itu, lalu ia meringis saat melihat darah segar di dahi si pria.
"Lo, gak papa?" Clarissa bertanya persis orang dungu, Tentu saja karna ia melontarkan pertanyaan bodoh, bahkan anak TK saja tau, itu pasti sangat sakit, dan tentunya kenapa-kenapa.
Pria itu meringis memegang kepalanya, ia merasa sangat pusing dan tubuhnya sangat sakit karna masih tertimpa motor, di tambah lagi ia melihat seorang wanita yang hanya diam menonton setelah tadi menanyakan hal bodoh padanya.
____
Dan di sini lah mereka sekarang, di rumah sakit, Tadi pria itu pingsan lima menit setelah Clarissa bertanya, Dan tiga menit setelah Clarissa menonton, jadi dengan terpaksa Clarissa membawanya ke rumah sakit, sebagai tanggung jawab, Mungkin?.
"Kaki gue sakit, jadi Lo harus tanggung jawab" Ucap pria itu memecah keheningan.
"Gak mau"
"Pokoknya mulai besok Lo harus ngerawat gue, sampe gue sembuh total"
"Gue ga__"
"Inget, kalo Lo tadi nyebrang nya hati-hati gue gak bakal kecelakaan, Dan liat, Lo bahkan baik-baik aja gak lecet sedikitpun, jadi sebagai tanda terima kasih Lo ke gue, Lo harus ngerawat gue, oke? Deal!"
"Gue tetep gak mau"
"Ini bisa si kalo di kasuskan, Kalo Lo mau besok deh gue lapor polisi, gimana?"
Clarissa membulatkan matanya, Ia akan di penjara? Nanti bagaimana jika ibunya tahu Clarissa di penjara gara-gara melamun di jalan?.
"Oke!, gue bakal rawat Lo sampe sembuh" Final Clarissa.
"Gue Narendra" Ucap Narendra inisiatif memperkenalkan diri.
"Gak nanya"
____
Dalam ruangan gelap yang hanya di sinari bulan, ia menangis meringkuk di atas kasur dengan keringat bercucuran di sekujur tubuhnya.
Dengan samar ia mendengar derap langkah kaki yang kian mendekat dan berhenti tepat di samping kiri ranjangnya.
__ADS_1
Perlahan ia membuka mata nya, dan dapat ia Lihat wajah pria yang selama ini menjadi kekasihnya sedang menatapnya, dan tersenyum, namun senyuman itu, terlihat sangat mengerikan?.