Dek,I Love You Too!!

Dek,I Love You Too!!
Pernyataan Nessa


__ADS_3

"Lo pulang sama Bramasta, gue dijemput papa mama gue katanya ada urusan" ucap Shanice


"Nggak!! gue mau naik taksi aja" ucap Nessa


"Lo belum sehat Ness," ucap Shanice


"Gue udah sehat kok Shanice sayang" ucap Nessa


"Lo tuh yah kenapa sih setiap kali gue bilang sesuatu yang sangkut pautnya ke Bramasta, lo itu nggak suka" ucap Shanice


"Nggak juga, lo aja yang baper" ucap Nessa santai


"Ness, nggak usah bohongin gue, gue tau ada sesuatu yang lo sembunyiin dari gue kan??" tanya Shanice penuh sidik


"Nggak ada Sha..percaya sama gue" ucap Nessa


"Ok kalau gitu lo harus pulang sama Bramasta" ucap Shanice


"Nggak Sha, sekali nggak yah nggak!" ucap Nessa tegas


"Emangnya kenapa??" tanya Shanice


"Karena gue nggak suka sama sikap Bramasta yang sok baik sama gue, karena gue tahu, ujung - ujung dia pasti bakal manfaatin gue lagi, semua cowo itu sama Sha" jelas tegas Nessa


JEDERRR!!


Hati Bramasta seperti di cabik - cabik setelah mendengar pernyataan Nessa


Ya. Sedari tadi Bramasta mendengarkan semua percakapan Nessa dan Shanice

__ADS_1


'wow...serendah itukah penilaian kakak terhadapku??' batin Bramasta


"Ness, Bram bukan cowo yang kaya begituan Ness, gue yakin..."ucap Shanice terpotong


"Udah deh Sha, nggak usah ngebelain orang munafik kaya gitu" ucap Nessa kesal


"What?? Munafik??..Serah lo deh Ness, gue cape ngasih tahu lo" ucap Shanice sembari berlalu


"Sha..kenapa jadi lo yang marah sih.." teriak Nessa


-.-.-.-.-.-.-.-


Mobil Bramasta


"Arrrrggghhh..." kesal Bramasta memukul setir mobilnya


"Se trauma itu kah kamu dengan massa lalumu kak..arrgghhh..." teriak kesal Bramasta


-.-..-.-.-


"Hallo Sha...maafin gue dong...massa gitu aja lo marah.." ucap Nessa


"Abisnya lo sih, nggak bisa liat cowo yang tulus sama yang mau manfaatin lo doang" balas Shanice di sebrang telfon


"Bukan gitu Sha, gue masih trauma aja sama masa lalu gue" ucap Nessa lirih


"Ya tapi nggak harus selama ini juga Nessa, ayolah.. coba berdamai sama masa lalu dan buka hati lo" ucap Shanice


"Sha, pliss gue mohon, jangan terus neken gue kayak gini dong..gue dilema" ucap Nessa

__ADS_1


"Terserah lo deh Ness, gue udah capek sama sikap lo yang kek gini" ucap Shanice


-.-.-.-.-


Keesokan harinya


Bramasta, Shanice dan Nessa berpapasan di koridor kampus mereka bertiga tidak saling bertegur sapa sama seperti biasanya


Bramasta yang kini kembali menjadi pria dingin dan tak peduli dengan perasaan siapa pun


Nessa yang merasa kehilangan orang - orang yang dia sayang


Shanice yang merasa kesal dengan sikap Nessa yang tidak mau berdamai dengan masa lalu


Sedangkan Dimas yang saat itu masuk bersama Bramasta merasa bingung karena biasanya Bramasta yang selalu ceria dan senang jika bertemu Nessa tiba - tiba berubah seperti dua orang yang tidak saling mengenal


"Bro, lo sama kak Nessa kenapa sih?? Ada masalah??" tanya Dimas


"Nggak usah ngomongin tentang dia lagi, muak gue dengernya" ucap Bramasta


'kenapa sih nih mereka?? sampe Bram semarah ini? bahkan sifat dinginnya datang lagi' batin Dimas


-.-.-.-.-.-


Dalam kelas


"Sha..maafin gue dong.."rayu Nessa


"Minta maaf sama gue kalau lo udah bisa berdamai sama masa lalu lo" ucap Shanice sembari pergi meninggalkan Nessa

__ADS_1


Nessa tidak dapat berkata apa - apa lagi, dia hanya terdiam dan merenungkan perkataan Shanice


__ADS_2