CROWN FOR MY ANGEL

CROWN FOR MY ANGEL
4. THE YOUTH OF THE KINGDOM


__ADS_3

Seraya merumuskan kembali sebuah penglihatan tak wajar beberapa kali tertangkap kedua bola mata, sangat tidak biasa untuk seorang manusia biasa dapat melihat sosok bersayap lebar berwarna putih.


Hampir mirip dengan burung, tetapi bertubuh manusia dengan raut wajah tampan, sungguh memesona hingga akhirnya gadis berambut pendek tak mampu menutup mata.


Tetap di atas kasur sesekali memekik gelisah. Pertanyaan datang bertubi-tubi sepanjang malam hingga arloji menunjukkan pukul 24:00. Melirik di samping kiri, sepertinya Denada sudah terlelap lebih dulu, Reka perlahan menutup mata, dalam samar ia dapat merasakan seperti tengah ada magnet yang membuat jiwanya untuk bergegas pergi meninggalkan jasad di bumi.


1


Malam ini, tepat tengah malam. Bayangan bersayap putih kembali datang dan berdiri tegap di sudut balkon lantai dua. Kembali untuk menangkap sebuah suara dari belakang tubuh pemuda lengkap dengan mahkota kerajaan berwarna biru laut, seketika ia menoleh ke belakang.


Di sana, di portal yang bersebelahan dengan sebuah lukisan sosok malaikat bersayap tanpa wajah. Menghias dinding sebagai makhluk idaman wanita berambut pendek. Ya' Reka berjalan menemui pemuda berambut sangat rapi seperti putra dari kerajaan.


Sesampainya di balkon lantai dua, ia berucap. "Hai," katanya.


Reff menoleh dengan ekspresi semringah. "Hai, Kamu ingat dengan saya?" tanyanya serius.


Lawan bicara mengernyitkan kening seraya membatin. 'Bukankah ... ia adalah pemuda yang selalu hadir di mimpi gue. Akan tetapi, sepertinya beda. Kalau yang ada dalam mimpi memiliki sayap, hari ini enggak bersayap.'


"Hei! Kok, melamun gitu."


"Hmmm ... enggak. Saya cuma lagi—"


"Lagi mikirin saya? Karena mirip yang ada di mimpi kamu?" lanjut Reff ringan.


Tanpa balas kata, lawan bicara sepertinya tengah berpikir keras. Merumuskan sebuah pertanyaan yang tak masuk akal telah terucap dari mulut pemuda itu.


"Nama Kamu siapa?" tanya Reff.


Menarik napas panjang dan menelan ludah berkali-kali. "Nama saya, Reka." Gadis yang sedang berada di hadapan pemuda misterius itu menyodorkan tangan kanannya.


"Kalau Kamu siapa?" lanjutnya.


Mengedarkan tawa kecil seraya meringis manis. "Nama saya, Reff."

__ADS_1


"Kamu berasal dari mana?" sambar gadis itu lagi.


Membuang tatapan tajam ke arah langit. Pemuda itu memberikan isyarat untuk lawan bicara menatap ke atas, tepat di malam penuh bintang, bersama bulan purnama yang sepertinya telah tiba.


Reka menunjuk ke atas langit dengan gemetar. "Itu?"


Pemuda yang ada di sampingnya mengangguk dengan sangat greget. Akhirnya, ekspresi gadis berambut pendek itu berubah tiga ratus enam puluh derajat. Wajah yang terlihat saat ini adalah seperti orang bodoh, sangat penasaran dan begitu mengundang geli.


Seketika pemuda dengan mahkota putih menyentuh gadis cantik bernama—Reka. Ia pun menunjuk kedua bola matanya untuk memberikan kode pada Reka agar menutup mata.


Ia pun mengikuti gelagat aneh pemuda itu dan segera menutup kedua bola matanya. Sekitar lima menit melintasi langit ke tujuh, mereka berdua sampailah di sebuah gerbang dengan awan putih sebagai lantai untuk menuju sebuah istana kerajaan.


Gadis berambut pendek membuka matanya dan mendelik seketika. Menoleh kanan dan kiri seraya sangat terpesona akan keindahan yang luar biasa ia rasakan malam ini, tepat di alam dengan dimensi lain.


Reff, saya ada di mana sekarang? "tanyanya penasaran."


Membuang tatapan mata girang, pemuda yang sudah menyimpan kembali sayapnya di pundak belakang berujar. "Kamu suka dengan pemandangan ini?"


Ia berkata ringan. "Kita ada di mana, Reff?"


Tanpa membalas kata, pemuda itu menggandeng wanita cantik di sampingnya. Sepanjang ia hidup seribu tahun di langit, malam bulan purnama bersinar membawanya bersama gadis bumi untuk memasuki kerajaan.


Langkah terhenti seketika, kedua bola mata mendapati siluet dua pengawal istana berada di depan pintu kerajaan langit. Ya' mereka berdua bernama—Selena dan Karina.


Pengawal kerajaan paling ditakuti sepanjang masa, memiliki kemampuan yang berbeda sebagai wanita assasin. Karina adalah kakak dari saudara kembarnya beranama—Selena, memiliki kemampuan menghilang sesaat.


Para makhluk dunia kegelapan menyebutnya sebagai (Shadow Blade ) sementara Selena, ia memiliki kemampuan untuk merubah wujudnya menjadi ( Male ) kekuatan unik dari Selena ia dapatkan ketika terkurung seribu tahun, ia adalah sebuah ratu dalam lembah ( Dark Elf ).


Melekatkan tubuh di dinding tembok istana. Tiba-tiba, pengawal istana berjalan meninggalkan pintu dengan berjalan cepat menuju gerbang. Mungkin Reff lupa menutup, sehingga mereka berdua menuju ke portal istana.


Menggandeng tangan gadis cantik di sampingnya, Reff pun berlari dan masuk ke dalam istana langit. Pemuda yang sudah menurunkan frekwensi langkah, seraya mengendap-endap untuk menuju ruang tengah istana. Pintu berlukiskan lelaki bersayap, seperti malaikat.


Reka pun masuk dengan kedua bola mata yang tak habis pikir, logika seakan musnah setelah melihat suasana begitu luar biasa malam itu.

__ADS_1


"Rek, kamu suka dengan tempat ini?" tanya pemuda tempan dengan nada suara sangat lembut.


Gadis yang ia tanya sepertinya tak mampu berkata-kata, melepas genggaman erat pemuda itu mendekat menuju bagian dinding istana. Ukiran bermotif seperti relief, dengan bentuk pemuda perkasa bersayap putih. Di sepanjang tembok hanyalah sebuah pemandangan seperti negeri fantasy, tak nyata.


"Bagus sekali rumah kamu, Reff." Gadis itu memuji dengan semringah.


"Kalau suatu saat kamu tinggal di sini, apakah kamu mau, Rek?" cetusnya tanpa berpikir panjang.


Reka menarik napas panjang. "Maksud kamu apa ya, Reff?" ia nanya balik.


Gue lagi mencari calon ratu untuk istana ini. Berhati mulia, dan sangat suka menolong sesama," ujar pemuda tampan bermahkota putih."


"Sepertinya saya enggak bisa."


"Kenapa, Rek?" timpal pemuda itu.


Seraya membuang tatapan tajam menuju cermin berbentuk segitiga di samping horden putih. "Saya masih harus menyembuhkan orang-orang di rumah sakit, mereka butuh saya. Tidak mungkin untuk saya ikut bersama kamu di sini, hidup mati ini hanyalah untuk orang lain yang membutuhkan." Jeda sejenak. "Banyak kenangan terukir indah di ruang praktikum bersama pasien."


"Tapi, Rek ...."


"Maaf, Reff. Saya enggak bisa tinggal dengan kamu, apalagi kamu pemuda yang baru saja saya kenal," lanjut gadis cantik bergaun merah itu.


"Suatu saat nanti, kamu pasti bakal memahami siapa saya," tambah pemuda berbadan tegap.


2


"Tunggu! Tadi, kamu bilang memahami kamu? Emangnya ... kamu siapa?" tanya Reka dengan berjalan mundur dan menjauh.


Tepat lima langkah ke belakang, ia pun berada di depan pintu ruang istana langit. Tak pernah terbayangkan kalau gadis cantik bernama—Reka sudah menapakkan kakinya dalam ruang lingkup para malaikat.


Ia membatin. Gue ada di mana saat ini. Dari tadi gue perhatiin di sekeliling rumah pemuda itu hanya ada orang dengan sayap di belakang pundak. Apa gue udah mati? Apa ini yang namanya neraka?


...Bersambung ......

__ADS_1


__ADS_2