Clarissa & Narendra

Clarissa & Narendra
●⁠●Chapter Lima●⁠●


__ADS_3

Sudah empat hari Narendra di rawat, dan sekarang dia sudah di izinkan pulang, tentu saja di bantu Clarissa, Mereka sempat merasa canggung sejak kejadian itu tapi tidak lama, setelah sering bersama beberapa hari belakangan ini mereka juga jadi semakin dekat, mungkin?.


"Udah semua kan?" Tanya Clarissa.


"Udah"


Mereka pulang menggunakan taxi online, sekarang sudah pukul 22:45 karna Clarissa yang harus bekerja dulu, Sebenarnya bisa saja Narendra pulang dengan teman-temanya tapi dia lebih memilih menunggu Clarissa selesai bekerja saja.


Mereka sampai di gedung apartemen mewah, Clarissa tidak kaget karna dia sudah bisa menebak kalau Narendra ini pasti anak dari kalangan atas. Mungkin putra pengusaha kaya raya?. 


Narendra menekan beberapa pin pada unitnya, dan mempersilahkan Clarissa untuk masuk lebih dulu, setelah sampai pada ruang tamu utama Clarissa langsung saja menjatuhkan dirinya pada sofa, karna jujur saja dia sangat lelah hari ini.


"Mau minum apa?" Tanya Narendra basa-basi.


"Gak usah, gue juga mau langsung pulang aja"


Clarissa bangkit dari duduknya dan bersiap pergi namun dengan cepat tangannya di tahan oleh Narendra, Clarissa yang bingung mengangkat sebelah alisnya seolah bertanya kenapa?.


"Di sini aja ya, nginep, ini udah malem banget" Ucap Narendra enteng,  Clarissa yang mendengar itu sontak saja membulatkan matanya.


"Lo gila?! Gue gak mau"


"Tapi ini udah malem banget, Sa, Bahaya kalo Lo pulang sendiri"


"Gue gak mau Narendra, mau pulang aja kasian ibu sendiri" tolaknya kukuh.


"Y-ya udah oke-oke, Gue anterin!"  Finalnya.


Clarissa cengo, ini bagaimana konsepnya sih?, Baru saja Clarissa mengantar Narendra pulang, dan sekarang gantian Narendra yang mengantar dia pulang? Harusnya tadi langsung saja ke rumahnya tidak usah mengantar Narendra ke apartemennya, iya kan?.


"Gue bisa sendiri, Lo istirahat aja, lagian gue udah biasa pulang tengah malem sendirian"


"Tapi gue khawatir Clarissa" Ucap Narendra pelan dengan tatapan yang sulit di artikan.


Clarissa tiba-tiba saja merasa gugup melihat tatapan Narendra yang seakan mengintimidasinya, dia mengalihkan pandangannya ke arah pintu, dan dengan bersamaan pintu terbuka dan muncul lah David dari sana.


David mengerutkan dahinya bingung, kenapa Clarissa ada di sini saat tengah malam seperti ini?, David mendekat pada dua manusia berbeda jenis itu, lalu berhenti di sebelah Narendra.


"Clarissa, ngapain di sini?" Tanya David.


"Gak ngapa-ngapain" jawabnya ketus.

__ADS_1


Narendra menoleh ke arah David lalu menepuk bahunya dua kali.


"Dav, Lo bisa anterin dia pulang gak? Ini udah malem banget, bahaya kalo dia pulang sendiri" David menatap Clarissa sejenak, lalu mengangguk.


"Ayo" Ucapnya.


Clarissa hanya mengangguk dan mengikuti langkah David dari belakang dan di ikuti Narendra juga, mereka berhenti di depan pintu, Clarissa mendongak menatap Narendra yang sedang menatapnya juga.


"Gue pulang ya, Lo langsung istirahat" Narendra tersenyum lalu mengangguk.


"Ya, Lo juga" Narendra mengusak Surai Clarissa lalu mendorong tubuh Clarissa pelan agar cepat pergi, Clarissa mencebikan bibirnya tanpa sadar, lalu berjalan kembali mengikuti David.


______


"Aku pulang Bu"


Seperti biasa, rumah pasti sudah sepi dan gelap, ibunya pasti sudah tidur pulas, Tapi dengan samar dia mendengar suara televisi dari arah ruang tamu, dengan cepat dia melangkahkan kakinya kesana, Takutnya ada maling yang sedang menumpang menonton tv dahulu sebelum membawanya pergi.


Clarissa menghela nafasnya lega, saat sampai ternyata yang di lihatnya itu bukan maling tapi Vanya yang dengan santai nya duduk menyandar di sofa dengan kaki yang di naikan ke atas meja dan mulut yang tidak hentinya mengunyah.


"Eh, Sa udah pulang Lo?"


"Belum" jawabnya,  lagipula kenapa orang-orang di sini sering sekali menanyakan hal-hal yang jelas-jelas tidak patut untuk di pertanyakan?.


"Lo akhir-akhir ini sibuk banget ya, Sa" Ucap Vanya tanpa mengalihkan pandangannya dari televisi.


Clarissa hanya membalas dengan gumaman saja, mulutnya sibuk mengunyah jadi tidak bisa menjawab, hening untuk beberapa saat, sampai akhirnya suara Clarissa kembali memecahkan keheningan.


"Van, gimana kalo misalnya dia tiba-tiba balik lagi ke sini?"


Vanya dengan cepat menolehkan kepalanya, jujur saja dia deg-degan sekali jika membahas ini, takut terjadi hal yang tidak di inginkan nantinya.


"Kenapa tiba-tiba?" Tanya Vanya was-was.


"Gak papa, Cuma gue ngerasa khawatir aja akhir-akhir ini"


"Sa__"


"Gue gak papa Van, santai aja" ucap Clarissa meyakinkan Vanya.


Vanya pun hanya mengangguk dan kembali fokus menonton, tapi tetap saja dia merasa khawatir, Kalau saja boleh Vanya ingin sekali membenturkan kepala Clarissa supaya dia hilang ingatan dan hidup tenang tanpa beban.

__ADS_1


______


Pagi ini terlihat sangat cerah, kebetulan juga karena ini hari weekend jadi Clarissa hanya akan bermalas-malasan saja, Tapi tidak dengan sang ibu, karna dia bekerja sebagai ART jadi weekend pun tidak libur.


"Ibu berangkat ya, sayang" Ucap sang ibu saat mereka sampai di depan pintu.


"Ibu hati-hati ya"


Sang ibu mengangguk dan tersenyum lalu bersiap pergi, namun baru saja akan melangkahkan kakinya tiba-tiba saja sebuah motor berhenti tepat di pekarangan rumah, pria itu turun dan membuka helm nya, ibu Clarissa membulatkan matanya saat melihat pria itu.


"D-den, Kok kesini? Bibi kesiangan ya?" Tanya ibu Clarissa sedikit panik.


Pria itu Narendra, Narendra mengerutkan dahinya bingung, Kenapa asisten rumah tangganya berada di rumah Clarissa?. Pikirnya.


"Bibi kok di sini?" Tanya Narendra balik tanpa menjawab pertanyaan sang bibi.


"Ini rumah bibi Den" Jeda sejenak, sang ibu menoleh ke arah Clarissa dan menarik tangannya pelan "dan ini putri bibi" lanjutnya.


"Bibi, Ibunya Clarissa?" Tanya Narendra dengan mata melotot, yang menurut Clarissa itu sangat menyebalkan.


"Bukan!, Tentu saja iya, tadi kan ibu udah bilang!" Sudah di bilang kan, orang-orang di sini suka sekali mempertanyakan hal bodoh.


Narendra masih mencerna semuanya, dia sedikit speechles dengan apa yang di katakan bibinya tadi, jadi Ternyata selama ini dirinya berputar di sekitar Clarissa? Setelah David dan sekarang sang bibi? Ah, Narendra memberikan respon yang terlalu berlebihan.


"Ibu berangkat sekarang ya Sa, takut telat, Mari Den" pamit sang ibu, Clarissa melambaikan tangannya pada sang ibu dan berpesan untuk berhati-hati.


Clarissa mengalihkan atensinya pada pria jangkung yang masih saja cengo, dia mendengus dan berniat untuk masuk kembali ke dalam rumahnya, tapi dengan cepat Narendra menahan pergelangan tangannya, Narendra sudah kembali waras ternyata.


"Ini weekend__"


"Gue tau!" Kebiasaan Clarissa selalu memotong ucapan orang lain, Narendra menghela nafas pelan, dia harus sabar menghadapi manusia satu ini.


"Ya udah, ayo jalan-jalan, atau kita nonton?"


Runtuh sudah harapan Clarissa yang ingin bersantai-santai ria, tapi lumayan juga bisa makan dan jajan gratis, Clarissa menimbang-nimbang sejenak sampai akhirnya mengangguk setuju.


"Gue siap-siap dulu" Lagi-lagi pergelangannya di tahan Narendra saat dirinya akan pergi.


"Apalagi?!" Tanya Clarissa sedikit sewot.


"Gue gak di suruh masuk dulu? Gue pegel kalo harus nunggu Lo di luar sambil berdiri gini, Terus nan__"

__ADS_1


"Masuk!" Final Clarissa dan langsung melenggang pergi ke dalam untuk siap-siap.


__ADS_2