Cloud Hat

Cloud Hat
6.AKU BENCI BERSAMA DENGAN MU.


__ADS_3

"YA AMPUN DITO NGAPAIN DI KAMAR GUE?." Maydita berbicara dengan nada marah kepada Dito yang lancang masuk kamarnya ketika Maydita sedang tidak berada di rumah.


"Lebay." Ucap Dito dan berlalu pergi keluar dari kamar Maydita.


"Dito lo keterlaluan ya, Jangan mentang-mentang di rumah gak ada siapa-siapa terus lo seenaknya masuk kamar orang, Adik siapa si lo? gak ada akhlak banget."


Maydita mengoceh sendiri sedangkan Dito hanya menutup kupingnya.


"Ehh Dito ngomong lo ngomong, Pake acara di tutup-tutupin segala tuh kuping!."


"Gue bilangin lo sama Ibu kalau lo ngomong kasar sama adik lo sendiri!." Ancam Dito kepada Maydita.


"Hah apa lo bilang?." Maydita mendekatkan kupingnya ke arah muka Dito.


"Lo mau bilang gue kasar?, Mikir dong mikir barusan lo juga lancang masuk kamar orang mana kamar gue jadi berantakan lagi. Jadi gue juga bisa kali laporin lo balik." Maydita tidak mau kalah dengan Dito.


"Terserah!." Ucap Dito sebari memutar bola matanya.


"Ngaku lo ambil apa dari kamar gue?." Tanya Maydita dengan nada tegas dan kedua tangan nya di pinggang.


Dito mengambil sesuatu di dalam saku celanannya.


"Nih."


"DITO ITU COKLAT GUE."


"BALIKIN GA?."


"Eitss, Hahaha." Dito langsung berlari keluar rumah.


"DITOO..." Maydita mengepalkan kedua tangan nya bukti kemarahan.


---


Maydita ketika di kelas menceritakan kelakuan adik gaada akhlak nya itu kepada Melani, Karena Melani mempunyai adik laki-laki yang lebih dari satu ia paham betul rasanya seperti apa yang di alami oleh Maydita.


"Gue kesel banget tuh kalau udah sembarangan kaya gitu."


"Gemes tau gak pengen nabok, Tapi takut dosa." Ucap Melani dengan datar.


"Yaudah lah cuman bisa sabar ketika hak-hak kita di ambil oleh adik kita."


"Oh iya Mel menurut lo gue ngomong sama Farzan sekarang aja kali ya?." Tanya Maydita kepada Melani untuk meminta pendapat.


"Iya May sekarang aja, Dia biasanya istirahat di Kp depan sekolah kita, Kalau lagi istirat kaya gini ."


"lo samperin ajah!."


"Yaudah deh, Doa'in gue yah supaya gak di hujat!." Ucap Maydita yang beranjak dari tempat duduk nya.


"Haha iya pasti, Good luck!."


---

__ADS_1


Maydita terus menarik nafas dan membuangnya kembali untuk sekedar merilexsasi kan fikiran nya agar tidak terbawa emosi menghadapi Monster tersebut.


Maydita menguatkan diri nya sendiri.


"Kamu bisa May!." Ia mengepal tangan kanan nya dan mengangkatnya.


Maydita mulai memasuki kp itu dan ia terus mengucapkan kalimat motivasinya.


"*l can win!."


"l can win*!"


Maydita melihat Farzan yang sedang duduk sebari memainkan ponselnnya.


"l can.." Suara Maydita melemah.


Ia membalik kan badannya dan mencoba memompa semangatnya lagi.


"Huh.." Maydita mengeluarkan Nafas. Lalu berjalan menuju meja Farzan.


"Tya?." Ucap Maydita yang berdiri di depan Farzan.


Farzan yang sedang sibuk memainkan ponsel itu beralih memandang Maydita dengan sangat tajam, Sedangkan Maydita begitu berusaha menahan gengsinya.


"kenapa ngeliat nya gitu banget." Ucap suara hati Maydita.


"Hah.." Farzan tersenyum jahil sebari menyimpan ponsel yang berada di tangannya ke meja yang berada di depan nya.


"Gini yah tolong sabar dulu, Saya boleh duduk kan?, boleh dong pastinya." Maydita duduk di kursi depan Farzan.


Maydita memalingkan wajahnya kesamping.


dan berkata pelan.


"Makin besar kepala ni orang, Kalau bukan karena Ayah ogah banget."


"Gua gak bisa maafin lo gitu ajah cewe ulat!." Ucap Farzan yang sontak membuat Maydita geram.


"Bener-bener ni orang!." Gerutu Maydita.


"Ya udah, Kalau begitu mau kamu apa?, Kan saya cuma berniat baik."


"Lo temenin Gue kemana gue pergi di mulai dari hari sekarang dan tiga minggu ke depan!."


"Hah?."


"Gue anggap jawaban lo ia, Gue tunggu pulang sekolah di jembatan dekat rumah lo, Dengan keadaan udah ganti baju!."


"Jangan telat!." Perintan Farzan lalu ia pergi meninggalkan tempat itu.


"Tuh orang gak waras kali yah?, Sebenernya tadi gue minta maaf cuma pura-pura, Kan yang salah dia, Gimana sih? ."


"BENER-BENER NYEBELINNNNN." Teriak Maydita, Sampai-sampai di lihati oleh semua orang yang berada di Kp itu.

__ADS_1


Maydita mulai melirik kesemua arah lalu menutup muka nya karena sangat malu, Lalu berlari untuk keluar dari Kp tersebut. Tapi aksi nya gagal karena ia di panggil oleh salah satu pelayan di Kp tersebut.


"Mba?."


"Maaf makanan di meja tadi yang mba duduki belum di bayar."


"Kan tadi yang makan semua itu cowo yang barusan Mba kenapa saya yang harus bayar?."


"Maaf mba tapi Mas yang tadi belum bayar, Jadi mba yang harus membayar!."


Emosi Maydita memuncak rasa malu nya lebih di atas rata-rata yang di akibatkan cowo monster tersebut, Dan ia langsung pergi ke kasir dan membayarnya.


Ia terpaksa membayar itu, Maydita menggunakan sebagian uang tabungan nya. Ia saja tidak berani untuk membelikan uang tabungan nya untuk jajan yang mahal-mahal tapi sekarang ia menggunakan uang tabungannya cuma-cuma hanya untuk ngebayarin orang.


Itu membuat hati nya menyesak, Ia menuju kelas tanpa semangat. Farzan yang duduk santai di bangku nya terlihat tidak merasa punya dosa. Maydita duduk di bangku nya dengan sangat lesu. Beberapa pertanyaan yang di lontarkan Melani pun tidak ia jawab.


---


"Lagi-lagi gue cariin lo gak ada di kelas kemana sih?." Tanya Azka yang berjalan berbarengan dengan Maydita.


"Duit gue, Hik..hik..hik." Maydita menangis yang tidak mengeluarkan air mata.


"Gue nanya apa, Lo jawab apa."


"Kenapa si lo?."


Maydita hanya berlalu pergi dengan langkah kaki yang lebih cepat, Tanpa membalas sepatah kata pun pertanyaan yang di lontarkan Azka.


---


Hp Maydita berdering, Ada yang menelpon nya tapi nomer nya tidak di ketahui. Mayditapun mengangkat nya.


"***Hallo?, Siapa ya?"


"Gak usah ba-sa-ba-si cepet lo ke jembatan!."


Tut...tut..tut***..


Telepon pun di matikan, Sudah ketebak bahwa itu adalah Farzan.


Melani bergegas siap-siap dan pergi untuk menemui Monster tersebut. Dengan sangat terpaksa ia harus melakukan nya, Sebenarnya ia capek harus bersikap manis kepada Farzan tapi mau gimana lagi. Alasan nya Ayah.


"Dasar siput." Ucap ketus Farzan kepada Maydita.


"Maklum kan jalan kaki." Nafas Maydita tersengal-sengal.


"Sutt.. Gausah ngomong!."


"Cepet naik!." Perintah Farzan kepada Maydita untuk menaiki motornya.


Maydita menuriti perintah Farzan. Maydita mencoba untuk berpuasa berbicara karena jika ngomong satu kata saja akan selalu berdampak salah di depan seorang Farzan.


Dengan begitu Farzan membawa Maydita kerumah nya dan di rumah nya tersebut hanya ada pembantu nya saja. Pak Hanum tidak lagi berada di sana.

__ADS_1


"Sekarang tugas lo cuci motor gue!."


__ADS_2