Cloud Hat

Cloud Hat
7. Sifat buruk yang bentrok


__ADS_3

Maydita terlihat begitu kaget, Mulut nya menganga.


"Hah?."


"Selain kasar lo juga tuli yah?."


"Cuci motor gue sekarang!." Farzan mengucapkan nya dengan nada tegas.


Farzan mrlihat jam yang berada di tangan kiri nya.


"Gua Kasih waktu tiga puluh menit." Farzan berlalu pergi tanpa ada negosiasi dengan Maydita, Ia mengambil keputusan nya secara sepihak saja.


"E-e... Eh..." Maydita gelagapan karena apa yang di perintahkan oleh Farzan itu seenak nya, Ia mencoba menghentikan kepergian Farzan tapi Farzan tidak menghentikan kepergian nya.


Maydita menarik nafas panjang.


"Sabar-sabar!." Ia sebari mengusap dada nya.


lalu ia mencoba mengerjakan apa yang di perintah oleh Farzan. Maydita mulai meyemprotkan air ke seluruh bagian-bagian motor, Lalu ia menggosok kan sabun ke seluruh bagian-bagian motor. Maydita di tengah-tengah pekerjaan nya ia mulai kecapean, Maydita meluruskan badan nya karena pinggang nya sedikit pegal karena dari tadi ia terus memungkuk kan badan nya.


"Alhamdulillah, Beres juga." Ucap Maydita di akhiri mengelap sedikit keringat yang berada di jidat oleh tangan nya.


Maydita ber inisiatif untuk duduk di teras rumah Farzan untuk beristirahat. Maydita kegerahan dan ia pun mengipasi nya dengan tangan nya sendiri. Tidak lama kemudian Farzan keluar dari dalam rumah nya lalu menghampiri Maydita.


Farzan berdiri di sebelah Maydita yang sedang duduk, Ia melipat kedua tangan nya lalu berjalan ke arah motor nya. Ia melihat- lihat bagian demi bagian motor. Untuk memastikan bahwa motor nya itu bersih dan tidak lecet.


Maydita memutar bola mata nya, lalu berkata pelan.


"Ck, Pengen garuk muka nya!."


"Heh?." Farzan tiba-tiba mengalihkan pandangan nya kepada Maydita.


Maydita sedikit kaget serta gelagapan lalu ia berdiri dari tempat duduk nya dan menghampiri Farzan.


"Gimana bersihkan?."


"Ikut gue!." Farzan menyuruh Maydita untuk mengikuti nya masuk rumah.


Maydita memasuki ruang tamu, Ia mulai melihat sudut-sudut rumah Farzan. Farzan pergi ke lantai dua kearah kamar nya. Maydita tidak bisa mengikuti nya, Jadi ia duduk di kursi ruang tamu saja walaupun belum di persilahkan.


Farzan turun dari atas ia membawa setumpuk buku. Lalu ia suguhkan di depan Maydita.


"lo kerjain tugas-tugas gue, Besok pulang sekolah gue ambil!."


"Hah?, Ini banyak banget loh lo gak salah?."


"Engga!."


"Tugas gue yang di rumah aja numpuk gue males ngerjain, Apa lagi punya orang."


"Aduh ngelucu lo." Ucap maydita di akhiri dengan tertawa tidak ingin.

__ADS_1


"Gue serius, Dan sekarang lo bawa semua tugas gue dan pulang!." Farzan lalu pergi ke kamar nya.


"Dasar gila!!." Maydita membungkukkan badan nya dan mengambil buku-buku yang bertumpuk itu, Ia sedikit kewalahan tapi ia tetap berusaha kuat.


Disaat Maydita mau pergi untuk pulang ada wanita paruh baya yang menghampiri nya.


"Non temen nya tuan muda?."


"Iya."


"Oh begitu, Mau minum dulu? kalau mau bibi bikinin?." Ucap bi Salma, Pembantu di rumah nya Farzan.


"Gak usah bi makasih, Saya harus pulang."


"Assalamualaikum?." Maydina merengkuhkan sedikit badan nya tanda penghormatan.


---


Malam telah tiba Maydita membaringkan badan nya di kasur, Ia terlihat tidur pulas mungkin karena tadi siang ia kecapean. Selain ia mencuci motor ia juga berjalan kaki di bawas sinar matahari yang terik di tambah sepulang nya ia harus mengerjakan semua tugas Farzan.


Alarm di handphone Maydita berbunyi menunjukan pukul 4:30 wib, Ia meraba-raba meja yang berada di sebelah nya untuk meraih hp nya yang terus berbunyi untuk ia matikan. Setelah itu ia suka tidur lagi dan lima menit kebudian ia bangun.


Maydita pergi ke sekolah dengan membawa dua tas, Yang satu ia gendong dan yang satu nya lagi di jinjing nya. Ia pergi lebih Awal karena perjanjian nya dengan Farzan kemarin.


"Nih." Maydita menyodorkan semua tugas yang sudah ia kerjakan di meja Farzan.


Farzan membuka satu persatu buku yang pertama ia buka adalah tugas di buku Bahasa Inggris.


Maydita sedikit kaget, Lalu ia berkata.


"Lah kalau lo bisa ngerjain sendiri kenapa lo nyuruh gue?."


"Lo nasihatin gue?." Farzan malah kembali nanya.


"Menurut lo?, Udah ah cape yah ngomong sama orang kaya lo." Maydita pergi dari tempat Farzan, Ia duduk di bangku nya dan mulai memain kan handphone nya. Sedangkan Farzan sibuk merekap semua tugas nya dan ia kerjakan ulang.


Emang dia benar-benar manusia aneh, Ia bisa mengerjakan nya sendiri tapi malah nyuruh orang lain untuk mengerjakan nya.


W**attsaps


AZKA


Parah lu May...


Gue nunggu lu semaleman..


sekarang lu berubah ..


KECEWA GUE**!!


Maydita mendadak jadi patung sejenak di bangku nya, Lalu ia menepuk jidat nya sendiri.

__ADS_1


"Ya ampun gue lupa."


Ia lalu berjalan tergesa-gesa ke arah kelas Azka yang berada di kelas paling ujung. Sedang kan Farzan hanya menatap keanehan dengan gerak-gerik wanita tersebut.


"Yah si Azka gak ada di kelas lagi."


Maydita kembali kekelas nya dan menghiraukan orang-orang di sekitar nya ia Fokus terhadap hp nya dan mencoba terus menghubungi Azka. Tetapi Azka tidak merespon nya.


"Kenapa si lo May?." Tanya Melani.


"Gue lupa kalau kemarin si Azka itu ulang tahun."


"Lah kenapa bisa lupa?."


"Ini itu gara-gara cowo monster itu." Maydita mengepalkan kedua tangan nya tanda kemarahan nya.


"Udah-udah jangan cerita di sini, Di balkon aja yu!." Melani meraih tangan Maydita dan menarik nya, Agar tidak meledak kan amarah nya di kelas.


___


Maydita mencoba mendatangi tempat-tempat yang biasa ia datangi bersama Azka. Ia mendatangi Pohon jambu yang berada di sebelah rumah Azka. dan ternyata benar Azka berada di sana.


Maydita berjalan pelan lalu menggoyang kan pohon jambu tersebut dan Azka kaget. Maydita tertawa lepas sedang kan Azka menatap Maydita dengan sangat tajam.


"Gue mau minta maaf ka." Ucap Maydita.


Azka memalingkan muka.


"Hah Maaf?, Aku tidak butuh permintaan maaf mu."


"Udah lah jangan lebay!." Ucap Maydita dengan nada malas.


"Kau sudah menghianati ku, Jangan harap kau bisa kembali."


Maydita menarik nafas dalam.


"Ka cacing ka cacing." Teriak Maydita dan menunjuk ke arah pohon yang sedang Azka duduki.


"Mana?." Azka panik dan segera turun.


Ia mengusap-usap dada nya karena kekagetan.


Maydita tertawa.


"Loh kenapa ketawa?." Tanya Azka.


"Lo itu kurang pintar ya?."


"Coba lo pikir mana ada cacing di pohon jambu."


"Iya yah."

__ADS_1


"Sudah lah kau jangan menggoda ku!." Azka menunjuk-nunjuk kan telunjuk nya ke depan muka Maydita. Dan berlalu pergi ke dalam rumah nya lalu menutup pintu nya dengan sangat keras.


__ADS_2