Dari Dhara Untuk Dery

Dari Dhara Untuk Dery
Murid baru + cast


__ADS_3

Mulai hari ini sudah masuk tahun ajaran baru, semua terasa cepat sekali berlalu. Padahal baru kemarin rasanya ia masuk ke kelas satu SMA dan sekarang sudah kelas tiga saja. Ia juga harus belajar lebih giat lagi.


“ Selamat pagi ayah... ” sapa Dhara dengan senyum ceria kepada ayahnya yang tengah menyiapkan sarapan untuknya.


“ Pagi putriku yang cantik...” kata Ayah sembari mengusap – usap puncak kepala putrinya dengan lembut.


“ kenapa ayah yang siapkan sarapannya? Bik imah mana? ” tanya Dhara sembari memasukkan suapan nasi goreng kedalam mulutnya.


“ Ayah hari ini masuk siang, gapapalah sesekali nyiapin sarapan buat putri tercinta ayah, lagipula Bik imah belum datang ” jelas ayah sambil ikut sarapan bersama putrinya itu.


Setelah menghabiskan sarapannya Dhara langsung bersiap – siap pergi ke sekolah. Ia mengambil tas yang ia letakkan di kursi sebelahnya. Lalu segera memakai sepatu.


“ ayah tunggu diluar ya...” kata ayah berlalu dari meja makan. Dhara mengangguk dengan tersenyum.


Sebelum pergi ke sekolah, Dhara selalu pergi keruang tamu pribadi, hanya untuk menatap foto ibunya yang terpampang di setiap dinding. Foto ibunya yang tersenyum dengan busana batik berwarna coklat dan rambut yang terurai terlihat mirip dengannya.


“ Mama selamat pagi, Dhara berangkat ke sekolah dulu ya... ” ucap gadis berambut panjang itu dengan tersenyum. Ia lalu mengambil foto itu dan menciumnya lalu meletakkannya lagi.


Ibunya Dhara sudah meninggal dunia ketika ia masih berumur 4 tahun, ibunya mengalami kecelakaan mobil ketika hendak pulang kerumah. Sebuah truk besar dengan pengemudi yang sedang mabuk melintas begitu saja ketika jalanan sedang sepi saat itu juga mobil yang dikendarai oleh ibu Dhara sedang menyebrang. Karena pengemudi truk sedang mabuk ia tidak dapat melihat jalanan dengan jelas dan tidak sengaja menabrak mobil yang dikendarai oleh ibunya Dhara.


Saat itu juga dengan kerusakan yang sangat parah ibunya Dhara meninggal dunia. Maka dari itu Dhara hanya tinggal berdua dengan sang ayah yang bekerja sebagai seorang wartawan dan diasuh oleh Bik imah sejak ibunya meninggal dunia.


Alasannya sering mengunjungi ruang tamu pribadi, tentu saja untuk melihat ibunya. Berbagai jenis foto ibunya terpampang diruangan itu. Dari yang berukuran besar hingga kecil, foto ketika ibunya mengandung dirinya dan melahirkan dirinya semua ada diruangan itu. Kalau ayah tahu bahwa Dhara selalu mengunjungi tempat ini tanpa dirinya, ayah pasti akan sangat sedih.


Maka dari itu Dhara rahasiakan darinya. Dhara hanya tidak mau membuat ayahnya cemas akan dirinya, pasti ayahnya akan mengira bahwa Dhara membutuhkan seorang ibu dan ia takut kalau ayahnya menikah lagi. seorang ibu tiri tidaklah baik baginya.


...***...


Setelah upacara untuk tahun ajaran baru selesai, masing – masing kelas bubar. Dhara dan Jihan memasuki kelas dan duduk di kursi mereka. Pak Bambang wali kelas baru mereka datang memasuki kelas mereka. Namun pak Bambang tidak datang sendirian, dibelakang pak Bambang tampak seorang murid turut berjalan mengikutinya. Sepertinya akan ada murid baru. Dhara sangat terkejut, ketika melihat murid baru yang dikenalnya itu. Ia melirik kearah Jihan.


“ Ji lo pasti udah tahu kan? ” tanya Dhara.


“ Gak kok gue gak tau apa – apa, gue juga kaget” jawab Jihan dengan pose dua jari.


“ Oke semuanya, selamat pagi, mohon perhatiannya ... mohon tenang sebentar. Di tahun ajaran baru ini kita kedatangan murid pindahan dari SMA Kencana ” jelas Pak Bambang sambil merangkul murid baru itu.


“ Ayo nak perkenalkan dirimu ” pak Bambang mempersilahkan murid baru itu untuk memperkenalkan dirinya. Dengan sopan murid itu pun maju kedepan dengan satu langkah tegap.


“ Perkenalkan saya Hendery Adinata, panggil aja der... maksudnya Nata. Panggil saya Nata. Seperti kata Pak Bambang saya pindahan dari SMA Kencana ”


Pak Bambang pun mempersilahkan Hendery untuk duduk di kursi nomor dua didekat jendela. Di sebelahnya Dhara hanya tersenyum kecil memandanginya.


.........


Saat kelas berakhir, Hendery keluar kelas dan Dhara mengikutinya.


"Hen... " Dhara berhenti, dan segera sembunyi.


Hendery tampak berdiri didepan kelas 10A, sedang apa Hendery disana? Tak lama kemudian terlihat seorang gadis cantik berambut panjang keluar dari kelas itu dan tersenyum pada Hendery. Hendery mengacak - ngacak rambut gadis itu sambil tersenyum.


"Gimana kelas nya?" tanya Hendery ramah pada gadis itu.


"Bagus... aku suka " jawab gadis itu dengan ceria.

__ADS_1


Dhara memutar arah kembali ke kelasnya, ia masih penasaran dengan adik kelas yang ditemui oleh Hendery.


"Adiknya Hendery kali yah? " batin Dhara.


.........


Saat itu ia melihat Hendery tengah jalan menuju kelasnya. Cepat sekali dia menemui adik kelasnya itu pikir Dhara. Dhara langsung memanggil Hendery.


"Hendery..."


"Masih ingat kan sama aku?? kita ketemu tadi malam " kata Dhara, lalu tersenyum.


"Ada perlu apa?" tanya Hendery dingin.


"Perkataan yang kamu bilang tadi malam itu artinya apa yah? " tanya Dhara to the point, padahal di awal ia tidak berniat mempertanyakan itu pada Hendery.


"Yang mana? "


"Itu loh... yang bahasa mandarin itu..."


Hendery mengingat nya.


"Cari di google translete..."


"Gimana mau nyari, aku lupa kamu ngomong apa "


"Kalau gitu lupain..." ketus Hendery.


Hendery berlalu dari hadapan Dhara.


"Kenapa dingin banget sih? apa gak keterlaluan tuh? segitu gak sukanya sama aku, lagipula apa yang salah dengan Hendery? itu kan nama dia ".


.........


Dua Hari setelah pembukaan tahun ajaran baru, kini Hendery siswa pindahan SMA kencana sedang menjadi trending topik perbincangan di SMA WIRYA. Siswa pindahan itu menjadi sangat populer di antara gadis - gadis. Siapa sangka bahwa Hendery adalah siswa yang sangat pintar dan cerdas, pintar berbagai bahasa. Oleh karena itu banyak cewek yang mengerubuni nya.


Kalau Dayana Andhara adalah cewek populer di SMA WIRYA maka Hendery Adinata adalah pasangannya. Mereka adalah siswa siswi good looking. Para guru menyukai mereka.


"Tau gak sih... kak nata murid baru di kelas 12 A1 itu pinter banget "


"Iyah udah pinter, ganteng, baik lagi. Aku suka banget sama dia..."


Adik - adik kelas pada membicarakan sosok Adinata Hendery.


"Iyah kak natnat good looking banget, incaran para cewek banget..."


Mendengat adik - adik kelas pada membicarakan Hendery, rasanya telinga Dhara semakin panas.


"Idihh nama panggilan apa tuhh?? Kak natnat?? " kesal Dhara.


Lalu Dhara melihat banyak adik kelasnya memanggil Hendery yang kebetulan lewat didepan mereka dengan sebutan 'Kak Natnat' , Hendery tersenyum pada mereka.


"Oke kalau mereka semua manggil dia natnat aku akan tetep panggil dia Dery..." Dhara terkekeh pelan dan aksinya dilihat oleh Hendery.

__ADS_1


.........


Dhara sedang membawa kardus berisi banyak buku untuk dikembalikan ke perpustakaan, namun ia sengaja untuk berlama - lama. Ia melihat Hendery hendak berjalan kearahnya, ia memberhentikan langkah Hendery.


"Dery......." panggil Dhara.


"Bantuin aku dong angkatin buku - buku ini, berat... masa Dery tega liat cewek imut kayak aku ini angkat yang berat - berat kayak gini..." Dhara menunjukkan ekspresi menggemaskan, namun Hendery malah meraup wajahnya dengan telapak tangan lebar miliknya. Lalu dengan segera mengangkat kardus besar berisi buku - buku.


"Dery... tangan dery kok... " Dhara berlari kecil mendekatkan langkahnya kearah Dery lalu sedikit berjinjit mencapai telinga pria tinggi itu, lalu berbisik lembut.


"Maaf yah... tangan Dery bau..."


Hendery terkekeh, dan berjalan kedepan dan membelakangi Dhara yang tengah memperhatikannya. Lalu ia berbalik dan mengatakan...


"Sorry abis garuk ketiak... gatel soalnya. Baunya kayak keju kan?? " Hendery terkekeh.


"Henderyyy gilaaaaaaaaaaa...." teriak Dhara. Ia segera mengeluarkan tisu dari dalam saku nya dan mengusap - usap wajahnya.


...Kali ini mungkin habis menggaruk ketiak, setelah itu apalagi??...


.........


Hendery Adinata (Dery/Nata)



Dayana Andhara (Dhara)



Egana Rivano (Egan)



Jihana Fransisca (Jihan)



Irfansyah Aldiano (Irfan)



Amelia Agatha (Lia)



Luci Pamela (Mela)



Kevin Alvaro (Key)


__ADS_1


__ADS_2