Clarissa & Narendra

Clarissa & Narendra
●●Chapter Tujuh●●


__ADS_3

Narendra mengendarai motornya menuju cafe David, dia ingin melihat keadaan Clarissa, jujur saja dia sangat khawatir, bahkan semalam saja dia tidak bisa tidur karena hal ini, Dia memarkirkan motornya lalu berjalan cepat dan masuk ke cafe.


"Dav, Clarissa ada gak?" Tanya Narendra pada David yang kebetulan sedang ada di meja kasir.


"Tumben, Ada apa?"


"Ada urusan, Ada gak?"


"Clarissa gak masuk bro, dia izin, kata Vanya si dia sakit" Ucap David.


Setelah mendengar ucapan David Narendra segera keluar dari cafe, Dia mengendarai motornya kembali, menuju rumah Clarissa, setelah lima belas menit akhirnya dia sampai, Dia menghentikan motornya di pekarangan rumah sederhana itu, lalu turun, Namun, Saat akan mengetuk pintu dia tersentak kaget, karna tiba-tiba saja pintu terbuka.


"E-ehh" Clarissa kaget saat melihat Narendra berdiri di depan pintu.


"Ngapain?" Tanyanya Clarissa.


"Kata David Lo sakit, jadi gue kesini"


"Mau ngapain?"


"Gue khawatir sama Lo Clarissa"


Entah mengapa, setelah mendengar jawaban Narendra Clarissa merasakan ada ribuan kupu-kupu di dadanya, jantungnya berdebar kencang, keringat dingin mulai membasahi sekitar dahi dan pelipisnya,Karena Tiba-tiba saja perutnya terasa mulas karena melihat wajah Narendra yang terlihat lebih tampan dari biasanya.


"Kenapa sih?" Tanya Narendra bingung melihat sikap Clarissa yang menurutnya aneh.


"Nggak papa, Masuk aja"


Clarissa mempersilahkan Narendra masuk, Narendra menurut dan berjalan mendahului Clarissa lalu mendudukan dirinya di sofa.


"Mau minum apa?" Tanya Clarissa basa-basi.


"Nggak usah, Sini"


Narendra menepuk sofa di sebelahnya yang kosong, Clarissa mengerutkan dahinya bingung,  karena kesal melihat Clarissa yang hanya diam, Narendra pun langsung saja menarik pergelangan tangan Clarissa, membuat tubuh Clarissa oleng dan jatuh tepat di pangkuannya, Clarissa dengan refleks meletakkan tangannya di bahu Narendra, sedangkan Narendra meletakkan tangannya di pinggang sempit Clarissa.


Mata mereka saling menatap satu sama lain dengan jantung yang sama-sama berdetak tidak normal, bahkan sekarang jauh lebih cepat detaknya, Setelah lima menit dalam posisi itu akhirnya Clarissa sadar dan buru-buru beralih pada sofa kosong sebelah Narendra tadi.


Suasana mendadak menjadi awkward Clarissa masih menundukan kepalanya dengan tangan saling bertaut memainkan buku kukunya, menandakan bahwa dirinya sedang gugup, Narendra yang melihat itu dengan perlahan menggenggam tangan Clarissa, dan mengelusnya lembut.


"Jangan di gituin Sa, nanti luka"


Clarissa mendongakkan kepalanya menatap Narendra tepat di matanya, Narendra tersenyum merasa lucu melihat ekspresi Clarissa, lalu menepuk dua kali pucuk kepala Clarissa dan kembali pada posisi semula.

__ADS_1


"Gimana keadaan Lo?" Tanya Narendra tanpa mengalihkan pandangannya yang masih lurus ke depan.


"B-baik" jawab clarissa gugup, dalam hati Clarissa merutuki dirinya sendiri, mengapa dirinya selalu gugup?.


Narendra menolehkan kepalanya menatap Clarissa yang kebetulan juga sedang menatap ke arahnya,


Narendra kembali terkekeh, Clarissa sangat lucu saat sedang gugup seperti ini.


"Mau jalan-jalan gak?" Tanya Narendra, sebenarnya dia sedikit ragu takut Clarissa menolak karena masih mengingat kejadian kemarin, Tapi setelahnya Narendra tersenyum lega karna clarissa menyetujui ajakannya.


______


"Mau kemana dulu?" Tanya Narendra sedikit berteriak.


Saat ini mereka sedang di perjalanan, Clarissa yang duduk di jok bagian belakang dengan tangan yang melingkar di perut Narendra, Tadi Narendra yang memaksanya, karna dia takut tubuh kecil Clarissa terbang terbawa angin katanya.


"Terserah" jawab Clarissa sekenanya.


Narendra terus melajukan motornya membelah jalanan yang tidak terlalu ramai, karena ini masih jam kerja, Clarissa tidak bekerja izin karena sakit, tapi sekarang sudah sembuh karena di ajak jalan-jalan Narendra.


Narendra menghentikan motornya di sebuah danau yang sepi, lalu turun dan di ikuti Clarissa, dia membuka helmnya Lalu menggenggam tangan Clarissa berjalan menuju sisian danau, Dia mendudukan Clarissa di kursi lalu dia duduk di sebelahnya.


"Ngapain bawa gue ke sini?" Tanya Clarissa tanpa mengalihkan pandangannya.


Clarissa diam sejenak, Lalu menggeleng.


"Nggak, kenapa emang?" Tanyanya.


"Gak papa, Cuma nanya aja" jawab Narendra dengan senyum bodohnya.


Clarissa hanya memutar bola matanya malas, dia pikir Narendra akan memberi petuah penting untuknya.


"Sekarang gimana?" Tanya Narendra.


"Apanya?"


"Perasaan Lo, Udah lebih baik?" Clarissa hanya mengangguk.


"Mau es krim gak?" Tanya Narendra saat melihat pedagang es krim lewat.


"Boleh"


Narendra bangkit lalu menyempatkan mengusak gemas kepala Clarissa sebelum pergi membeli es krim pesanan Clarissa tadi, Clarissa hanya merengut kesal karena rambutnya jadi berantakan.

__ADS_1


Clarissa memandang lurus ke depan dengan mata terpejam menikmati hembusan angin yang menyapa wajahnya, Dia merasa nyaman berada di sini, Ingatkan Clarissa untuk berterima kasih pada Narendra karna sudah membawanya ke sini.


"Nih" Narendra menyerahkan es krim pada Clarissa dan di sambut dengan penuh binar oleh Clarissa.


Mereka hanya diam, Clarissa yang asik menikmati es krimnya, dan Narendra yang fokus maminkan ponselnya, sedang membalas pesan mungkin?.


Narendra menoleh pada Clarissa setelah memasukan kembali ponselnya, dia terkekeh melihat Clarissa memakan es krim belepotan seperti anak kecil, Dia meraih dagu Clarissa lalu mengusap lembut sisian bibir Clarissa yang terdapat bekas es krim.


Clarissa mematung dia menatap Narendra, lagi-lagi skinship ringan yang di lakukan Narendra selalu membuat jantungnya berdebar.


"Pelan-pelan aja makannya, Sa, gue ga bakal minta" ucap Narendra sambil mencolek gemas hidung Clarissa.


Clarissa benar-benar mulas sekarang, melihat Narendra dari jarak dekat seperti itu benar-benar membuat perutnya melilit.


"G-gue ke toilet dulu"


"Gak ada toilet di sini, Sa"


Lagi-lagi Clarissa mengumpati dirinya sendiri, Saking salah tingkahnya Clarissa sampai lupa kalau mereka sedang di pinggir danau, dan tidak ada toilet di sekitar sana, memang ini danau terpencil jarang di kunjungi orang-orang.


"Ayo kita cari restoran, Nanti ke toiletnya di sana aja sekalian makan siang" belum sempat membuka suaranya Narendra sudah menggenggam pergelangan tangannya untuk berjalan ke arah motor.


______


Narendra menghentikan motornya di halaman rumah Clarissa, Dia turun dari motornya lalu mengantar Clarissa sampai depan pintu.


"Gue masuk" Baru saja Clarissa akan melangkahkan kakinya Narendra dengan cepat menahan pergelangan tangannya, Clarissa melihat tangannya lalu beralih menatap Narendra.


"Langsung istirahat ya, Makasih untuk hari ini, Sa" Ucap Narendra lembut, Clarissa membalas tersenyum lalu mengangguk.


"Makasih juga untuk hari ini Narendra" Balasnya.


"Boleh peluk?" Tanya Narendra, Clarissa mengulum bibirnya dengan kepala menunduk lalu mengangguk malu.


Narendra merentangkan kedua tangannya Clarissa dengan ragu masuk kedalam dekapan hangat Narendra, dia menyembunyikan wajahnya di dada bidang Narendra, Narendra mengusap punggung Clarissa lembut dan menggoyangkan pelukannya ke kanan dan ke kiri.


Setelah beberapa menit Narendra mengurai pelukannya, dia menatap lekat Clarissa dengan senyum yang tidak luntur sedari tadi, Tangannya terangkat mengusap pipi Clarissa halus.


"Gue balik ya?" Clarissa mengangguk dengan wajah yang sedikit mendongak menatap pria jangkung di hadapannya itu.


Setelahnya Narendra benar-benar pergi dengan segera Clarissa masuk kedalam rumahnya dengan senyum geli, dia menangkup kedua sisi wajahnya yang terasa panas, dan menggeleng-gelengkan kepalanya guna menghilangkan Narendra dari pikirannya.


"Dari mana Lo" Tiba-tiba saja suara Vanya terdengar merusak sesi saltingnya Clarissa.

__ADS_1


__ADS_2