Cloud Hat

Cloud Hat
5. Harus menjadi teman?


__ADS_3

"Sekarang rupanya gadis mu Jak sudah besar." Ucap Ayah Farzan, Sebari tersenyum.


"Iya, Sudah mau lulus SMA dia."


Maydita hanya diam dan terlihat begitu kesal, Beberapa kali ia melirik Farzan dengan tatapan sinisnya.


"Aduh mohon maaf pak Hanum ini ruangan nya kecil dan juga panas, Disini memang tidak ada AC.", "Maaf hanya bisa menjamu seadanya mudah-mudahan Farzan dan pak Hanum suka." Ucap ibu Maydita sebari menyuguhkan minum dan juga pisang goreng untuk menjamu Farzan dan juga Ayahnya.


"Tidak papah saya suka, Dan kebetulan saya sudah lama tidak makan pisang goreng." Ucap ayah Farzan.


"Ya sudah ayo di makan jangan hanya di lihat saja!." Ucap Ayah Maydita sebari menepak punggung pak Hanum.


"Ayo nak Farzan di coba!." Terus Ayah Maydita.


Ia kembali menaikan sudut bibirnya, lalu berkata.


"Makanan kampung."


Walaupun itu di ucapkannya dengan suara yang pelan tapi itu masih terdengar oleh orang-ornag yang berada di sana. Maydita pun melihat kearah Farzan, Mulut nya menganga.


Tadi ia terdiam saja, tetapi pada saat Farzan menghina seperti itu mulutnya tidak lagi membungkan dan ia pun angkat bicara untuk menegur kesalahan Farzan.


"Hah? Bilang apa tadi?, Makanan kampung, Magsud kamu apa?, Gini yah Kalau misalnya gak suka jangan ngehina kaya gitu." Maydita berusaha berbicara dengan nada yang tidak tinggi dan juga dengan bahasa yang tidak kasar.


"Tya mau kamu itu apa sih?, Kita datang kesini untuk minta maaf, Sirahturahmi ini malah nambah masalah baru lagi." Ucap Pak Hanum dengan nada bicara tegas.


"Sudah-sudah tidak papah maklum saja Farzan kan tidak biasa makan makanan yang seperti ini."


"Sudahlah Hanum jangan di marahi lagi." Ayah Maydita mencoba memperbaiki suasana.


"Ayah!." Maydita kesal dengan Ayahnya yang hanya membiarkan begitu saja perilaku Farzan.


Sedangkan Farzan terlihat begitu santai dan terlihat merasa tidak bersalah.


Pak Hanum dan Farzan meninggalkan rumah Maydita. Karena Maydita sudah terlalu muak dengan kejadian tersebut ia langsung saja pergi ke kamarnya dan tidak menjajap Farzan dan Ayahnya sampai depan rumah.


Hanya Ayahnya saja yang menjajapnya, Farzan berlalu pergi terlebih dahulu ke dalam mobil sedangkan Pak Hanum masih mengobrol singkat dengan Ayahnya Maydita.


"Begini Jaka sebenernya ada yang belum sepenuhnya saya omongkan."


"Saya mau minta tolong sama kamu Jak!." Ucap Pak Hanum.


"Minta tolong apa Han?, Insaallah Kalau misalkan saya bisa bantu pasti saya bantu."


"Tentang anak saya, Saya mau May anak kamu jadi teman anak saya!."


"Kamu tau sendirikan kelakuan dia seperti apa tadi?."


"Maaf Han tapi kalau masalah itu saya harus serahkan kepada May nya sendiri."


"Ayolah Jak usahakan, Saya tidak mau anak saya itu terus-terusan tidak mempunyai rasa simpati terhadap orang lain.",

__ADS_1


"Kamu tau kan penyebabnya seperti apa yang menyebabkan ia seperti ini, Jadi tolonglah saya Jak!"


"Iya, Nanti saya usahakan!."


"Pah ayo!." Di balik jendela mobil Farzan memanggil ayahnya.


"Iyah sebentar!."


"Yasudah terima kasih Jak, Kalau begitu saya permisi. Assalamu'alaikum!."


"Waalaikumsallam."


..


Di pagi hari ketika Maydita sedang sarapan Ayah menghampirinya. Ayahnya memberi tahu tentang amanat yang di berikan Pak Hanum kepada Maydita. Dan membujuk Maydita untuk menjadi teman Farzan.


"Apa Ayah bilang?."


"May harus jadi temen dia?."


"Ayah gak salah kan?, Dia itu gak punya sopan santun yah, Ayah liat sendirikan kemarin?."


"Ayah suka ngaco deh!."


"Bukan nya begitu tapi Farzan itu baru di sekolah, Ia tidak punya teman. Kasihan dia kamu harus bantu dia May!." Jelas ayah nya.


"May berangkat dulu yah!." Maydita menyodorkan tangannya dan mencium tangan Ayahnya.


"Assalamualaikum?."


"Waalaikumsallam."


...


Ia memikirkan hal tersebut sampai-sampai guru yang sedang menerangkan pun tidak ia tanggapi. Sampai-sampai bel istirahat tidak terdengar oleh Maydita.


"May, May?." Panggil Hanin, Tetapi Maydita tidak menengok.


Hanin menarik nafas dan memanggil Maydita satu kali lagi dengan suara yang lebih keras.


"Woy May!."


"Biasa aja dong, Mulut lo jangan di deketin ke telinga gue, Lo pikir gue budek apa?." Maydita mengusap-usap telinganya.


"Ya maaf lo sih di panggil gak nyaut-nyaut, Lo kenapa sih?, Banyak fikiran ya?." Tanya Hanin.


"Nanti aja ceritanya makan di atas bangunan yu?."


"Yaudah yu!."


Hanin dan Maydita pergi meninggalkan kelas, Mereka memang suka beristirahat di tempat itu selain tidak ramai, Tempat itu juga paling aman buat mereka bercerita tentang masalah mereka.

__ADS_1


Tetapi jika ada guru yang mengetahui kelakuan mereka, Mungkin saja mereka akan di hukum karena tempat itu bukan area untuk siswa.


"Parah sih itumah bisa darah tinggi tiap hari lo May." Ucap Hanin ketika telah mendengar cerita Maydita.


"Maka dari itu, Gue bingung!."


"Yaudah mening lo coba aja dulu, Mungkin ini ujian dari Allah buat bikin lo belajar sabar."


"Mungkin, Gue coba deh tapi engga hari ini hehe!." Ucap Maydita.


Hanin hanya tertawa kecil, Mereka pun melanjutkan memakan bekal mereka di atas bangunan itu. Setelah sekitar setengah jam bel masuk kelas berbunyi yang mengagetkan mereka berdua.


Mereka bergegas untuk turun dan menuju kelas.


...


Jam pulang sekolahpun tiba, Maydita menyusuri jalan dan terlihat kalau ia memang kesepian berangkat sekolah dan pulang sekolah selalu sendirian. Ia menendang-nendang Aqua yang berada di depannya.


"Cewe?." Ucap seorang pria.


Seketika Maydita menghentikan langkahnya, Lalu berbalik kebelakang.


"Azka?."


"Lo gak pulang ke Surabaya?."


"Ya ampun sekolah di mana?." Beberapa pertanyaan di lontarkan Maydita terhadap Azka.


"Engga kan di Surabaya udah gak ada Nenek jadi gue sama Ibu pindah kesini lagi ajah, Lo sih malem ketemunya kurang lama jadi gue gak bisa cerita panjang lebar."


"Gue sekolah di sekolah Lo, Oh iya tadi pas istirahat gue cek disetiap kelas dua belas dan lo gak ada?, Lo kemana sih?." Ucap Azka sebari melipat kedua tangannya.


"Oh itu, Gue istirahat di atas gedung."


"Pantes aja gue gak nemuin lo, Bandel benget si lo!."


Azka menginjak kaki kanan Maydita.


"UDAH GUE BILANGIN JANGAN KASAR SAMA CEWE, INI MASIH AJA KASAR DASAR YA LO GAK PUNYA ADAB MENGHARGAI WANITA, DASAR BI-A-DAB!."


Maydita membalas perlakuan Azka dengan cara menampar Azka dengan sangat keras.


"Aww." Azka mengusap pipinya ia meringis kesakitan.


Maydita cepat-cepat berlari dan menjulurkan lidahnya kepada Azka.


"Wlee.."


"AWAS LO YA NANTI GUE BALES... DASAR CEWE GAK BISA NGEHARGAIN COWO!."


Azka berjalan sambil terus mengusap-usap pipinya yang terlihat memerah setelah tadi di tampar Maydita.

__ADS_1


...


"YA AMPUN DITO NGAPAIN DI KAMAR GUE?."


__ADS_2