Cloud Hat

Cloud Hat
4. Ternyata Oh tenyata


__ADS_3

"Ternyata kamu!." Ucap Maydita kaget.


"Biasanya juga kasar Ini ngedadak panggil kamu, Pencitraan banget si.." Farzan sebari memutarkan bola matanya dan diakhiri sedikit tertawa jahat.


Maydita kembali geram dengan tingkah laku asal ceplas-ceplos pria tersebut. Ia hanya menahan amarahnya karena tidak enak jika harus marah di depan ayahnya Farzan.


"Tia kamu ini kenapa sih?, Di mana-mana selalu bikin masalah ayo pulang!".


" Maaf ya nak May, Atas perlakuan anak saya tadi, Kalau begitu ini uangnya, Saya Permisi.." Ayah nya Farzan lalu berlalu pergi menuju mobilnya.


...


Maydita duduk di bangku nya, Keadaan kelas masih kosong hanya ada dia seorang diri di sana. Maydita menggerutu sendiri.


"Tau ginimah mening sarapan dulu tadi."


"Dasar ya emang bener-bener ya kelakuan si Dito bikin darting ajah."


"Ternyata selain kasar lo juga cewe gila" Ucap Farzan dari arah pintu menuju meja nya.


Maydita tidak merespon pembicaraan Farzan, Ia hanya menutup kupingnya dengan tangannya lalu memejamkan matanya.


"Dasar cewe ulat plus gila." Farzan sebari berjalan berlalu keluar dari ruangan kelas.


Mayditapun menarik nafas lega karena si pria yang bernama Farzan itu sudah tidak berada di tempat ini.


..


Karena hari ini terdapat banyak masalah yang membuat Maydita terpancing emosinya ia membaringkan tubuhnya dikasur, Kamarnya sangat sederhana. Di dalamnya terdapat satu gitar yang terdapat satu tulisan 'Wisuda', Serta terdapat beberapa puisi yang tertempel di dinding kamarnya.


Ia memejamkan matanya untuk membuat dirinya lebih Rilexs, Sampai-sampai ia lupa untuk mengganti bajunya. Jika ibunya mengetahui soal ini pasti ibunya bakal mengomel kepada Maydita.


Satu jam kemudian.


"May masak sana buat makan, Ibu cape abis kerja!." Suara nyaring itu berasal dari ruang keluarga.


Maydita langsung membuka matanya dan terbangun, Setelah itu ia bergegas membuka lemari bajunya untuk mengganti baju seragamnya dengan baju biasa.


"Iaa bu sebentar!." Maydita berteriak dari kamarnya.

__ADS_1


Setelah selesai mengganti baju Maydita menarik nafas lega, lalu ia pergi ke dapur untuk memasak. Di balik kekurangannya yang suka berbicara kasar tapi ia juga memiliki sisi kelebihannya ia pandai memasak. Bahkan ia bisa menciptakan resep sendiri.


Contohnya adalah nasi goreng lemon. Ia pede dengan masakannya, Menurut Dito adiknya saja masakan Maydita lebih enak di bandingkan dengan masakan ibu. Maka dari itu Maydita menjadi PD dengan masakannya.


Ibu nya pun mengakui tentang hal itu, Dan di jadikan sebagai kesempatan ibunya untuk menyuruh Maydita memasak setiap hari menyiapkan makanan untuk keluarganya. Tapi Maydita paling sering menyiapkannya pada sore hari, Pada pagi hari ibunya tidak pernah menyuruhnya.


Setelah selesai memasak Maydita membersihkan badannya lalu mengecek Handphonenya yang sedari pagi belum ia cek.


" Yah... percuma gak ada notif." Maydita memanyumkan bibirnya, lalu menggeser ke halaman lain.


Dred... (suara notifikasi).


"hah siapa nih, No nya gue gak kenal."


+**62854321900


Haii Mayy..


siapa?


Ini gue Azka, Sinih ke atas pohon jambu deket rumah gue dulu, gue tunggu ya jangan sampai lama**!.


"Ka ini beneran lo?, Ko jadi tinggi ginih, jangan-jangan lo pake obat peninggi badan, Ayo ngaku lo ngaku?." Ucap Maydita sebari menunjuk-nunjuk Azka dengan telunjuk tangannya, Serta ia melihat Azka seperti seorang Detektif.


"Heh.. kalau ngomong jangan sembarangan yah, Ini itu namanya tumbuh.." ,"Oh iya ko lo beda banget sih?." Azka melirik Maydita.


"Iyalah itu mah gue udah tau beda banget kan?, Jadi tambah cakep kan gue?." Maydita dengan PD nya sebari menggerakkan alisnya.


"Magsud gue tuh, lo beda banget jadi tambah jelek." Kata Azka sebari di akhiri dengan tertawa jahil.


"Ihh apaan si garing banget." Maydita melipat kedua tangannya dan mengalihkan pandangannya.


"Sorry-sorry becanda, Oh iya ngomong-ngomong sekolah lo di lanjutin kan?." Tanya Azka.


"Yaiyalah, Kalau lo?."


"Ya di terusinlah, Kan gue punya janji sama lo." Azka sebari melirik kearah Maydita.


"Janji apa gue lupa?." Maydita kebingungan.

__ADS_1


"Janji kitakan mau kuliah bareng, Masa lupa si lo?, Wah parah." Azka menggelengkan kepadanya lalu menarik rambut Maydita sampai-sampai Maydita mau terjengkang kebelakang.


"Kebiasaan ya lo kalau ke cewe suka kasar kaya ginih."Maydita membalas dengan mengigit tangan Azka sampai terdapat bekas giginya.


"Aww Sakit, Kebiasan ya lo sama cowo suka kasar." Ucap Azka sebari mengusap tangannya yang sudah terdapat bekas gigitan tadi.


"Biarin, Lo juga sih mulai duluan.", "Lagian si lo masih inget ajah janji kaya gituan." Maydita tertawa kecil.


Sepulang setelah bertemu Azka, Maydita membuka kembali memori ingatannya tentang masa kecil ia bersama azka, Hanin dan Ima. Azka adalah orang pertama yang lahir kedunia di bandingkan mereka. Ia memiliki selisih umur satu tahun dengan mereka.


Azka adalah orang yang mempunyai kesamaan dengan Maydita sama-sama suka pertandingan sepak bola. Selai itu ia orang yang mengajari Maydita memainkan layang-layang. Azka adalah salah satu orang yang nyambung di ajak ngomong soal hobinya, Beda banget dengan Hanin dan Ima mereka mana paham soal begituan.


Intinya Azka adalah orang yang membantu Maydita menyalurkan bakat laki-lakinya. Walaupun ia suka marah-marah kalau lagi mengajarinya, Tapi Maydita sudah biasa menghadapi sifatnya tersebut.


Walaupun Hanin dan Ima begitu, Tapi mereka punya cara sendiri untuk bisa nyambung. Karena di dalam persahabatan selalu ada kekurangan dan kelebihan. Persahabatan mereka memang aneh, Saling membuli adalah ciri khas mereka.


Mereka memiliki keunikan masing-masing,


Hanin ketika ia tertawa suka dengan suara yang terpotong-potong. Dan Ima kalau ketawa kaya orang asma, Sedangkan Maydita kalau ketawa suka gak bisa kontrol dengan suara menggelegarnya.


Mereka mempunyai kenangan-kenangan yang sangat indah di waktu kecil. Seperti Ima yang pernah kepeleset di jalan tanjakan dekat rumahnya sampai-sampai pantatnya tertenat dan menyesak sehingga menjadikannya susah untuk mengeluarkan suara. Lain lagi dengan Hanin ia pernah terjatuh di tangga sekolah sampai-sampai ia harus dilarikan kerumah sakit. Sedangkan Maydita ia pernah terguling di tanjakan jalan ketika ia pulang mengaji dengan Hanin dan Ima itu menyebabkan kakinya terluka dan pulang-pulang di marahi ibunya.


Ya semua itu memang salah mereka yang kalau kemana-mana suka ceroboh dan kebawa sampai segede ginih. Mereka masih saja seperti itu.


Hanin dan Maydita pernah menabrak Tembok sekolah karena terlalu di gas motornya, Sedangkan Ima ia terjatuh di jalan raya ketika pulang kerja karena sok soan mau corneling kaya pembalap.


...


"May keluar dulu dari kamar ada tamu!." Ucap ibunya.


"Iya bu", Sahutnya. ,"Siapa coba tamu jam segini?."


Maydita pun kelaur dari kamarnya dan di kursi ruang tamu sudah terdapat Farzan dan Ayahnya. Maydita menghela nafas panjang dan mencoba tenang lalu salam terhadap Ayahnya Farzan.


Maydita menggerutu di dalam hatinya.


"Ngapain coba si monster ini datang kesini?, Gak tau malu benget sih, Urat malu nya udah putus kali yah."


Maydita terpaksa memamerkan senyum terpaksanya karena tidak enak di depan Ayahnya Farzan.

__ADS_1


__ADS_2