Dek,I Love You Too!!

Dek,I Love You Too!!
Baikan


__ADS_3

"Maafin gue Dim, bukannya gue nggak mau cerita sama lo, tapi jujur gue belom siap" gumam Bramasta


"Arrrgghhh...kenapa harus kaya gini sih" teriak kesal Bramasta


-.-.-.-.-.


Rumah Bramasta


"Bram pulang" teriak Bramasta lesu


"Loh kok anak mama lesu gitu?? kenapa sayang??" tanya mama Marsya


"Nggak papa kok ma, cuman banyak tugas kampus aja" ucap Bram


"Ya udah, skarang kamu mandi, terus turun kita makan malam bareng" ucap mama Marsya


Bramasta hanya mengangguk


'aneh, tidak biasanya di se lesu itu' batin mama Marsya


Bramasta sudah selesai mandi dan sekarang sudah berada di meja makan


"Bram, are you okay??" tanya mama Marsya


"I'm okay mom, hari ini banyak banget tugas kampus sampe Bram pusing" elak Bramasta agar mamanya tidak bertanya lebih lanjut


Makan malam telah selesai, Bram memilih pergi ke taman di samping rumahnya untuk menenagkan pikirannya

__ADS_1


"Arrrrggghhhh.." teriak Bram


"Bram kamu kenapa nak??" tanya mama Marsya panik karena teriakan Bram


"Bram nggak papa kok ma" ucap Bram


"Nggak usah bohong sama mama nak, mama tahu kamu ada masalah, kalau ada masalah jangan di pendam sendiri sayang, nanti justru tambah sakit" ucap mama Marsya lembut


Bram menghela nafas panjang


"Sebenarnya Bram lagi berantem sama Dimas ma" ucap Bram


"Kenapa?? Karena kamu nggak cerita tentang masalah kamu sama Dimas??" tanya mama marsya


"Kok mama tahu sih??" tanya Bram


"Huft..sebenarnya Bram kaya gini karena perkataan kak Nessa sendiri ma,kak Nessa belum bisa berdamai sama massa lalunya dan nganggap Bram pria munafik yang deketin dia karena hartanya. Dan soal Dimas, Bram belum siap aja buat ceritain semuanya sama Dimas ma" jelas Bram


"Bram, mama tahu kamu tersinggung sama perkataannya Nessa, tapi jangan karena ego kamu, sampai kamu hancurin hubungan persahabatan kamu sama Dimas, lebih baik kamu cerita semuanya sama Dimas, sayang.." ucap mama Marsya


"Ia ma, besok Bram temuin Dimas dan bakal ceritain semuanya" ucap Bramasta


Mama marsya hanya mengangguk dan tersenyum


-.-.-.-.-


Pagi hari di kampus

__ADS_1


"Dimasss.." teriak Bram


Dimas menghentikan langkahnya tanpa menoleh karena sudah tahu kalau itu adalah Bram sahabat terbaiknya


"Dim, maafin gue yah, nggak seharusnya gue lampiasin kekesalan gue sama lo" ucap Bram tulus


Dimas tak bergeming


"Dim..maafin gue yah, gue traktir makan sepuasnya deh di kantin" ucap Bramasta karena dia tahu sahabat terbaiknya itu akan tergoda jika sudah mendengarkan kata "TRAKTIR"


"Nggak!!" ucap Dimas jual mahal


"Ayolah...kesempatan nggak datang dua kali loh" ucap Bramasta


"Gue kasi waktu 5 detik buat mikir...1...2...3...4...Li.."ucap Bram terpotong


"Iaia, lo yang paling jago bikin gue gagal marah sama lo" ucap Dimas


"Hahahahah.....udah nggak marah lagi nib sohib gue??" tanya Bram merangkul pundak Dimas


"Nggak, tapi bisa lepasin nggak, jijik banget gue di rangkul sama lo,yang ada anak - anak malah mikir gue nggak waras" ucap Dimas bercanda


"Bukannya lo nggak waras yah??" tanya Bramasta


"Busett dah, nih bocah malah ngatain, sohib apa bukan sih" ucap Dimas


"Hahahaha becanda bro" balas Bram

__ADS_1


__ADS_2